● online
- Kitab Bidayatul Wushul 1....
- Kosakata (Almufrodat) Sehari-Hari....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- Fiqih Shalat Berjamaah....
- المعين المبين في تعلم العرب....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
Solusi Overthingking Generasi Milenial! Tiga Hal Yang Didapat Ketika Visi Misi Akhirat Tertanam Dalam Hati

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pernahkah kita bekerja keras siang dan malam demi mengejar harta dan jabatan dunia tetapi malah merasa lelah dan nasib kita tidak kunjung membaik? Sementara di tempat yang berbeda ada orang lain yang biasa-biasa saja, tidak berambisi mengejar kedudukan dan harta kekayaan, tetapi justru harta kekayaan dan kedudukan dengan mudah datang seolah-olah harta dan kedudukan yang mengejar dirinya?
Ketahuilah, sungguh bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang kebetulan, sebab segala yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak Allah Swt, tidak ada satu hal pun yang luput dari pengaturan-Nya. Al-Quran dan Hadits menjadi petunjuk hal yang demikian tadi.
Kyai Idrus Romli dalam kajian rutin Tafsir Al-Qur’an Majelis Al-Bahjah, Sabtu, (29/10/2022) menyampaikan bahwa orang yang terlalu sibuk memikirkan dunia, Allah Swt akan hadirkan pada dirinya rasa fakir dalam diri dan kesulitan yang datang silih berganti. Berbeda dengan orang yang menjadikan akhirat sebagai segala tujuannya, menjadi visi misi hidupnya, apapun yang ia lakukan selalu visi misi akhirat dan dipikirannya selalu akhirat, maka Allah Swt akan turunkan karunia yang sangat luar biasa seperti dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Anas bin Malik RA berikut:
مَنْ كاَنَتْ اْلآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ َراغِمَةٌ ، وَمَنْ كاَنَتِ الدُّنْيَا همَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلََهُ ، وَلَمْ يَأتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدَّرَ لَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah Swt akan memberikan kekayaan kepada hatinya, memudahkan urusannya, dan dunia (yang hina ini) akan datang kepadanya (dengan sendirinya). Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah Swt akan memberikan (rasa) fakir kepadanya, mempersulit urusannya dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang sudah ditetapkan baginya.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik RA.).

Kyai Idrus Romli sedang memberikan tausyiah pada kajian Tafsir Al-Qur’an Majelis Al-Bahjah yang disiarkan langsung oleh Al Bahjah TV
Pertama, bagi orang yang menjadikan akhirat sebagai visi misi hidupnya, Allah Swt akan menghadirkan kekayaan di dalam hatinnya. Orang yang Allah Swt berikan kekayaan dalam hatinya tidak akan merasakan risau dan gelisah tentang masa depan dan rizki karena Allah Swt akan berikan ketenangan dalam hati nya.
“Allah menjadikan rasa kaya di hati nya, orang yang diberikan kaya hati tidak akan galau, tidak akan gelisah dan tidak akan risau tentang masa depan, karena kebanyakan risau, galau gelisah itu rizki yang akan datang. Orang yang pikirannya akhirat terus, visi misinya akhirat, oleh Allah diberikan kaya hati ”. Ujar Kyai Idrus Romli
Kedua, Allah Swt akan mengumpulkan kepadanya orang-orang. Orang yang visi misi hidupnya akhirat akan mudah bergaul dan akrab dengan orang lain, orang-orang dari berbagai kalangan akan dengan mudah akrab dengannya.
“Anugerah Allah yang kedua adalah Allah kumpulkan padanya orang-orang. Orang yang visi misinya akhirat, yang pikirannya akhirat terus, gampang bergaul, akrab dan supel dengan orang lain. Seperti kita jumpai guru-guru kita para ulama yang sholeh, semua kalangan merasa nyaman, merasa senang datang kepada beliau, orang yang baik merasa senang datang, orang yang biasa-biasa merasa senang datang, kadang-kadang orang jahat dan orang nakal juga merasa senang pada beliau dan tidak mudah bertengkar dengan orang lain. Ini balasan yang kedua, balasan anugerah Allah”
Ketiga, Allah Swt akan datangkan dunia padanya dalam keadaan hina. Maksudnya adalah rezekinya ia dapatkan dari arah dan jalan yang tidak disangka-sangka. Bahkan, rezeki tersebut datang tanpa melelahkan fikirannya.
“Balasan ketiga bagi orang yang pikirannya akhirat terus adalah dunia datang pada orang tersebut dalam keadaan hina. Maksudnya dalam keadaan hina adalah rezekinya dia dapatkan dari jalan yang tak disangka-sangka. Rizkinya dia dapatkan tanpa melelahkan pikirannya karena dunianya datang dalam keadaan hina”.

Sumber Gambar: Al-Bahjah TV
Sebaliknya, orang yang visi misi hidupnya adalah dunia, apapun langkah dan pekerjaan yang diperbuat oleh orang semacam ini tujuannya hanya untuk menumpuk harta benda dan kekayaan, maka Allah Swt akan menimpakan kepadanya tiga hal yang berlawanan dengan yang dijelaskan sebelumnya, yaitu pertama Allah Swt akan menjadikan kefakiran didalam kedua matanya. Maksudnya adalah orang seperti ini akan selalu merasa gelisah, risau dan galau tentang masa depan.
“Kalau dia punya uang cukup dimakan satu minggu, dia memikirkan minggu yang akan datang. Kalau uangnya cukup satu bulan, dia gelisah tentang bulan depan, kalau uangnya cukup satu tahun dia akan galau tentang tahun yang akan datang. Ini namanya oleh Allah memang disiksa orang semacam ini. Karena dunia ini enggak bisa dikejar, seperti mengejar bayangan, dikejar lari terus”.
Kemudian Allah Swt akan mencerai-beraikan orang seperti ini dengan orang-orang disekitarnya, dia akan gampang bermusuhan dengan orang lain karena orang ini mudah merasa iri dan sakit hati kepada orang lain yang mendapatkan rezeki dan harta melebihi dirinya.
“Allah cerai-beraikan dia dengan orang-orang disekitarnya. Artinya apa, orang ini gampang bermusuhan, orang ini gampang iri pada orang lain, gampang sakit hati. Kalau dia punya toko di rumahnya dan tetangganya di sebelah buka toko. dia marah, orang saling bertengkar karena berebut harta warisan”.
Dan yang terakhir, balasan orang yang didalam hatinya hanya tertanam visi misi dunia maka dunia hanya akan datang kepadanya hanya yang ditakdirkan oleh Allah Swt kepadanya, berdasarkan usaha dan kerja keras dirinya. Yang bukan hasil kerja kerasnya tidak akan Allah Swt datangkan kepadanya.
“Dunia yang datang pada orang tersebut hanya yang ditakdirkan oleh Allah, yang tak ditakdirkan tidak akan datang”. Pungkas Kyai Idrus Romli
Maka dari itu, sudah seharunya kita berintrospeksi diri ketika saat ini kita merasa galau dan risau tentang masa yang akan datang, ketika kesulitan dalam hidup datang silih berganti padahal kita sudah bekerja keras siang dan malam. Karena bisa jadi, visi misi akhirat dalam hati kita sangatlah minim atau bahkan belum tertanam dalam hati kita.
Sumber: Youtube Al-Bahjah TV
Solusi Overthingking Generasi Milenial! Tiga Hal Yang Didapat Ketika Visi Misi Akhirat Tertanam Dalam Hati
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Memiliki seorang ibu merupakan anugerah yang luar biasa sehingga berbakti kepadanya memiliki arti penting bagi seorang anak.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan yang sering muncul ketika menjelang Iduladha salah satunya mengenai kapan waktu paling afdhol (utama) untuk menyembelih... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari ini merupakan puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang bertajuk Maulid dan Silaturahmi Akbar... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mengadakan perayaan dengan suara keras yang dihasilkan dari sepiker berdaya tinggi seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak adalah titipan dari Allah Subhanau wa Ta’ala, maka setiap orang tua sejatinya tengah mengemban amanah atas titipan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren sering dipandang sebagai sarana pendidikan yang hanya membekali santrinya dengan ilmu keagamaan namun tidak menjadikan ia siap... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Seorang penulis hendaknya memperhatikan daya baca pembaca sasarannya. Dalam hal ini penulis harus menempatkan diri sebagai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merayakan tahun baru merupakan salah satu momen yang sangat dinanti oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan momen pergantian tahun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keputihan kerapkali membuat para wanita menjadi waswas. Waswas yang menimpa seorang wanita terhadap keputihan ini disebabkan adanya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam melakukan pernikahan tentunya kita memiliki tujuan-tujaun tertentu, umumnya untuk ibadah dan itu sangat mulia. Namun, akhir-akhir ini,... selengkapnya
Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000
Saat ini belum tersedia komentar.