Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Diposting pada 22 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 596 kali / Kategori:

Ketika Allah Cemburu Kepada Ciptaan-Nya

 

Di kesepian malam yang memanggil rindu

Langit menunduk menyaksikan kisah manusia yang lupa akan malu

Membawa hati menjauh dari Cahaya Ilahi yang terang

 

Pernahkah engkau tahu

Bahwa Allah juga bisa cemburu

Bukan seperti cemburunya manusia pada hati yang dikhianati

Melainkan cemburu Sang Maha Suci pada kehormatan yang dikhianati

Pada batas-batas yang dilanggar

Pada jiwa yang asyik menari di pelukan dosa tanpa gentar

 

Maka ketika tirai-tirai adab disingkap tanpa malu

Ketika mata dan hati menari dalam kemungkaran yang terang-terangan

Di situlah langit bersaksi atas kecemburuan Tuhanmu

Ia tidak buta, tidak tuli, tidak bisu.

 

Karena cinta-Nya amat suci

Dan cemburu-Nya bukan benci

Tapi panggilan agar manusia kembali

Pada batas, pada malu dan pada iman yang sejati

 

Bukanlah tubuh yang dituntut sempurna

Melainkan jiwa yang dijaga dari dosa

Bukanlah cinta yang dilarang

Melainkan cinta yang dibingkai dalam ridho dan ampunan-Nya

 

Wahai jiwa

Jika engkau mencintai-Nya, jangan biarkan dia cemburu padamu

Tundukkan pandanganmu, sucikan hatimu

Jaga dirimu, bukan hanya dari murka-Nya

Tapi juga dari luka yang mengiris rahmat-Nya

 

Karena ketika Allah cemburu

Itu bukan karena lemah

Melainkan karena cinta-Nya tak ingin kau jatuh dalam gelap

 

Maka Nikmat Tuhanmu yang Mana Lagi yang Engkau Dustakan?

 

Di langit tinggi menjulang tak bertiang,

Bulan bersinar, mentari pun terang,

Embun pagi jatuh perlahan,

Mengidupkan bumi menyapa kehidupan.

Di dada berdegup jiwa penuh makna,

 

Tanpa henti tanpa kita minta,

Udara masuk keluar nan bebas,

Tanpa biaya tanpa batas.

 

Samudera luas membentang, gunung-gunung menjulang,

Segalanya tunduk pada Tuhan yang kuasa,

Buah-buahan ranum hujan yang turun,

Rezeki mengalir meski lidah tak bersyukur.

 

Kita berdosa, Dia Maha Mengampuni,

Kita lupa, Dia tetap memberi,

Dalam gelap, Dia beri cahaya,

Dalam jatuh, Dia ulurkan cinta.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau dustakan?

 

Ketika setiap hela napas adalah karunia,

Setiap detik hidup adalah anugerah,

Setiap dosa kesalahan ada magfiroh,

Dan setiap ujian pun penuh hikmah.

 

Sujudlah wahai insan yang fana,

Sebelum waktu menutup mata,

Sebab semua kembali pada-Nya,

Sang Maha Pengasih yang tak berhenti memberi cinta.

 

Munajat Cinta di Sepertiga Malam

 

Dalam sunyi yang remang dan lembut berbalut,

Kala dunia tertidur lelap, hatiku bangkit termagut,

Sepertiga malam waktu paling syahdu nan suci,

Kuketik rindu pada sajadah sepi.

 

Bulan menggantung bagai lentera harapan,

Bintang bersaksi atas do’a yang dipanjatkan,

Tetesan air mata membasahi sajadah,

Mengalirkan cinta dalam ikhlas yang nyata.

 

Tuhanku, di ruang ini tiada yang tahu,

Selain engkau dan bisikan hatiku yang pilu,

Segala keluh, kesah, syukur, dan cobaan,

Terlukis dalam sujud dengan penuh harapan.

 

Kuraih langit tanpa tiang,

Kucium bumi dengan hati yang tenang,

Cinta ini tak sebatas kata,

Ia meresap, mengakar dalam tiap hela napas yang ada.

 

Tiada bunga, tiada pelita

Namun malam ini terasa paling indah adanya,

Karena kau mendengar dan itu cukup,

Untuk membuat jiwa ini tak lagi meredup.

 

Kusandarkan luka pada rahmat-Mu yang luas

Tak satu pun duka yang tak kau balas,

Dalam diam, cinta ini terus berseru,

Mengetuk langit dengan rindu nan syahdu

 

Wahai cahaya di atas segala gelap,

Izinkan cinta ini megalir tanpa sebab,

Munajatku bukan sekadar pinta,

Ia adalah bukti bawa hati ini butuh cahaya-Mu selamanya.

 

Oleh: Solahudin Al Ayyubi, S.Sos.

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Resensi Buku Silsilah Fiqih Praktis Cerdas Memahami Darah Wanita karya Buya Yahya
10 Februari 2025

Identitas Buku Judul: Silsilah Fiqih Praktis-Cerdas Memahami Darah Wanita Penulis: Buya Yahya Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Halaman: 177 Buku Silsilah Fiqih... selengkapnya

Prioritas yang Harus Didahulukan Seorang Perempuan Setelah Menikah: Suami atau Orang Tua?
9 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sering kali muncul pertanyaan mengenai prioritas kepatuhan seorang istri dalam sebuah rumah tangga; apakah harus mendahulukan suami... selengkapnya

Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini
3 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman ini, kita sering kali menyaksikan orang berbuat kejahatan demi meraup keuntungan pribadi. Mereka bisa melakukan perbuatan... selengkapnya

5 Keutamaan Menunaikan Shalat Tepat Waktu
7 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah segala kesibukan dan dinamika kehidupan, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Dari terbitnya fajar hingga... selengkapnya

Pentingnya Memahami Perbedaan
3 Mei 2024

  Judul Buku   : Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama Penulis           : BuyaYahya Penerbit       ... selengkapnya

Punya Utang Puasa Wajib? Anda Bisa Dapatkan Pahala Dobel Saat Bulan Syawal! Begini Caranya
1 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ketika memasuki bulan Syawal, umat Islam diberikan kesempatan untuk meraih pahala yang besar dengan cara melaksanakan... selengkapnya

Rebo Wekasan: Hukum Memercayai dan Tidak Memercayainya
12 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Istilah Rebo Wekasan sudah familiar pada sebagian kalangan masyarakat. Rebo Wekasan ialah istilah untuk hari Rabu... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (5)
9 Juli 2025

  Mampukah Aku? Perjalanan yang kurasa panjang ini… Ke manakah langkah akhir kan berlabuh? Pada hiruk pikuk dunia yang fana... selengkapnya

(Cerpen) Auman di Balik Semak
12 Oktober 2025

PADA suatu hari, Hutan Alamara tidak lagi memantulkan ketenangan yang dulu menjadi jiwanya. Sungai yang pernah berkilau bagai kaca kini... selengkapnya

3 Hal Yang Membuat Orang Tua Bahagia di Alam Kubur
24 Juni 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kepergian orang tua untuk selama-lamanya tentu selalu meninggalkan kesedihan dan duka yang mendalam. Penyesalan seringkali... selengkapnya

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: