Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka

Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka

Diposting pada 8 Juli 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.229 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang sudah mengikrarkan dirinya beriman secara otomatis akan mudah untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Ia juga akan secara otomatis susah untuk melakukan kemaksiatan. Namun di samping itu, sering kali kita alami, bahwa begitu beratnya mengistikamahkan diri untuk terus berada dalam kebaikan dan menghindari kemaksiatan. Terdapat banyak sekali ujian dan rintangan yang harus kita hadapi dalam perjuangan menuju surga dan menjauh dari neraka. Lalu bagaimana cara agar kita selalu bersemangat dalam mengerjakan amal saleh dan meninggalkan amal buruk?

Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah) menjelaskan di dalam buku Samiyyat (Beriman kepada yang Gaib) bahwasanya salah satu cara agar kita senantiasa taat dan menjauhi maksiat adalah dengan memperkuat keimanan akan adanya surga dan neraka. Surga dan neraka merupakan dua keberadaan yang wajib diyakini oleh setiap mukmin. Saat kita paham keberadaan surga adalah sebagai tempat bagi orang-orang yang taat dan neraka sebagai tempat bagi orang-orang yang membangkang kapada Allah Swt., tentu akan mudah bagi kita untuk melakukan amal baik dan susah untuk melakan amal buruk.

Setiap orang yang merindu surga pasti akan berusaha untuk melakukan segala kebaikan dan ibadah demi meraih surga yang dirindukannya. Sedangkan orang yang mengaku takut neraka pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kemaksiatan karena maksiat kepada Allah Swt. bisa menjadi sebab dirinya dimasukkan ke dalam neraka. Sebaliknya, jika ada seseorang yang mengaku beriman tetapi ternyata ia melakukan kemaksiatan, maka saat itu ia sedang lalai terhadap hukuman dan ancaman Allah Swt. Dan juga jika ada seorang hamba yang beriman tetapi berleha-leha dan lemah dalam menjalankan ibadah, maka saat itu ia sedang lalai akan ridha Allah Swt.dan surga-Nya. Buya menegaskan,

“Tidak ada seorang hamba yang melakukan kemaksiatan kecuali saat itu ia sedang lupa dan lalai terhadap hukuman Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Tidak ada seorang hamba yang lemah dalam beribadah kecuali karena dia sedang lalai akan ridho dan surga Allah Subhanallahu wa Ta’ala”.

Hal penting yang perlu dipahami ialah saat seorang hamba yang mengaku beriman melakukan kemaksiatan tidak berarti keimanannya langsung tercabut. Akan tetapi, kemaksiatan yang ia lakukan akan mengurangi kadar keimanan yang ada di dalam hatinya. Ini hanya berlaku dalam maksiat yang tidak menyebabkan seorang mukmin keluar dari iman. Sebab ada maksiat-maksiat yang jika dilakukan maka menjadikan ia keluar dari iman. Artinya, maksiat apa pun itu yang dilakukan tetaplah sangat merugikan keimanan. Dalam hal ini, Buya mewanti-wantikan,

“Di saat orang (yang bermaksiat) tersebut tidak segera menyesali kemaksiatannya dan tidak segera bertobat, maka imannya akan keropos dan terkikis hingga akhirnya bisa keluar dari wilayah iman”.

Jika kita renungi baik-baik, benarlah apa yang para ulama sudah ingatkan bahwa segala kebaikan yang dilakukan akan menambah keimanan dan segala kemaksiatan yang dilakukan akan mengurangi keimanan.

Terakhir, Buya juga berpesan,

Kita tidak boleh meremehkan surga karena di situlah keridhaan Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan juga tidak boleh meremehkan neraka karena di situlah tempat kemurkaan-Nya”.

Pembahasan mengenai keimanan kepada yang gaib ini sangat penting sekali untuk dipahami karena dengan memahaminya seorang mukmin dapat dengan mudah memperkuat keimanan dan meraih hikmah di baliknya. Bagi Anda yang ingin menambah khazanah keimanan dan ilmu, Anda dapat meraihnya dengan memiliki buku Samiyyat (Beriman kepada yang Gaib) ini.

Semoga kita selalu berada dalam ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Amin.

 

Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad

Referensi: Buku Samiyyat karya Buya Yahya

Tags: , ,

Bagikan ke

Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Mengaplikasikan Makna Transendental Al-Qur’an bagi Pemuda pada Era Digital
29 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Al-Qur’an adalah firman Allah yang berisi berbagai macam persoalan yang dialami manusia. Baik itu berupa masalah kehidupan,... selengkapnya

Menata Hati: Persiapan dan Bekal untuk Menyambut Bulan Ramadan
21 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Ramadan akan segera datang, sudahkan kita mempersiapkan diri? Apa saja sebenarnya pesiapan yang harus kita lakukan... selengkapnya

Perempuan yang Kuat, Terjaga oleh Qawwam yang Tepat
2 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak perempuan dewasa tumbuh dalam lingkungan yang keras, menghadapi berbagai kepahitan, dan berusaha pulih dari banyaknya luka.... selengkapnya

Cerpen: Kambing dan Terompah Pak Kiyai
9 Maret 2025

Pagi itu, suasana Pondok Al Khoirot terasa syahdu seperti biasanya. Lalu lalang santri bergegas menuju masjid untuk shalat Subuh berjamaah.... selengkapnya

Keterampilan Sains sebagai Bekal Anak dalam Menghadapi Tantangan Zaman
2 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada saat ini teknologi terus berkembang pesat seiring berkembangnya zaman. Negara-negara maju terus bersaing dalam menciptakan teknologi yang... selengkapnya

Secangkir Teh yang Tak Pernah Usai (Cerpen)
29 Juli 2025

PAGI itu, embun masih menggantung malu-malu di ujung daun jambu pekarangan rumah. Cahaya mentari baru saja menyelinap dari balik genting... selengkapnya

Shalawat Bersama, Kegiatan Keren yang Bisa Jadi Sarana Healing Anak Muda
30 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita telah berada di bulan mulia yang penuh kebahagiaan, bulan untuk memupuk kasih sayang, yaitu bulan... selengkapnya

Menghadapi Depresi Berat, Bolehkah Bunuh Diri?
1 November 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia terkadang mengalami depresi berat yang sulit untuk diselesaikan. Reaksi setiap orang dalam menghadapinya berbeda-beda, ada... selengkapnya

Memasuki H-2, Mari Intip Kesiapan Panitia Jelang Maulid dan Silaturahmi Akbar LPD Al-Bahjah 1444 H
30 September 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah telah memasuki H-2, berbagai persiapan terus dikebut demi menyambut dan memuliakan... selengkapnya

Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: