Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Diposting pada 22 June 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 459 kali / Kategori:

Ketika Allah Cemburu Kepada Ciptaan-Nya

 

Di kesepian malam yang memanggil rindu

Langit menunduk menyaksikan kisah manusia yang lupa akan malu

Membawa hati menjauh dari Cahaya Ilahi yang terang

 

Pernahkah engkau tahu

Bahwa Allah juga bisa cemburu

Bukan seperti cemburunya manusia pada hati yang dikhianati

Melainkan cemburu Sang Maha Suci pada kehormatan yang dikhianati

Pada batas-batas yang dilanggar

Pada jiwa yang asyik menari di pelukan dosa tanpa gentar

 

Maka ketika tirai-tirai adab disingkap tanpa malu

Ketika mata dan hati menari dalam kemungkaran yang terang-terangan

Di situlah langit bersaksi atas kecemburuan Tuhanmu

Ia tidak buta, tidak tuli, tidak bisu.

 

Karena cinta-Nya amat suci

Dan cemburu-Nya bukan benci

Tapi panggilan agar manusia kembali

Pada batas, pada malu dan pada iman yang sejati

 

Bukanlah tubuh yang dituntut sempurna

Melainkan jiwa yang dijaga dari dosa

Bukanlah cinta yang dilarang

Melainkan cinta yang dibingkai dalam ridho dan ampunan-Nya

 

Wahai jiwa

Jika engkau mencintai-Nya, jangan biarkan dia cemburu padamu

Tundukkan pandanganmu, sucikan hatimu

Jaga dirimu, bukan hanya dari murka-Nya

Tapi juga dari luka yang mengiris rahmat-Nya

 

Karena ketika Allah cemburu

Itu bukan karena lemah

Melainkan karena cinta-Nya tak ingin kau jatuh dalam gelap

 

Maka Nikmat Tuhanmu yang Mana Lagi yang Engkau Dustakan?

 

Di langit tinggi menjulang tak bertiang,

Bulan bersinar, mentari pun terang,

Embun pagi jatuh perlahan,

Mengidupkan bumi menyapa kehidupan.

Di dada berdegup jiwa penuh makna,

 

Tanpa henti tanpa kita minta,

Udara masuk keluar nan bebas,

Tanpa biaya tanpa batas.

 

Samudera luas membentang, gunung-gunung menjulang,

Segalanya tunduk pada Tuhan yang kuasa,

Buah-buahan ranum hujan yang turun,

Rezeki mengalir meski lidah tak bersyukur.

 

Kita berdosa, Dia Maha Mengampuni,

Kita lupa, Dia tetap memberi,

Dalam gelap, Dia beri cahaya,

Dalam jatuh, Dia ulurkan cinta.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau dustakan?

 

Ketika setiap hela napas adalah karunia,

Setiap detik hidup adalah anugerah,

Setiap dosa kesalahan ada magfiroh,

Dan setiap ujian pun penuh hikmah.

 

Sujudlah wahai insan yang fana,

Sebelum waktu menutup mata,

Sebab semua kembali pada-Nya,

Sang Maha Pengasih yang tak berhenti memberi cinta.

 

Munajat Cinta di Sepertiga Malam

 

Dalam sunyi yang remang dan lembut berbalut,

Kala dunia tertidur lelap, hatiku bangkit termagut,

Sepertiga malam waktu paling syahdu nan suci,

Kuketik rindu pada sajadah sepi.

 

Bulan menggantung bagai lentera harapan,

Bintang bersaksi atas do’a yang dipanjatkan,

Tetesan air mata membasahi sajadah,

Mengalirkan cinta dalam ikhlas yang nyata.

 

Tuhanku, di ruang ini tiada yang tahu,

Selain engkau dan bisikan hatiku yang pilu,

Segala keluh, kesah, syukur, dan cobaan,

Terlukis dalam sujud dengan penuh harapan.

 

Kuraih langit tanpa tiang,

Kucium bumi dengan hati yang tenang,

Cinta ini tak sebatas kata,

Ia meresap, mengakar dalam tiap hela napas yang ada.

 

Tiada bunga, tiada pelita

Namun malam ini terasa paling indah adanya,

Karena kau mendengar dan itu cukup,

Untuk membuat jiwa ini tak lagi meredup.

 

Kusandarkan luka pada rahmat-Mu yang luas

Tak satu pun duka yang tak kau balas,

Dalam diam, cinta ini terus berseru,

Mengetuk langit dengan rindu nan syahdu

 

Wahai cahaya di atas segala gelap,

Izinkan cinta ini megalir tanpa sebab,

Munajatku bukan sekadar pinta,

Ia adalah bukti bawa hati ini butuh cahaya-Mu selamanya.

 

Oleh: Solahudin Al Ayyubi, S.Sos.

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Pentingnya Membaca Buku: Manfaat yang Tak Tergantikan
29 July 2023

Membaca buku adalah kegiatan yang telah ada selama berabad-abad. Sejak ditemukannya tulisan, manusia telah menjadikan membaca sebagai salah satu cara... selengkapnya

Menjadi Pemuda Produktif ala Ashabul Kahfi
23 November 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Masa muda idealnya diisi dengan segala macam produktivitas. Namun, godaan dapat membawa masa muda menjadi sia-sia.... selengkapnya

Bijak Memandang Fenomena Pawang Hujan Mandalika
27 March 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – MOTOGP Mandalika 2022 rampung digelar pada Ahad, 20 Maret 2022 pekan lalu. Dibalik kemeriahannya, banyak hal... selengkapnya

Berburuk Sangka Itu Diam-Diam Menghayutkan
29 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita mungkin pernah mendengar kalau di balik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kita juga tahu kalau... selengkapnya

Menyoal Cadar: Antara Syariat dan Budaya
26 May 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Isu mengenai cadar selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, terlebih bagi anak-anak muda yang baru mengetahui... selengkapnya

Selangkah Lebih Dekat dengan Kitab Ramadhaniat Karya Buya Yahya
22 March 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keutamaan bulan Ramadan benar adanya. Banyak hadis-hadis Nabi, kisah orang-orang saleh, dan berbagai riwayat yang telah menyebutkannya.... selengkapnya

Muncul Keyakinan di Masyarakat Bulan Dzulqa’dah (Kapit) adalah Bulan Sial, Benarkah?
24 May 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam... selengkapnya

Selain Mengatasi SDM Rendah Menulis Juga Meningkatkan Kualitas Hidup
5 August 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menulis dipandang sebagai kegiatan formal, kaku, culun, polos, etc yang dilakukan hanya untuk mengisi kekosongan waktu semata.... selengkapnya

Viral Cek Khodam di Media Tiktok, Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Khodam?
9 July 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Baru-baru ini aktivitas “cek khodam” ramai di media sosial, khususnya di live TikTok dan Instagram. Pengguna media... selengkapnya

Memungut Hikmah di Bulan Rajab: Perjalanan dari Akal menuju Hati
31 December 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Rajab sering kali hadir menyapa kita dengan suasana yang tenang namun penuh wibawa. Di tengah deru kehidupan... selengkapnya

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: