Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan

Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan

Diposting pada 18 Desember 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.234 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Allah Swt telah menciptakan hamba-Nya dengan berpasang-pasangan, laki-laki berpasangan dengan perempuan dalam sebuah ikatan halal pernikahan.

Di dalam sebuah ikatan cinta pernikahan tersebut setiap pasangan memiliki cara tersendiri dalam mengungkap kan atau mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada sang pasangan. Cara mengungkapkan atau mengekspresikan rasa sayang dan cinta inilah yang kemudian disebut dengan istilah “Bahasa Cinta”.

Namun seringkali perbedaan bahasa cinta dari pasangan tersebut menimbulkan permasalahan. Banyak di antara suami atau istri yang merasa kurang nyaman dan sulit memahami satu sama lainnya.

Hal ini jika dibiarkan maka akan menimbulkan rasa bosan dalam rumah tangga bahkan berpotensi memunculkan keretakan dalam rumah tangga. Jika perbedaan bahasa cinta ini terdapat dalam rumah tangga kita, apa yang hendaknya dilakukan?

Menurut Ummi Fairuz Ar-Rahbini, yang pertama harus dipahami adalah bahwa setiap manusia itu menikah bukan dengan orang yang paling sempurna, karena jika seseorang menginginkan menikah dengan orang yang paling sempurna maka niscaya ia tidak akan pernah bisa menikah.

Juga seseorang tidak akan pernah menemukan pasangan yang paling baik, sebab jika kita menikah dengan orang yang sangat baik sekalipun maka pasti di atasnya ada orang yang lebih baik lagi.

“Kita menikah dengan orang yang tidak sempurna, sebagaimana kita sendiri tidak sempurna, kita punya kekurangan. Maka jangan kaget jika terdapat kekurangan pada pasangan kita.”

Kemudian, bagi siapapun yang telah membangun rumah tangga, atau yang hendak membangun rumah tangga, harus benar-benar menyadari bahwa tujuan utama dari pernikahan adalah mencari ridha Allah Swt.

Maka dari itu siapapun pasangan yang telah Allah Swt takdirkan untuk kita, sejatinya adalah pasangan yang terbaik untuk kemaslahatan dunia dan akhirat kita.

“Jadi beda ya punya pasangan yang terbaik, dengan pasangan yang paling baik untuk kita.”

Ketika prinsip tersebut tertanam dalam diri kita saat awal membangun pernikahan, bahwa pernikahan adalah ladang atau jalan kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt, bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang, maka niscaya kita tidak akan mengalami bad mood, sedih, dan kecewa karena pasangan kita tidak seperti yang kita mau dalam mengungkapkan bahasa cinta nya.

Ummi Fairuz juga berpesan agar Jangan sampai rumah tangga menjadi tidak indah hanya karena hal-hal sepele yang diperbesar oleh diri kita sendiri, yang seringkali semuanya itu muncul dari prasangka buruk di hati kita.

Prasangka bahwa pasangan kita kurang mencintai kita, kurang perhatian, dan kurang mengertikan kita. Masalah-masalah sepele yang menjadi besar tersebut tanpa kita sadari berasal dari tuntutan-tuntutan diri kita sendiri terhadap sesuatu yang tidak dimiliki oleh pasangan kita.

Photo rose red flower and a craft recycled paper gift box on a white background

Akan lebih indah justru di dalam rumah tangga antar pasangan itu saling menuntut terhadap dirinya sendiri, maksudnya adalah keduanya sama-sama berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk pasangannya. Misalnya bagi seorang istri, seharusnya ia menuntut dirinya sendiri untuk bisa lebih mengerti kepada suami nya, tentang cara agar membahagiakan sang suami tersebut.

Sebab sang suami tersebut sudah Allah Swt pilih untuk menjadi pasangan hidup dan Allah telah menjadikan suami tersebut sebagai pintu surga yang ketika sang istri tersebut berbakti kepadanya, maka terdapat ridha Allah Swt disana, sehingga ketika ia mendapatkan ridha suaminya maka sang istri tersebut akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dihadapan Allah Swt.

“Maka jangan sibukkan diri kita dengan menjadikan dia seperti apa yang kita mau, tapi ayo kita belajar untuk bisa menjadi istri yang bisa membahagiakan dia.”

Namun Ummi juga menghimbau ketika di dalam kehidupan rumah tangga terdapat sesuatu hal yang suami kita tidak suka, ataupun ada sesuatu yang kita kurang suka, maka jangan pernah untuk memendamnya sendiri karena hal tersebut akan menyiksa diri kita sendiri.

Alangkah baiknya hal tersebut disampaikan dengan cara yang baik. Kemudian jangan menjadi pasangan yang mudah tersinggung ketika pasangan kita mengutarakan kesukaan atau ketidaksukaan nya kepada kita.

“Kalau ada sesuatu yang suami kita nggak suka, ataupun ada sesuatu yang kita kurang suka, ayo kita sampaikan dengan cara yang baik. Jangan jadi suami yang gampang tersinggung, jangan jadi istri yang gampang tersinggung, karena kita pengen nyaman.”

Jika semua hal tersebut sudah kita hadirkan dalam kehidupan rumah tangga kita, maka insyaallah kehidupan rumah tangga yang indah dan bahagia akan tercipta. Semoga Allah Swt senantiasa menjaga rumah tangga kita untuk selalu dalam keindahan dan kebahagiaan, hingga di akhirat kelak. Amiin

 

Sumber: Youtube Ummi Fairuz Ar-Rahbini

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Teks Khutbah Idulfitri 1446 H
22 Maret 2025

“Bersama hari raya Idulfitri ini mari kita wujudkan nuansa kasih sayang dan cinta di dalam keluarga untuk menjadikan rumah kita... selengkapnya

Pesan Perdamaian untuk Pemilu 2024
15 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya

Menyoal Cadar: Antara Syariat dan Budaya
26 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Isu mengenai cadar selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, terlebih bagi anak-anak muda yang baru mengetahui... selengkapnya

Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama
4 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya

Apakah Kebakaran di Los Angeles Balasan atas Kekejaman di Gaza?
16 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menelisik peristiwa yang terjadi di Palestina, setidaknya ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya. Pertama adalah rakyat... selengkapnya

Meminta Tanpa Mengeluh: Adab Berdoa Nabi Ayyub
14 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Doa sering dimaknai dengan permohonan atau permintaan dengan penuh harapan dan pujian kepada Tuhan. Dalam agama Islam,... selengkapnya

Kapan Waktu Menyembelih Hewan Kurban yang Paling Afdhol? Begini Penjelasan Buya Yahya
16 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan yang sering muncul ketika menjelang Iduladha salah satunya mengenai kapan waktu paling afdhol (utama) untuk menyembelih... selengkapnya

Di Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Founder Camp Sholawat Berikan Cara Bisa Istiqomah Sholawat Hingga Ribuan Setiap Hari, Mari Simak Tipsnya!
3 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada kegiatan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah 1444 H kemarin, sangat banyak ilmu dan nasihat yang... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal
12 Mei 2024

  Balada Rindu Sang Bilal (Oleh: Husni A. Mubarak)   Andai datang burung-burung surga padanya Bilal bin Rabah tetap memeras... selengkapnya

Pentingnya Memahami Perbedaan
3 Mei 2024

  Judul Buku   : Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama Penulis           : BuyaYahya Penerbit       ... selengkapnya

Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: