Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Bolehkah Membaca Surah Al-Waqi’ah Setelah Asar?

Bolehkah Membaca Surah Al-Waqi’ah Setelah Asar?

Diposting pada 13 Januari 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 2.268 kali / Kategori:

Sering kali kita mendengar anjuran untuk membaca surah Al-Waqi’ah setelah Asar. Sebenarnya, apakah ini diperbolehkan dalam Islam? Mari simak penjelasannya berikut.

Bolehkah Mengamalkan Bacaan Surah Al-Waqi’ah?

Ada suatu riwayat tentang surah Al-Waqi’ah, hadis yang bunyinya,

‌مَنْ ‌قَرَأَ ‌سُوْرَةَ ‌الْوَاقِعَةِ ‌كُلَّ ‌يَوْمٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَداً

“Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari maka tidak akan fakir selamanya.”

Nampaknya hadis ini sudah sangat masyhur di kalangan sebagian orang. Hadis ini juga menjadi motivasi seseorang untuk rajin membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari. Tentunya amal tersebut adalah baik, karena membaca Al-Qur’an termasuk ibadah yang sangat baik.

Namun, ada baiknya juga kita ketahui tentang hadis tersebut. Buya Yahya menjelaskan bahwa hadis di atas merupakan hadis yang lemah. Meskipun begitu Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan bahwa hadis lemah tatap boleh digunakan dalam rangka menjalaskan fadhail al-a’mal, yaitu dalam rangka memotivasi orang untuk beramal saleh. Catatannya adalah tidak boleh dinisbatkan kepada Nabi Salallahu Alaihi Wassalam, lemahnya tidak terlalu parah, dan tujuannya adalah untuk fadhail al-a’mal.

Buya Yahya melanjutkan,

“Maka setelah mendengar tentang hadis ini jangan ada yang menyalahkan orang yang membaca surah Al-Waqi’ah. Kerjaan mudah menyalah itu juga salah. Hanya nanti Anda memikirkan mana amal yang lebih utama untuk aku baca.”

Adanya hadis lemah ini tidak mengurangi sama sekali keistimewaan surah Al-Waqi’ah. Ada sebuah riwayat sahih, Nabi Salallahu Alaihi Wassalam menyanjung surah Al-Waqi’ah sebagai berikut.

شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا: سُورَةُ الْوَاقِعَةِ، وَسُورَةُ الْقِيَامَةِ، وَالْمُرْسَلَاتِ، وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ

“Telah menjadikanku beruban surah Hud dan teman-temannya, yaitu surah Al-Waqi’ah, surah Al-Qiyamah, surah Al-Mursalat, surah At-Takwir, surah Al-Insyiqaq, dan surah Al-Infithar.”

Maksudnya ialah surah-surah di atas telah menjadikan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam khusyuk dalam membacanya. Yaitu menjadikannya semakin ingat kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala karena isinya.

Dari keterangan hadis di atas, surah Al-Waqi’ah memiliki makna khusus bagi Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, yaitu termasuk surah yang membuat Nabi Salallahu Alaihi Wassalam semakin khusyuk mengingat Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Buya Yahya menjelaskan,

“Dari sini perlu kita mengulang-ulang surah Al-Waqi’ah agar kita semakin takut kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala.”

 

Membaca Al-Waqi’ah pada Waktu Asar

Melakukan ibadah dan kebaikan-kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala pada waktu Asar tidaklah salah. Malah waktu Asar termasuk yang terbaik untuk melakukan itu semua. Ini berdasarkan salah satu hadis Nabi berikut.

وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً

“Aku duduk bersama orang-orang yang mengingat Allah dari setelah shalat Asar sampai matahari terbenam (waktu Magrib) lebih aku senangi daripada membebaskan empat orang budak.”

Buya Yahya menjelaskan hadis tersebut, bahwa duduk untuk mengingat Allah bersama orang-orang yang mengingat Allah, termasuk di dalamnya bisa saja membaca Al-Qur’an, lebih Nabi senangi daripada memerdekakan empat orang budak. Ini lebih unggul dari memerdekakan empat orang budak. Sementara memerdekakan budak itu pahalanya besar.

Karena itulah banyak ulama menganjurkan untuk melakukan berbagai kebaikan di waktu sore setelah salat Asar agar ada kegiatan yang positif. Tujuannya adalah agar orang-orang tidak langsung disibukkan lagi dengan bekerja. Paling tidak diisi dengan berzikir. Salah satunya ialah membaca surah Al-Waq’ah. Biar pun riwayatnya lemah, tapi untuk fadhail al-a’mal boleh.

Buya Yahya menjelaskan, hadis dha’if (lemah) dihadirkan itu bukan berarti para ulama zaman dulu mengajarkan kita untuk mengamalkan hadis dha’if, tetapi untuk memotivasi orang-orang dalam berbuat kebaikan. Bahkan kadang selemah-lemahnya hadis, kadang ada ulama hadis yang mengatakannya sahih. Selagi derajat suatu hadis tidak sampai mardud (palsu) dan tidak bertentangan dengan syariat, boleh dipakai.

Selain itu, Buya Yahya menyampaikan,

“Tidak ada ketentuan kapan dibacanya surah Al-Waqi’ah, Yasin, atau Al-Baqarah. Kapan Anda baca akan jadi pahala untuk Anda. Jangan menyebutnya haram. Atau mengatakan ‘membaca surah Al-Waqi’ah setelah Asar adalah bid’ah’, dari mana membaca surah Al-Waqi’ah itu bid’ah?”

Terakhir, Buya Yahya menjelaskan bahwa pada intinya kita keluar dari dua kutub ekstrem:

  1. Selagi ulama mengatakan suatu riwayat hadis itu lemah, kita tidak perlu terlalu banyak mengobralnya. Sekadar untuk mengimbau kebaikan dan mengamalkan isinya dengan sandaran hadis lain yang lebih kuat sah-sah saja.
  2. Sebaliknya, jangan sampai menyatakan bahwa membaca Al-Waqi’ah setelah shalat Asar itu bid’ah atau haram karena membaca Al-Qur’an itu baik dan ada dasarnya. Termasuk mengisi waktu setelah shalat Asar sampai waktu Magrib dengan berbagai kebaikan juga ada dasarnya.

Mari menjadi bijak dan semoga kita diberi keinsyafan serta terjaga lisan kita dari terpeleset.

 

Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad

Penyunting: Idan Sahid

Referensi: Youtube Al-Bahjah TV

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Bolehkah Membaca Surah Al-Waqi’ah Setelah Asar?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra atau Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H
14 November 2021

Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra/Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H Visi: “Mendahulukan Akhlaq & Mengembangkan Dakwah Rasulallah SAW.”... selengkapnya

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan Pendapat Setiap Orang?
19 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam pengambilan keputusan, selalu terdapat perbedaan pendapat yang beragam. Hal ini sering terjadi dan sulit dihindari. Tak... selengkapnya

Banyak yang Belum Tahu, Istinja Cukup Pakai Tisu
15 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tahukah kamu bahwa dalam Islam terdapat istilah istinja. Secara sederhana pengertian istinja adalah aktivitas bersuci setelah berhadas dari... selengkapnya

3 Adab yang Sering Dilanggar pasca-Kepulangan Ibadah Haji
4 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setelah menunaikan ibadah haji, seorang muslim akan kembali ke tanah air dan tempat tinggalnya masing-masing. Adab... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (5)
9 Juli 2025

  Mampukah Aku? Perjalanan yang kurasa panjang ini… Ke manakah langkah akhir kan berlabuh? Pada hiruk pikuk dunia yang fana... selengkapnya

Kontroversi Amalan di Hari ‘Asyura
5 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita dianjurkan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan di sebagian waktu dengan melakukan amalan kebaikan di waktu tersebut.... selengkapnya

Kenali 6 Jenis Paragraf Ini Sebelum Kamu Menulis. Lengkap dengan Contohnya!
10 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penulis hebat tidak pernah terlepas dari kemampuan penulisan paragraf yang baik, sehingga pengetahuan paragraf yang baik... selengkapnya

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)
29 Desember 2024

  Makkah   Di kejauhan jelajah terbentang luas, Di hati nurani, cinta tak terbatas. Perjalanan ke Makkah, tiada terlukiskan, Dalam... selengkapnya

Khutbah Idulfitri 1445 H
9 April 2024

Ramadan telah mengajarkan kita ketenangan hati, ketulusan jiwa dan kesabaran dalam berproses untuk mencapai kejayaan. Oleh karenanya, Ramadan bukan hanya... selengkapnya

Tingkatkan Semangat dan Kinerja, Pejuang Pustaka Al-Bahjah Gelar Upgrading dan Tadabur Alam
9 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pejuang Pustaka Al-Bahjah menggelear Upgrading dan Tadabur Alam Rabu-Kamis 17-18 Rajab 1444 H. Tujuan dari kegiatan... selengkapnya

Bolehkah Membaca Surah Al-Waqi’ah Setelah Asar?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: