Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Agar Hidup Bahagia dan Hati Tak Mudah Terluka

Agar Hidup Bahagia dan Hati Tak Mudah Terluka

Diposting pada 13 Oktober 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.331 kali / Kategori:

Kunci Hidup Bahagia

Berbicara tentang kehidupan yang damai tidak bisa terlepas dari hati. Semua kedamaian yang kita peroleh ternyata sangat bergantung pada kondisi hati. Semakin damai hati kita, maka semakin damai pula kehidupan kita. Ke mana pun kita berputar-putar mencari tips hidup bahagia, damai, tenteram, dan tenang tidak akan kita dapatkan jika tidak menyentuh dimensi hati. Buya Yahya mengingatkan,

Damai di semesta ini akan terwujud jika berangkat dari hati yang damai. Orang berbicara tentang perdamaian, ketenteraman, kebahagiaan, kalau hanya berputar-putar di luar hati, tidak akan ketemu. Karena semua itu kuncinya adalah di hati.”

Hati yang bersih tidak akan mudah terluka dan melukai orang lain. Saat ia bertemu siapa pun, tidak akan ada niat untuk menyakiti. Karena itu, suatu pertemuan, jika ingin berlangsung baik-baik saja, bernilai, dan tenteram, harus ada rambu-rambu di dalam hati. Rambu-rambu ini disampaikan oleh Buya Yahya berikut ini,

Pertama, tidak ada kebencian, prasangka buruk, keinginan menyakiti dan lain sebagainya di antara orang yang bertemu. Kedua, tertanam kecintaan, setidaknya, cinta bisa dibangun dalam pertemuan tersebut.”

Jika kedua rambu-rambu ini diterapkan, maka tidak akan ada pertemuan yang sia-sia, apa lagi pertemuan yang menjurus pada permusuhan.

Hati adalah kunci dalam menciptakan perdamaian, kebahagiaan, dan kesehatan lahir dan batin. Semakin berkualitas hati yang kita miliki, semakin berkualitas juga kehidupan yang kita jalani. Sebaliknya, jika hati kita rusak dan kotor, maka semakin rusak juga kehidupan yang akan kita hadapi.

Kekotoran hati ini bisa menjangkit siapa saja tanpa pandang bulu, Buya mengingatkan,

Hati yang kotor bisa menimpa siapa saja. Dan hati yang kotor ini saat menimpa siapa pun itu tetep jelek. Biarpun katanya dia hafal Al-Qur’an 30 juz. Biarpun katanya dia seorang ustadz, kiyai. Biarpun katanya dia seseorang yang terpandang. Maka berhati-hatilah Anda dalam urusan hati ini!”

Obat untuk Mengobati Hati

Tentu saja hati dapat kita latih sedemikian rupa agar menjadi hati yang selamat dan sehat. Langkah untuk memperolehnya pun memerlukan usaha yang tidak mudah, tergantung pada kadar penyakit hati yang kita miliki. Namun, seiring dengan usaha yang sungguh-sungguh dan doa yang kuat kepada Allah Swt, kita dapat memperbaiki, mengobati, dan membersihkan hati kita. Berikut ini latihan yang Buya Yahya berikan untuk mengobati hati.

1. Doakan orang yang menyakiti kita

Sebelum meminta kepada Allah Swt, biasakanlah mendoakan mereka yang pernah menzalimi kita. Doa yang dianjurkan bukanlah doa-doa kejelekan apalagi kutukan, melainkan doa-doa kebaikan yang terucap tulus dari dalam hati kita. Kita akan merasa untuk melakukannya sangat sulit, tetapi setelah mencobanya, ketidaktulusan akan mengelupas dari dalam hati kita. Karena mendoakan kebaikan untuk orang-orang yang menyakiti kita juga merupakan latihan agarkita bisa ikhlas. Buya Yahya menambahkan,

Kunci para kekasih Allah mendapatkan gelar kewaliannya (wilaayah) ialah qalbun saliim, hati yang selamat. Saat dia benci atau marah kepada seseorang, ia tidak mewujudkannya dalam bentuk reaksi-reaksi negatif.”

Para kekasih Allah Swt itu, bukan tidak pernah marah dan kesal, akan tetapi saat mereka mengalaminya, mereka menahan diri dan berdoa dengan doa-doa yang baik.

Buya Yahya menyampaikan,

Ada kisah sahabat yang dizalimi pada zaman Nabi Muhammad Saw, ia bertanya kepada Nabi Saw, ‘Apakah aku boleh membalasnya?’ Nabi Saw menjawab, ‘Kalau kau balas, kau sama seperti dia.’ Pada kesempatan lain, Nabi Saw pernah menyampaikan bahwa jika orang baik dibalas dengan kabaikan itu hal yang biasa. Tapi yang istimewa itu saat seseorang dizalimi, ia membalas dengan kebaikan.”

Lalu bagaimana cara agar kita tidak susah mendoakan kebaikan untuk orang lain? Buya Yahya menyarankan cukup tanamkan satu motivasi dari hadits Nabi Muhammad Saw berikut ini:

Nabi Saw bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

‘Tidak ada seorang muslim yang mendoakan orang lain yang tidak ada di hadapannya (karena tempatnya memang jauh atau dekat tapi bermusuhan) melainkan malaikat berkata: kamu mendapatkannya (duluan)’”

Setelah mendengar kabar gembira dari Rasulullah Saw dalam hadits di atas, apakah kita masih akan kesulitan untuk mendoakan kebaikan untuk orang lain?

Buya Yahya juga menyampaikan bahwa doa seperti ini lebih cepat terkabul dari doa di depan multazam dan meminta doa ke kiyai sekalipun.

Pakailah cara berdoa seperti ini, ini resep dari Nabi Saw. Yakinlah!” pesan Buya.

2. Biasakan untuk tidak menyebut kekurangan orang lain

Menyebut kekurangan orang lain hanya akan menimbulkan konflik dan masalah. Apa lagi jika menjurus pada cacian dan makian, itu hanya akan mengundang cacian dan makian lainnya. Oleh karena itu, jangan sampai kita biasa menyebut-nyebut kekurangan orang lain. Ini berlaku pada siapa pun dan dalam hubungan seperti apa pun. Buya berpesan,

Jika kamu sebagai suami menemukan kekurangan pada istrimu, pastikan engkau tidak akan menyebutnya sampai engkau mati!”

lalu bagaimana cara agar kita tidak mudah menyebut-nyebut kekurangan orang lain? Buya Yahya memberikan tipsnya dalam pesan berikut:

Ingatlah orang yang kau caci adalah ummat Nabi Muhammad Saw yang mana Nabi Saw mendoakannya agar mulia! Kenapa kau caci?”

Nabi Muhammad Saw sangat ingin ummatnya mulia dan masuk surga bersamanya, sebagaimana disampaikan juga oleh guru Buya Yahya, Prof. Dr. Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun yang dapat Anda simak di sini.

3. Tidak mencari-cari kejelekan orang lain

Mencari-cari kejelekan orang lain sama saja dengan membuka aib orang lain. Ini merupakan perilaku tercela yang hanya akan merusak hati. Buya Yahya berpesan,

Bagaimana mungkin kita begitu lancang melakukannya, sementara Allah Swt mengancam orang yang berbuat demikian melalui lisan Nabi Muhammad Saw,

مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ

Orang yang mencari-cari kejelekan orang lain (saudara muslimnya), Allah Swt akan membongkar aibnya’”

Sekalipun jika memang kita menemukan hal-hal yang mencurigakan pada orang lain, Buya menyampaikan bahwa ada cara menyikapinya. Cara menyikapinya yaitu pastikan saat kita mengetahuinya, sikap kita tidak berubah. Jangan dulu emosi dan memfitnah. Setelah memastikan sikap tidak berubah, carilah solusi bagaimana untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan.

Itulah beberapa tips untuk menata hati agar semakin terlatih untuk ikhlas, sekaligus tips agar hidup bahagia. Semoga Allah Swt membersihkan hati kita dari segala kekotoran dan semoga Allah Swt mengobati hati kita dari segala macam luka dan penyakit hati. Aamiin.

Sumber: Al-Bahjah TV.

Tags: , ,

Bagikan ke

Agar Hidup Bahagia dan Hati Tak Mudah Terluka

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Hukum Cat yang Menghalangi Anggota Wudu: Apakah Shalatnya Sah?
1 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Wudu merupakan syarat sah shalat yang harus dipenuhi setiap Muslim. Tanpa suci dari hadas besar maupun kecil, maka... selengkapnya

Maraknya Perceraian dalam Keluarga Muslim
28 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ada seorang kawan yang ingin dicarikan pendamping. Berbagai cara ditempuhnya untuk menemukan pujaan hati. Meminta bantuan kepada sanak... selengkapnya

Sudah 79 Tahun Merdeka, Perjuangan Belum Selesai!
17 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puji syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan anugerah kemerdekaan kepada negeri dan bangsa ini sehingga saat... selengkapnya

Bebas Utang dengan TENANG: Kombinasi Konsep Ilmiah dan Ilahiah
25 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seiring kilatnya perkembangan zaman, maka semakin banyak pula kemudahan-kemudahan yang didapat akibat evolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).... selengkapnya

Buya Yahya: Silaturahmi yang Benar Harus Menggabungkan Aspek Zahir dan Batin
7 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Silaturahmi diambil dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Shilatun (صلة) yang berarti penghubung, ikatan atau... selengkapnya

3 Cara Berbakti Kepada Orang Tua Saat Jauh dari Mereka
14 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban dalam Islam, setiap detik kita tidak boleh terlepas dari berbakti... selengkapnya

Hukum Menyalati Jenazah yang tidak Pernah Shalat? Buya Yahya Menjawab
3 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dinamika kehidupan di masyarakat yang memiliki agama dan kebudayaan yang beragam kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera... selengkapnya

Tips Menyikapi Suami Pendiam
16 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap manusia memiliki karakter dan sifat masing-masing. Ada yang memiliki karakter dan sifat pendiam, ada juga... selengkapnya

Menulis Itu Mudah?
17 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering kali mendengar dari sebagian orang bahwa menulis itu mudah. Hanya menggoreskan tinta di atas kertas, mengetikannya... selengkapnya

Mimpi Bertemu Nabi (Sebuah Kebanggaan yang Tak Bisa Diungkapkan)
18 Maret 2021

             Mimpi Bertemu Nabi (Sebuah Kebanggaan yang Tak Bisa Diungkapkan) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD... selengkapnya

Agar Hidup Bahagia dan Hati Tak Mudah Terluka

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: