Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Lima Jurus Manjur Mencegah Perundungan di Media Sosial

Lima Jurus Manjur Mencegah Perundungan di Media Sosial

Diposting pada 10 Oktober 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 308 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada era digitalisasi informasi seperti sekarang ini, secara sadar atau tidak pernah mengalami bullying atau yang lebih kita kenal dengan istilah perundungan. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu dampak buruk penggunaan media sosial yang tidak bijak adalah pemanfaatan sosial media di antaranya melakukan cyberbullying. Fenomena cyberbullying merupakan tindakan melakukan bullying melalui dunia maya, tentunya dengan memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi.

Sebagai contoh, apakah ada yang pernah mengalami langsung atau membaca di internet tentang seseorang yang mengungkap keburukan orang lain? Apakah ada yang pernah mengalami missed call berulang-ulang tanpa tujuan yang jelas? Atau mungkin ada pula yang mengirimkan pesan atau chat berisi ancaman? Itu semua merupakan bentuk-bentuk cyberbullying yang sering terjadi.

Islam sebagai agama yang sempurna, telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari bangun tidur hingga akan tidur, termasuk menetapkan pedoman untuk setiap hambanya mengenai cyberbullying. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّنۡ قَوۡمٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّنۡ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّ‌ۚ وَلَا تَلۡمِزُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوۡا بِالۡاَلۡقَابِ‌ؕ بِئۡسَ الِاسۡمُ الۡفُسُوۡقُ بَعۡدَ الۡاِيۡمَانِ‌ ۚ وَمَنۡ لَّمۡ يَتُبۡ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوۡنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik dari mereka (yang merendahkan) dan jangan pula perempuan-perempuan merendahkan perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang direndahkan) lebih baik dari perempuan (yang direndahkan). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim”. (QS. Al-Hujurat: 11)

Cyberbullying memberikan efek buruk baik secara mental, emosional maupun secara fisik bagi korban, maka dari itu orang tua harus cermat dan memahami tanda-tanda anak yang sedang di-bullying oleh temannya. Untuk para orang tua, kenali tanda-tanda anak yang mengalami cyberbullying berikut.

  1. Merasa takut jika melihat gadget dan alat teknologi lainnya.
  2. Menjadi lebih pendiam dan sering melamun.
  3. Merasa rendah diri dan tidak percaya diri.
  4. Sulit untuk tidur.
  5. Nafsu makan berkurang.
  6. Merasa tidak aman jika pergi bersekolah.
  7. Konsentasi belajar meurun.
  8. Menjauh dari teman dan lingkungannya

Jika anak-anak atau keluarga kita memiliki salah satu atau beberapa ciri di atas, ajaklah untuk berkomunikasi dari hati ke hati. Bersikaplah seperti sahabat dekatnya, jangan terlihat seperti menggurui, dengarkan semua curahan isi hatinya berikan rasa empati.

Adapun untuk mencegahnya, berikut 5 jurus manjur mencegah cyberbullying menurut pandangan islam.

  1. Menanamkan Nilai-Nilai Tauhid dan Adab Sejak Dini kepada Anak

Dari Umar bin Abi Salamah Radiyallahu ‘Anhu berkata:

كُنْتُ غُلاَمًا فِى حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَكَانَتْ يَدِى تَطِيشُ فِى الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Aku dahulu seorang ghulam (antara usia lahir hingga sebelum baligh) dalam pengasuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu kali pernah tanganku mondar-mandir dalam baki (talam). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat itu menasehatiku, “Wahai nak, ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang di dekatmu.” ‘Umar bin Abi Salamah mengatakan, “Seperti itulah cara makanku setelah itu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah Salalahu ‘Alaihi Wassalam mengajarkan pentingnya tauhid dan adab yang harus diajarkan sejak dini. Makan dengan mengucapkan bismillah merupakan aspek tauhidnya, sedangkan makan dengan menggunakan tangan kanan dan memakan makanan yang paling dekat merupakan aspek adabnya. Jika tauhid dan adab diajarkan dengan baik sejak dini, maka perilaku bullying dapat dicegah.

Selanjutnya secara substansi berikan pemahaman tentang cyberbullying sebelum anak menggunakan internet dan media sosial. Bagaimana contoh-contoh cyberbullying dan cara menghadapinya seperti jika ada pesan yang tidak dikenal langsung segera hapus pesan tersebut, jangan berteman dengan akun media sosial tidak dikenal dan lain sebagainya.

  1. Meyakinkan Anak bahwa Setiap Orang Sanggup Mengatasi Masalahnya

Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya”. (QS. Al-Baqarah: 287)

Tidaklah satu pun manusia yang Allah berikan ujian atau masalah melainkan Allah tahu dia akan mampu mengatasinya sebab Allah sudah mengukurnya dengan pasti. Yakinkan anak untuk selalu berkomunikasi dan berdiskusi dengan orang tua terhadap perkara sekecil apa pun, agar orang tua dapat memantau perkembangan psikologis anak.

  1. Di Balik Setiap Kesulitan Selalu Ada Kemudahan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Hampir semua jalan keluar dari setiap masalah diawali dengan bersikap tenang dan kembali kepada Allah. Hakikatnya apabila ingin mendapat kemudahan maka harus siap menerima kesulitan terlebih dahulu. Orang tua perlu membimbing anaknya untuk tidak takut menghadapi masalah apapun sebab ia pasti akan mendapatkan petunjuk dalam memudahkan setiap masalah hidupnya. 

  1. Membalas keburukan dengan kebaikan

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ . وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيم

“Dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar”. (QS. Fushilat: 34-35)

Keburukan tak selalu harus dibalas dengan keburukan pula, karena Rasulullah sendiri tetap berbuat baik kepada orang-orang yang menghina dan merendahkannya. Banyak sekali teladan Nabi dalam hal ini seperti kisah Rasulullah yang selalu menyuapkan makanan kepada orang tua Yahudi buta yang selalu mem-bullying Nabi. Akhirnya wafat sampai ketika ia mengetahui bahwa Nabi Muhammad telah wafat akhirnya dia pun bersyahadat sebab kemuliaan akhlaknya Nabi.

  1. Lawan dengan Cerdas Dan Santun

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا

“Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. Al-Furqan: 63)

Ajarkan anak untuk tetap bersikap tenang dan bijak dalam segala hal terutama dalam kehidupan sosialnya dalam berinteraksi dengan sesama. Apabila seandainya di sekolah ia diejek oleh temannya seperti, “Hey gendut (atau kondisi fisik lainnya) balas dengan mengucapkan perkataan yang santun seperti, “Alhamdulillah, terima kasih berarti Allah telah mencukupkan rezeki (memberikan kesehatan) untuk saya, dan ucapan lain yang semisalnya.

Itulah 5 jurus manjur mencegah cyberbullying dalam pandangan Islam, semoga anak-anak dan generasi muda kita terhidar dari bahaya cyberbullying dan mampu dengan bijak menyikapinya sesuai dengan tuntunan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai teladan terbaik. Amin.

 

Penulis: Muhammad Adib

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Lima Jurus Manjur Mencegah Perundungan di Media Sosial

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

Lima Jurus Manjur Mencegah Perundungan di Media Sosial
10 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada era digitalisasi informasi seperti sekarang ini, secara sadar atau tidak pernah mengalami bullying atau yang lebih kita... selengkapnya

Ternyata Allah Tidak di Arsy Saat Isra Miraj Nabi Saw, Tapi….
18 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Isra Miraj merupakan sebuah peristiwa agung yang dialami oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. Dalam peristiwa ini... selengkapnya

Meminta Tanpa Mengeluh: Adab Berdoa Nabi Ayyub
14 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Doa sering dimaknai dengan permohonan atau permintaan dengan penuh harapan dan pujian kepada Tuhan. Dalam agama Islam,... selengkapnya

Launching Buku: Oase Iman “Refleksi Problematika Umat”
1 Oktober 2022

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kemeriahan rangkaian maulid dan silaturahmi akbar Al-Bahjah 1444 H kian terasa menjelang hari puncak, besok Ahad,02... selengkapnya

Bagan Mahram Laki-Laki dan Perempuan
17 Maret 2026

Sering kali tanpa disadari kita berjabat tangan, bersalaman, bahkan berinteraksi dengan lawan jenis tanpa mengetahui apakah ia termasuk mahram atau... selengkapnya

Harmonika Peribadahan sebagai Pembentuk Simfoni Kehidupan
16 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bermula dari titik yang sangat kecil dan personal, yakni harmonika peribadahan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Di sinilah,... selengkapnya

Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya
28 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salaf merupakan istilah yang merujuk pada zaman terdahulu, yakni zaman yang telah mendahului kita. Salaf juga bukan manhaj... selengkapnya

Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu
6 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Melalui Nabi Muhammad... selengkapnya

Hukum Shalat dengan Mata Terpejam
26 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Khusyuk adalah ruh dari shalat. Ia bukan sekadar posisi tubuh atau ekspresi wajah, tetapi keadaan hati yang fokus,... selengkapnya

Lima Jurus Manjur Mencegah Perundungan di Media Sosial

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: