Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Diposting pada 22 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 588 kali / Kategori:

Ketika Allah Cemburu Kepada Ciptaan-Nya

 

Di kesepian malam yang memanggil rindu

Langit menunduk menyaksikan kisah manusia yang lupa akan malu

Membawa hati menjauh dari Cahaya Ilahi yang terang

 

Pernahkah engkau tahu

Bahwa Allah juga bisa cemburu

Bukan seperti cemburunya manusia pada hati yang dikhianati

Melainkan cemburu Sang Maha Suci pada kehormatan yang dikhianati

Pada batas-batas yang dilanggar

Pada jiwa yang asyik menari di pelukan dosa tanpa gentar

 

Maka ketika tirai-tirai adab disingkap tanpa malu

Ketika mata dan hati menari dalam kemungkaran yang terang-terangan

Di situlah langit bersaksi atas kecemburuan Tuhanmu

Ia tidak buta, tidak tuli, tidak bisu.

 

Karena cinta-Nya amat suci

Dan cemburu-Nya bukan benci

Tapi panggilan agar manusia kembali

Pada batas, pada malu dan pada iman yang sejati

 

Bukanlah tubuh yang dituntut sempurna

Melainkan jiwa yang dijaga dari dosa

Bukanlah cinta yang dilarang

Melainkan cinta yang dibingkai dalam ridho dan ampunan-Nya

 

Wahai jiwa

Jika engkau mencintai-Nya, jangan biarkan dia cemburu padamu

Tundukkan pandanganmu, sucikan hatimu

Jaga dirimu, bukan hanya dari murka-Nya

Tapi juga dari luka yang mengiris rahmat-Nya

 

Karena ketika Allah cemburu

Itu bukan karena lemah

Melainkan karena cinta-Nya tak ingin kau jatuh dalam gelap

 

Maka Nikmat Tuhanmu yang Mana Lagi yang Engkau Dustakan?

 

Di langit tinggi menjulang tak bertiang,

Bulan bersinar, mentari pun terang,

Embun pagi jatuh perlahan,

Mengidupkan bumi menyapa kehidupan.

Di dada berdegup jiwa penuh makna,

 

Tanpa henti tanpa kita minta,

Udara masuk keluar nan bebas,

Tanpa biaya tanpa batas.

 

Samudera luas membentang, gunung-gunung menjulang,

Segalanya tunduk pada Tuhan yang kuasa,

Buah-buahan ranum hujan yang turun,

Rezeki mengalir meski lidah tak bersyukur.

 

Kita berdosa, Dia Maha Mengampuni,

Kita lupa, Dia tetap memberi,

Dalam gelap, Dia beri cahaya,

Dalam jatuh, Dia ulurkan cinta.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau dustakan?

 

Ketika setiap hela napas adalah karunia,

Setiap detik hidup adalah anugerah,

Setiap dosa kesalahan ada magfiroh,

Dan setiap ujian pun penuh hikmah.

 

Sujudlah wahai insan yang fana,

Sebelum waktu menutup mata,

Sebab semua kembali pada-Nya,

Sang Maha Pengasih yang tak berhenti memberi cinta.

 

Munajat Cinta di Sepertiga Malam

 

Dalam sunyi yang remang dan lembut berbalut,

Kala dunia tertidur lelap, hatiku bangkit termagut,

Sepertiga malam waktu paling syahdu nan suci,

Kuketik rindu pada sajadah sepi.

 

Bulan menggantung bagai lentera harapan,

Bintang bersaksi atas do’a yang dipanjatkan,

Tetesan air mata membasahi sajadah,

Mengalirkan cinta dalam ikhlas yang nyata.

 

Tuhanku, di ruang ini tiada yang tahu,

Selain engkau dan bisikan hatiku yang pilu,

Segala keluh, kesah, syukur, dan cobaan,

Terlukis dalam sujud dengan penuh harapan.

 

Kuraih langit tanpa tiang,

Kucium bumi dengan hati yang tenang,

Cinta ini tak sebatas kata,

Ia meresap, mengakar dalam tiap hela napas yang ada.

 

Tiada bunga, tiada pelita

Namun malam ini terasa paling indah adanya,

Karena kau mendengar dan itu cukup,

Untuk membuat jiwa ini tak lagi meredup.

 

Kusandarkan luka pada rahmat-Mu yang luas

Tak satu pun duka yang tak kau balas,

Dalam diam, cinta ini terus berseru,

Mengetuk langit dengan rindu nan syahdu

 

Wahai cahaya di atas segala gelap,

Izinkan cinta ini megalir tanpa sebab,

Munajatku bukan sekadar pinta,

Ia adalah bukti bawa hati ini butuh cahaya-Mu selamanya.

 

Oleh: Solahudin Al Ayyubi, S.Sos.

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Hati-Hati, Amal Baik Bisa Sia-Sia
27 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap Muslim pasti mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan salah satu upaya untuk mendapatkannya adalah dengan berbuat... selengkapnya

Menyoal Rokok dan Perkembangan Fatwanya dari Masa ke Masa
17 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pembahasan mengenai hukum rokok selalu penting untuk disimak di tengah-tengah zaman yang terus berkembang. Para ulama terdahulu hidup... selengkapnya

Harmonika Peribadahan sebagai Pembentuk Simfoni Kehidupan
16 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bermula dari titik yang sangat kecil dan personal, yakni harmonika peribadahan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Di sinilah,... selengkapnya

Cemburunya Bidadari Surga
16 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Agama Islam merupakan ajaran yang menjunjung tinggi kedudukan nilai keadilan, kemanusiaan, kemulian, dan kesetaraan. Sejak datangnya Islam... selengkapnya

Keutamaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan
13 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keistimewaan bagi umat Islam di pelbagai belahan penjuru bumi karena setiap amalan ibadah... selengkapnya

Wanita Mulia, Menebar Cahaya dalam Setiap Langkah Hidupnya
25 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita hadir dengan kemuliaan dan kesalehannya, ia membawa keberuntungan besar bagi orang-orang yang berada di... selengkapnya

Inovasi Dakwah Melalui Gedung Media Al-Bahjah yang Baru Diresmikan
10 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya

Puisi-Puisi Odi Yanuar
8 Juni 2024

  Lima Tiang   Ada lima tiang Tiang itu berdiri kokoh Kokoh karena selalu dijaga Dijaga dan dilestarikan   Tiang... selengkapnya

Haramkah Menulis dan Membaca Cerita Fiksi?
17 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cerita fiksi merupakan salah satu jenis karya sastra yang tulis oleh manusia dengan tujuan tidak hanya untuk... selengkapnya

4 Tanda Malam Lailatul Qadr Menurut Buya Yahya
20 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan... selengkapnya

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: