Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » 5 Pola Asuh Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak

5 Pola Asuh Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak

Diposting pada 18 April 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 5 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Banyak orang tua merasa telah memberikan yang terbaik bagi anak. Namun tanpa disadari, pola asuh tertentu justru dapat melukai psikologis anak dan berdampak panjang terhadap perkembangan kepribadiannya. Berikut 5 pola asuh orang tua yang secara tanpa sadar menyakiti sang buah hati:

  1. Membandingkan Anak dengan Orang Lain

Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan orang tua diharapkan mampu mengenali serta menghargai keunikan tersebut dengan cara yang positif. Sikap meremehkan potensi anak dan membanding-bandingkannya dengan anak yang lebih unggul justru berisiko menurunkan rasa percaya diri.

Berbeda dengan upaya memotivasi yang bertujuan mendorong anak agar berkembang tanpa menjatuhkan, praktik perbandingan dapat berdampak negatif. Anak yang terus-menerus dibandingkan cenderung kehilangan semangat dan motivasi untuk berkembang secara optimal.

  1. Bersikap Kasar Kepada Anak

Dalam Islam, menyakiti orang lain adalah tindakan yang berdosa, baik secara fisik maupun secara nonfisik. Termasuk tidak dibenarkan bagi orang tua untuk bersikap kasar terhadap anak, seperti memukul, membentak, dan memarahi anak tanpa alasan yang jelas. Tindakan tersebut berdampak negatif pada konsekuensi psikologis anak, termasuk menimbulkan luka batin dan berpotensi memicu rasa kebencian anak terhadap orang tua. Dalam perspektif Islam, sikap kasih sayang menjadi salah satu prinsip utama dalam pengasuhan. Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda:

“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang tua” (HR. At-Tirmidzi)

  1. Pilih Kasih

Orang tua sering kali tanpa sadar memberikan kasih sayang yang berlebih kepada seorang anak. Sedangkan anak yang lainnya hanya mendapatkan ala kadarnya bahkan tidak mendapatkan kasih sayang sama sekali. Hal itu dapat menimbulkan ketimpangan kasih sayang. Seperti halnya anak yang satu merasa dimanja, sedangkan yang satunya lagi merasa diabaikan. Padahal Islam menganjurkan untuk berlaku adil pada sesama, termasuk orang tua kepada semua anak-anaknya.

  1. Mengabaikan Pendapat Anak

Anak yang pendapatnya kerap diabaikan oleh orang tua, meski dengan alasan demi kebaikan bersama, berisiko mengalami dampak jangka panjang pada perkembangan sikap dan perilakunya. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memicu kecenderungan memberontak serta berkembangnya sikap egois di kemudian hari.

Karena itu, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat. Setiap masukan sebaiknya dipertimbangkan secara terbuka, disertai tanggapan yang jelas. Apabila pendapat anak tidak dapat diterima, orang tua dianjurkan untuk menyampaikan alasan secara rasional agar anak tetap merasa dihargai dan memahami dasar pengambilan keputusan.

  1. Over Protektif

Perlindungan terhadap anak merupakan bagian dari fitrah orang tua. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, hal tersebut dapat berdampak kurang baik terhadap perkembangan anak. Sikap terlalu protektif berpotensi menghambat tumbuhnya rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan anak dalam mengambil keputusan.

Orang tua perlu menyeimbangkan antara upaya melindungi dan memberikan ruang bagi anak untuk belajar menghadapi tantangan. Dengan demikian, anak dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap menghadapi berbagai situasi dalam kehidupannya.

Pola asuh orang tua yang salah dapat berdampak pada keterikatan emosional (attachment) antara anak dan orang tua. Penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa anak yang merasa tidak dipahami atau tidak dihargai di rumah cenderung mencari validasi di luar lingkungan keluarga. Hal ini meningkatkan risiko keterlibatan dalam pergaulan negatif, kenakalan remaja, hingga perilaku menyimpang sebagai bentuk pelarian emosional.

Dalam Islam, hubungan orang tua dan anak sangat ditekankan sebagai hubungan yang penuh kasih sayang (rahmah), bukan sekadar otoritas. Al-Qur’an menegaskan pentingnya kelembutan dalam interaksi, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ ١٥٩ ( اٰل عمران/3: 159)

Artinya: “Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (Ali ‘Imran/3:159)

Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam juga memberikan teladan dengan penuh kasih sayang kepada anak-anak, bahkan beliau mencium cucunya Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain sebagai bentuk ekspresi cinta yang nyata. Oleh karena itu, bagi orang tua yang menyadari adanya kesalahan dalam pola interaksi dengan anak, Islam menganjurkan untuk segera melakukan tobat (kembali kepada Allah), introspeksi diri, serta memperbaiki hubungan dengan anak melalui permintaan maaf dan perbaikan komunikasi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun dan pintu tobat selalu terbuka selama manusia belum sampai pada ajalnya. Langkah ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi bentuk pemulihan hubungan psikologis yang sangat penting bagi perkembangan anak.

 

Referensi

  1. Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
  2. Ibn Qayyim Al-Jauziyyah. Tuhfatul Maudud bi Ahkam al-Maulud.
  3. Ibn Khaldun. Al-Muqaddimah.
  4. Al-Qur’an Al-Karim, Surah Ali Imran ayat 159.
  5. Hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam (HR. Bukhari dan Muslim).
  6. Baumrind, Diana. (1991). The Influence of Parenting Style on Adolescent Competence and Substance Use.
  7. Bowlby, John. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development.

 

Penulis: Gibran Fardiansyah (Santri SMAIQu kelas X)

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

5 Pola Asuh Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Amanah dalam Berutang, Hak-Hak Pemberi Pinjaman, dan Adab yang Seharusnya Dijaga oleh Kedua Belah Pihak
22 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Utang piutang adalah salah satu bentuk muamalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, kegiatan ini... selengkapnya

Jangan Sepelekan Wirid Jika Anda Tidak Ingin Kehilangan Warid
1 Februari 2024

Hakikat Warid Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Jika asing dengan istilah warid, Anda mungkin tidak akan asing dengan istilah wirid. Keduanya berasal... selengkapnya

2 Golongan Muslim Yang Tidak Akan Diberikan Pengampunan Saat Malam Nisfu Sya’ban
7 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam dimana amal kita diangkat kelangit. Pada malam ini satu hal yang... selengkapnya

Dua Tahun Tidak Bersua, Akhirnya Kembali Satu Hati di Al-Bahjah dalam Maulid Nabi Muhammad Saw
16 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Nabi Muhammad Saw adalah manusia agung dan mulia, sehingga setiap hal yang berkaitan dan berkenaan dengan... selengkapnya

Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?
24 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.... selengkapnya

Mana yang Lebih Baik?: Orang Kaya yang Bersyukur atau Orang Miskin yang Bersabar?
17 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Terdapat satu hadis Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam yang kurang lebih isinya orang beriman itu baik-baik saja keadaannya.... selengkapnya

Langkah-Langkah Menulis Beserta Penjelasannya
15 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa pun dapat menulis, tetapi tidak semua orang dapat menghasilkan tulisan yang baik. Sebab, menulis merupakan wujud... selengkapnya

Hikmah di Balik Pemilihan Jazirah Arab sebagai Tempat Turunnya Dakwah Islam
11 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (1)
27 April 2024

  MALU Aku malu pada bulan Yang terangnya meluluhlantahkan gelapnya hatiku Aku malu pada bintang Yang indah kemerlapnya tak seujung... selengkapnya

Apakah Curhat Termasuk Gibah?
7 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Curhat bisa menjadi suatu gunjingan dan bisa juga bukan. Artinya, terdapat dua tipe curhat, yaitu curhatan untuk... selengkapnya

5 Pola Asuh Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: