● online
Panggilan Tengah Malam

TEMBOK kamar pondok yang lembap itu seperti satu-satunya yang nyata. Dinginnya meresap hingga ke tulang, menemani kesunyian yang pekat. Hanya cahaya layar handphone yang menyala, menjadi mercusuar kecil di tengah lautan keputusasaan yang diam-diam mulai menghanyutkanku. Lalu, dering itu memecah kesunyian. Nama “Bapak” berkedip-kedip, sebuah gambaran yang kutahu tak lagi secerah dulu.
“Apa kabar, Nak? Sehat?” Suaranya, serak dan berat, seperti datang dari ruang hampa. Itu adalah suara malaikat penjagaku. Tapi malam ini, terasa seperti gema dari kejauhan yang semakin memudar. Aku menegakkan punggung, berusaha mengekstrak sisa-sisa kekuatan yang masih tersisa.
“Alhamdulillah, baik, Pak,” ucapku. Dua kata itu nyaris tertahan di kerongkongan, sementara air mata sudah menggenang di pelupuk mata, menguji ketegaran yang kupaksakan.
“Bapak kangen sama kamu.”
Bruuk. Seketika itu juga, benteng pertahananku roboh. Kalimat sederhana itu bagaimana sebuah palu godam yang menghancurkan kaca. Air mata itu akhirnya tumpah, mengalir deras di pipi, membasahi baju lama yang sudah usang. Tangisku tersedat-sedat, tak terbendung.
“Sama, Pak. Ari juga kangen Bapak,” kataku, berusaha menelan getir. “Bapak, apa kabar?”
Ada jeda singkat yang terasa panjang. Aku bisa mendengar tarikan napasnya yang berat di seberang sana.
“Bapak sakit, Nak. Bapak udah dua hari ngga masuk kerja.”
Dunia berhenti berputar. “Sakit.” Kata itu menggantung di udara, lalu jatuh menimpaku dengan berat yang tak tertahankan. Tubuhku lunglai, seolah tulang-tulangku dicabut satu per satu. Handphone nyaris terlepas dari genggamanku yang mendadak lemas. Badanku merosot, terduduk lemah di lantai dingin, bersandar pada tembok pondok yang tak mampu memberikan kehangatan.
Dengan sisa tenaga, kuangkat kembali telepon itu ke telinga. Suaraku bergetar, nyaris seperti bisikan. “Bapak sakit apa?”
“Punggung, Nak. Kata dokter, peredaran darahnya kurang lancar. Ini Bapak lagi dibekam.” Lalu, datanglah pertanyaan yang membuatku membeku. “Uang kamu masih, Nak?”
Denting. Jantungku seakan berhenti berdetak. Aku terdiam. Seribu bahasa berkecamuk di kepala, tapi tak satu pun kata yang mau keluar. Aku memandangi dompet tipis di atas meja. Kosong. Bahkan untuk sepotong roti besok pagi, aku harus memutar otak. Bagaimana mungkin aku menjawabnya?
“Nak?” suaranya memanggil, menarikku dari jurang kebingungan.
Dengan lidah yang terasa seperti kapas, aku memaksakan kebohongan itu keluar. “Masih, Pak. Alhamdulillah. Cukup kok untuk seminggu.”
Berdosakah aku, Tuhan? Tanya itu menghantam sanubari. Aku telah membohongi orang yang telah mengorbankan segalanya untukku. Aku merasa seperti pengkhianat terkutuk.
“Alhamdulillah,” jawab Bapak, dan di suaranya terdengar beban yang sedikit terangkat. “Maaf ya, Nak. Bapak lagi nnga bisa ngirimin kamu uang sekarang. Uangnya mau Bapak pakai untuk berobat.”
Rasa bersalah itu mencekik. Di satu sisi, aku butuh uang untuk bertahan hidup. Di sisi lain, pria di seberang telepon itu, pahlawanku, jelas lebih membutuhkannya.
“Iya, Pak, tidak apa-apa,” kataku, berusaha membuat suaraku terdengar meyakinkan. “Bapak sekarang fokus ke kesehatan Bapak dulu, ya. Bapak harus sehat. Ngga boleh sakit lagi.”
“Baik, Nak. Iya. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam, Pak.”
Klik.
Bunyi itu menandakan akhir percakapan, tapi awal dari sebuah pergulatan baru. Aku tetap terduduk di lantai, dalam kesunyian kamar yang kini terasa lebih dingin dan lebih sunyi dari sebelumnya. Telepon masih tergenggam di tanganku. Malam ini, aku tidak hanya kehilangan uang untuk makan. Malam ini, aku merasa kehilangan sedikit dari diriku sendiri sebuah kepolosan yang tergantikan oleh sebuah kebohongan yang terpaksa, demi senyuman seorang ayah yang berjarak ratusan kilometer. Dan di keheningan itu, aku menyadari, pertempuran yang sesungguhnya baru saja dimulai.
Penulis: Nur Robi Ari Saputra
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Panggilan Tengah Malam
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah yang memiliki nilai pahala yang sangat agung di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai sebagian orang atau bahkan kita sendiri yang memiliki menggunakan pakaian bekas sebagai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Islam adalah agama yang sempurna dan memuliakan setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam urusan pernikahan. Memberikan kemudahan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dalam rangka memaksimalkan penyelenggaraan maulid akbar Nabi Muhammad Saw yang akan diselenggarakan pada Ahad, 6 Rabiul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tahukah kamu bahwa dalam Islam terdapat istilah istinja. Secara sederhana pengertian istinja adalah aktivitas bersuci setelah berhadas dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita hidup di zaman yang disebut sebagai era digital. Zaman yang memungkinkan setiap orang dapat menggenggam... selengkapnya
Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO MAULID NABI MUHAMMAD-1443 H-Dari beberapa persiapan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan kurang nyaman ketika menjalankan hari-hari. Seperti pekerjaan yang seakan tidak kunjung beres,... selengkapnya
Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000
Saat ini belum tersedia komentar.