Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Bagaimanakah Cara Mencintai Rasulullah Saw? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut

Bagaimanakah Cara Mencintai Rasulullah Saw? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut

Diposting pada 9 September 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 2.061 kali / Kategori:

Cinta kepada Nabi merupakan hal yang sangat mudah untuk diucapkan. Akan tetapi, ternyata cinta kepada Nabi tidak sederhana dalam ucapan saja. Buya Yahya dalam tausiahnya menjelaskan bahwa cinta bukanlah sesuatu yang hanya cukup terucap saja,

Tidak cukup hanya mengatakan aku cinta. Cinta itu di dalam hati bukan di lisan. Jangan hanya berucap cinta. Akan tetapi bisakah kita memandang Baginda Nabi dengan hati kita?” tegasnya.

Lebih lanjut lagi, beliau juga memberi nasihat agar kita dapat bersungguh-sungguh dalam mencintai Rasulullah Saw. Setelah lisan mengucapkan, hati mengakui, maka perlu kesungguhan yang mendalam dalam mencintai Nabi Saw. Buya mengingatkan,

“Maka seriuslah. Sungguh-sungguhlah Anda dalam mengenali, mencintai Baginda Nabi Muhammad Saw. Karena cinta yang berguna adalah di saat nyawa kita masih di kandung badan kita. Hati kita yang mencintai Nabi itulah yang akan berguna saat kita hidup.”

Beliau juga menjelaskan bahwa segala hal fisik atau pun gelar dari manusia yang kita miliki tidak akan berguna. Tetapi yang akan berguna ialah saat Allah yang memberi kita gelar dan Nabi Muhammad Saw. mengakui kita. Itu diperoleh setelah kita berhasil mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan kesungguhan. Kesungguhan ini yang akan memunculkan bukti atau tanda cinta.

Pada kesempatan lain, Buya Yahya juga menjelaskan bagaimana tanda dari mencintai Baginda Nabi Muhammad Saw. Tanda cinta kepada Nabi ini juga dapat menjadi acuan cara dalam mencintai Baginda Nabi Saw. Beliau menjelaskan bahwa tanda yang sederhana cinta Nabi ialah lisan yang senantiasa melantunkan shalawat kepadanya. Lisan yang sering menyebut itu menandakan hati yang selalu ingat kepada yang dicintainya.

“Kalau sudah orang mencintai sesuatu maka dia akan sering mengingat, dan mengingat baginda Nabi adalah dengan sering bershalawat,” jelas Buya.

Beliau juga mengingatkan bahwa cara bershalawat tidak selalu melulu harus sekali duduk banyak shalawat yang dibaca namun setelah itu selesai hatinya lupa kepada Baginda Nabi Saw. Shalawat bisa dilakukan beriringan dalam segala aktivitas yang kita lakukan. Karena dasarnya adalah hati yang selalu ingat kepada Nabi tercinta, maka kehidupannya penuh dengan menyebut Nabi Muhammad Saw. Buya mengatakan,

Shalawat ini bisa dibaca dalam keadaan wanita haid, masak, kerja, dan berbagai keadaan. Hendaknya ingat Nabi ini Anda sebar sepanjang kegiatan harian, sehingga bershalawat terus dilakukan. Bukan hanya bershalawat sekali duduk tapi setelah itu Anda lupa Nabi.”

Kemudian tanda kedua ialah mengikuti apa-apa yang menjadi perintah dari Nabi Muhammad Saw. Taat terhadap perintah Nabi ini atas dasar cinta, karena cinta ini yang menjadi ruhnya.

Fattabi’uni adalah dzahirnya, kita mengikuti perintah Nabi. Tapi ruhnya adalah cinta kepada Nabi,” jelas Buya.

Buya juga melanjutkan bahwa semata-mata mengikuti tidaklan cukup, tapi harus ada cinta di dalamnya. Dengan demikian, bershalawat dan mengikuti perintah Nabi Saw. semuanya didasari oleh kesungguhan hati mencintai Baginda Rasulullah Saw.

Lebih lanjut lagi, Buya juga menerangkan tentang gambaran dari mencintai Nabi Saw.

Gambaran kita cinta kepada Nabi adalah bagimana kita membawa diri kita, membawa keluarga kita, membawa harta kita kepada Baginda Nabi Saw,” jelasnya.

Beliau melanjutkan,

“Membawa mereka bukan harus mereka menjadi seorang santri, akan tetapi kita menanamkan kecintaan di hati mereka. Mengenalkan kepada Baginda Nabi Saw. sehingga mereka tumbuh menjadi pecinta Nabi Saw.”

Lalu beliau juga menambahkan,

“Beruntunglah jika Anda menjadi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menghantarkan putra putrinya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Anda juga beruntung jika Anda diberi kekayaan lalu kerinduan untuk menggunakan kekayaan itu untuk Allah dan Rasul-Nya sangat tinggi.”

Semoga kita semua dapat mebuktikan cinta kita kepada Nabi Mulia Muhammad Saw. dengan terus bershalawat dalam berbagai aktivitas dan dapat mengikuti segala perintah dan jejak kehidupannya.

Sahabat pembaca sekalian, ada banyak sekali cara membuktikan cinta kita kepada Nabi Saw. Salah satunya ialah dengan turut serta memeriahkan hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw. Untuk itu, kami mengajak seluruh pembaca untuk ikut serta dalam acara Maulid dan Silaturahim Akbar Satu Hati di Al-Bahjah 1445 Hijriah. Acara tersebut insya Allah akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal: 17 September 2023 M./ 2 Rabi’ul Awwal 1445 H.
Waktu: Pukul 07.00 – 11.00 WIB
Lokasi: LPD Al-Bahjah Pusat, Jalan Pangeran Cakrabuana No. 179 Sendang Kec. Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45611

Akan ada juga event bazar buku-buku karya Buya Yahya dengan harga spesial khusus di bulan mulia untuk para pecinta Baginda Nabi yang hadir di acara ini. Jangan sampai terlewat! Adapun untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar acara ini, pembaca sekalian dapat mengunjungi akun Instagram @satuhatidi.albahjah atau media sosial Al-Bahjah.

Sumber: Youtube Al-Bahjah TV

Bagikan ke

Bagaimanakah Cara Mencintai Rasulullah Saw? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (4)
24 November 2024

  Sujud Saat tangis tak lagi bersuara Saat tangan tak lagi mampu menyeka air mata Saat lisan tak lagi dapat... selengkapnya

Asal-Usul Jin dalam Perspektif Islam
10 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 15 dan surat Al-Hijr ayat 27 diterangkan, bahwa jin merupakan makhluk yang... selengkapnya

Do’a Akhir Tahun Hijriah dan Do’a Awal Tahun Hijriah
18 Juli 2023

DO’A AKHIR TAHUN HIJRIAH & DO’A AWAL TAHUN HIJRIAH Semoga di tahun yang baru ini, kita semua selalu diberikan keberkahan... selengkapnya

Gen Z, Generasi paling Kesepian
14 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Generasi Z sering kali disebut sebagai generasi beruntung karena hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi. Oleh karenanya, kepemilikan gawai... selengkapnya

Pentingnya Membaca Buku: Manfaat yang Tak Tergantikan
29 Juli 2023

Membaca buku adalah kegiatan yang telah ada selama berabad-abad. Sejak ditemukannya tulisan, manusia telah menjadikan membaca sebagai salah satu cara... selengkapnya

Pesan Perdamaian untuk Pemilu 2024
15 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya

Cara Atasi Overthinking dalam Islam
9 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Overthinking dapat diartikan sebagai kondisi di mana seseorang memberikan ruang terlalu banyak terhadap pikiran untuk berpikir secara terus-menerus... selengkapnya

Punya Utang Puasa Wajib? Anda Bisa Dapatkan Pahala Dobel Saat Bulan Syawal! Begini Caranya
1 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ketika memasuki bulan Syawal, umat Islam diberikan kesempatan untuk meraih pahala yang besar dengan cara melaksanakan... selengkapnya

Kisah di Balik Penulisan Kalender Islam yang Tidak Banyak Orang Ketahui
13 Juli 2023

  Oleh: Ustadz Maulid Johansyah (Dewan Asatidz LPD Al-Bahjah) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebagaimana umat nasrani yang mempunyai penanggalan atau... selengkapnya

Haramkah Menulis dan Membaca Cerita Fiksi?
17 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cerita fiksi merupakan salah satu jenis karya sastra yang tulis oleh manusia dengan tujuan tidak hanya untuk... selengkapnya

Bagaimanakah Cara Mencintai Rasulullah Saw? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: