Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Jangan Sepelekan Wirid Jika Anda Tidak Ingin Kehilangan Warid

Jangan Sepelekan Wirid Jika Anda Tidak Ingin Kehilangan Warid

Diposting pada 1 Februari 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 3.532 kali / Kategori:

Hakikat Warid

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Jika asing dengan istilah warid, Anda mungkin tidak akan asing dengan istilah wirid. Keduanya berasal dari akar kata yang sama, warada-yaridu. Sementara wirid merujuk pada amalan zikir dan ibadah (termasuk sunnah yang muakkadah dan ghairu muakkadah) yang biasa kita lakukan. Saat membahas wirid yang merupakan perkara sunnah, maka perkara wajib tidak perlu ditanyakan lagi karena itu sudah menjadi modal dasar yang harus dilakukan.

Lalu apa makna warid? Buya Yahya menyampaikan,

Wirid itu zikir yang kita baca, sedangkan warid itu pemberian yang datang dari Allah Swt. Dan pemberian  yang sesungguhnya ini diberikan di akhirat.”

Beliau juga menambahkan bahwa warid ini bisa juga maknanya berupa karomah dari Allah Swt, kerinduan untuk ibadah, kedermawanan yang ditanamkan dalam hati, dan  kebaikan-kebaikan lain yang Allah Swt berikan kepada hamba-Nya. Itulah salah satu bentuk warid di dunia.

 

Pentingnya Wirid Sebelum Warid

Wirid penting untuk dilakukan seorang muslim. Buya mengutip:

لَا يَسْتَحْقِرُ الْوِرْدَ اِلّاَ جَهُوْلٌ

“Tidak ada orang yang merendahkan amalan zikir (termasuk perkara sunnah muakkadah dan ghairu muakkadah) kecuali orang yang sangat bodoh.”

Kata jahil itu orang yang tidak tahu sesuatu tapi masih tahu hal lain, sedangkan jahul ini artinya benar-benar tidak tahu segalanya.

Beliau juga mengutip perkataan Habib Ahmad bin  Hasan al-Attas dalam kitab Tazkirunnas:

مَنْ لَيْسَ لَهُ وِرْدٌ فَهُوَ كَالْقِرْدِ

“Barang siapa yang tidak melaksanakan wirid maka ia bagaikan kera”

Sebagian ulama menjelaskan analogi kera ini sebagai perumpamaan, yakni dalam hal kurang adab karena kera suka melompat-lompat yang menunjukkan kehinaan.

Demikian wirid juga tidak kalah pentingnya sebelum warid. Seseorang tidak akan mendapatkan warid tanpa wirid. Orang yang mendapatkan warid pasti secara lahirnya ia mengamalkan wirid dengan penuh kesungguhan.

Bahkan wirid atau zikir dan doa yang kita lakukan itu dalam rangka menunjukkan kelemahan diri kita di hadapan Allah Swt yang merajai segalanya.

Buya mengingatkan,

“Jangan sampai kita hanya mengandalkan kecerdasan tanpa dibarengi dengan permohonan. Nanti jadi cerdasnya iblis.”

Beliau juga menambahkan,

Karomah yang sesungguhnya akan ditandai dengan orang tersebut akrab dengan wirid. Karena waridat (baca: jamak dari warid) yang Allah Swt berikan sesuai dengan wirid yang engkau tegakkan.

 

Warid di Dunia vs Warid di Akhirat

Allah Swt memberikan warid baik di dunia maupun di akhirat kelak, tetapi manakah yang lebih utama?

Buya Yahya menyampaikan,

“Terkadang Allah Swt Yang Maha Kasih memberikan pembalasan dari wirid (warid) kita itu di dunia. Hanya saja itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang akan Allah Swt berikan nanti di akhirat.”

Karena itulah beliau berpesan,

“Maka di saat kita membaca wirid hadirkan makna ini: Karena Allah Swt.”

Sekaligus ini juga merupakan peringatan dari Ibnu Athaillah di dalam kitab Al-Hikam bagi para salik dan murid bahwa hendaknya yang mereka rindukan pertama kali adalah urusan akhiratnya. Karena pembalasan yang sesungguhnya adalah di akhirat. Oleh karenanya di saat melakukan wirid atau zikir jangan langsung ingin mendapatkan balasan di dunia.

Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad

Editor: Idan Syahid

Tags: , ,

Bagikan ke

Jangan Sepelekan Wirid Jika Anda Tidak Ingin Kehilangan Warid

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Perihal Toleransi dan Permohonan Doa Lintas Agama
26 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam konteks masyarakat plural seperti Indonesia, diskusi mengenai batas toleransi dalam hubungan antaragama terus menjadi perhatian akademik, teologis,... selengkapnya

Inovasi Pembelajaran di Sekolah Menggunakan Pendekatan Science-Technology-Religion-Engineering-Arts-Mathematics (STREAM)
5 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Perkembangan zaman yang semakin canggih menuntut masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan cepat. Kondisi ini ditandai dengan semakin... selengkapnya

Muslimah sebagai Penopang Peradaban
7 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Peran muslimah dalam sejarah peradaban Islam selalu menempati posisi istimewa. Islam tidak pernah memandang perempuan sebagai sekadar pelengkap,... selengkapnya

Simfoni Pengorbanan Iduladha
30 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha bukan sekadar hari raya, tapi sebuah perjalanan hati menuju pengorbanan sejati. Di balik setiap tetes keringat dan... selengkapnya

Hati-Hati, Amal Baik Bisa Sia-Sia
27 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap Muslim pasti mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan salah satu upaya untuk mendapatkannya adalah dengan berbuat... selengkapnya

Diksi Dua Wajah: Menegur dan Menyinggung di Grup, Tapi Giliran Ada Butuh Baru Japri
26 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman ini telah melahirkan sebuah peradaban baru, yaitu peradaban jempol dan tanda centang biru. Teknologi terus melesat seperti... selengkapnya

Bulan Suro Adalah Bulan Keramat, Benarkah?
18 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada sebagian masyarakat indonesia, terdapat sebuah keyakinan bahwa bulan Suro atau Muharram adalah bulan keramat. Pada... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal
12 Mei 2024

  Balada Rindu Sang Bilal (Oleh: Husni A. Mubarak)   Andai datang burung-burung surga padanya Bilal bin Rabah tetap memeras... selengkapnya

Cara Memakai Cincin Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad Saw
26 November 2024

Salah satu bentuk kesunahan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan cincin. Tidak hanya sebagai perhiasan dan alat... selengkapnya

Habib Novel Alaydrus Bongkar Cara Masuk Surga Dengan Modal Senyuman
30 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Senyuman merupakan sebuah hal lumrah dalam kehidupan manusia. Senyum mencerminkan rasa senang dan bahagia terhadap sesuatu... selengkapnya

Jangan Sepelekan Wirid Jika Anda Tidak Ingin Kehilangan Warid

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: