● online
Bagaimana Cara Menyikapi Cacian dan Makian? Berikut Pesan Buya Yahya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cacian dan makian seringkali kita dapati dalam berbagai keadaan. Namun sejatinya, apakah hal itu layak untuk dilakukan? Dan bagaimana cara kita menyikapinya? Setidaknya ada dua sikap yang dapat kita terapkan saat menghadapinya, sebagaimana Buya Yahya berpesan.
“Ada dua cara pandang urusan caci maki. Sisi yang pertama, kalau Anda dicaci dan diolok orang, mungkin memang ada sebabnya sehingga Anda harus dicaci dan diolok. Berarti yang dibenahi tentang sebabnya,” jelas Buya.
Pada sikap yang pertama ini, Buya berpesan tentang bagaimana menghadapi cacian dan olokan, yaitu hendaknya kita berpikir dan berbenah. Bukan langsung mencaci balik, melainkan pelajari dahulu sebabnya. Setelah itu, jika tidak benar apa yang orang olok-olokkan itu, maka sikap kita ialah beryukur karena kita tidak seperti apa yang dikatakannya. Sebaliknya, jika memang benar apa yang diolok-olokkan itu, maka yang kita lakukan ialah tidak perlu marah dan kesal. Buya berpesan,
“Jika ada orang mencaci kita, sederhana, tinggal Anda berpikir cerdas. Kalau Anda tidak seperti tuduhan dia, tinggal berkata ‘alhamdulillah, aku tidak seperti omongannya.’ Tenang saja. Kalau memang kita jelek seperti apa yang diomongkan, ngapain juga Anda marah? Toh memang Anda seperti itu. Selesai.”
Sisi yang kedua ialah bagaimana sikap kita saat melihat dan menyaksikan sesuatu yang tidak baik atau jelek. Buya melanjutkan,
“Sisi lain adalah cara pandang Anda saat melihat sesuatu yang itu tidak benar dan tidak baik, apakah serta merta kita caci dan kita olok?”
Buya juga menambahkan, ini adalah sikap umum yang dapat kita terapkan dalam menghadapi cacian dan makian. Lebih dalam lagi, ada adab yang perlu untuk diperhatikan saat kita mendapatkan cacian atau kritikan. Juga adab saat kita ingin mengkritik sesuatu. Adapun mencaci dan mengolok-olok jelas tidak pantas untuk kita lakukan.
“Dilihat dulu itu urusan apa. Jika urusan keyakinan dan keimanan, hal yang sudah disepakati para ulama, misalnya kita disalahkan tentang kemahatunggalan Tuhan, tentang Nabi Muhammad, maka jelas itu adalah orang salah. Tapi reaksi kita seperti apa? Kalau memang dia yang salah atau ada pembangkangan, gak perlu diajak diskusi dan sebagainya,” tegas Buya.
Buya juga melanjutkan bahwa jika hal itu dalam urusan furu’iyah agama, hendaknya kita mendahulukan sikap bijaksana dan saling menghormati, tidak boleh sampai caci mencaci.
“Termasuk juga jika urusannya itu perbedaan furu’iyah, ini sebenarnya Anda sederhana, gak boleh mencaci. Misalnya masalah fiqih, qunut dan tidak qunut, gak boleh sampai caci maki,” lanjut Buya.
Begitu juga saat kita hendak mengkritik sesuatu, tidak boleh sampai menjurus pada caci maki dan pertikaian. Buya menjelaskan,
“Kalau Anda ingin mengkritisi sebuah kajian ilmiah, lihat. Cek dulu betul tidak. Lalu masalah aqidah atau bukan. Kalau masalah aqidah, itu pun ada cara menyelesaikannya. Gak boleh sampai caci maki dan olok-olokan. Apa lagi masalah furu’iyyah yang orang boleh berbeda pendapat.”
Namun jika urusan tersebut di luar dari urusan agama dan hal yang disepakati para ulama, misalnya terkait perilaku seseorang, maka kembali ke sikap umum di atas.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa saat kita mendapatkan cacian atau hendak mengoreksi dan mengkritik sesuatu, Buya Yahya berpesan hendaklah kita selalu bersikap bijaksana. Demikian juga saat kita melihat perbedaan di sekeliling kita dalam bidang apa pun.
Demikian pesan Buya Yahya tentang bagaimana besikap bijak terhadap cacian, makian, dan juga kritikan. Semoga kita semua terhindar dari perilaku caci maki dan dapat bersikap dengan baik saat mengadapi itu semua. Aamiin ya Robbal ‘alamin.
Sumber: Youtube Al-Bahjah TV
Bagaimana Cara Menyikapi Cacian dan Makian? Berikut Pesan Buya Yahya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika hati lelah, bingung, pikiran penuh, dan langkah terasa goyah, kita berusaha mencari pegangan akan sesuatu yang membuat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ada pendapat yang mengatakan bahwa manusia pada dasarnya buruk sehingga dibutuhkan sejumlah syarat tertentu untuk mengubah keadaan alami... selengkapnya
Judul Buku : Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet Penulis : Buya Yahya Penerbit : Pustaka Al-Bahjah... selengkapnya
(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah telah memasuki H-2, berbagai persiapan terus dikebut demi menyambut dan memuliakan... selengkapnya
AB Voice: Dakwah Melalui Musik PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI- Alhamdulillah Pustaka Al-Bahjah, Rabu (29-09-2021) kedatangan tamu yang sangat spesial. Beliau adalah Kang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang berasal dari luar negara Arab, tepatnya dari negara Persia. Beliaulah yang mengusulkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mengantuk adalah sifat manusia yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa kantuk ini bisa disebabkan oleh berbagai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Banyak orang tua merasa telah memberikan yang terbaik bagi anak. Namun tanpa disadari, pola asuh tertentu justru dapat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap manusia memiliki karakter dan sifat masing-masing. Ada yang memiliki karakter dan sifat pendiam, ada juga... selengkapnya
Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.