● online
Menjadi Muslim Moderat di Era Society 5.0

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjadi Muslim moderat berarti menjalankan pemahaman agama dengan Rahmatan Lil Alamin, menolak segala bentuk ekstrimisme atau kekerasan, serta penuh dengan menghargai perbedaan. Gagasan tentang Islam moderat ini diamalkan umat Muslim sebagai jalan tengah sehingga dengan sadar menjalankan lelaku kesehariannya secara seimbang. Islam moderat juga merupakan antitesis dari Islam radikal yang menjadikan kekerasan sebagai cara untuk mendakwahkan Islam.
Gagasan Islam radikal sering kali menyisakan citra negatif terhadap ajaran Islam itu sendiri. Oleh karena itu, di tengah kehidupan yang penuh dengan pelanggaran aturan dan penyimpangan pelbagai norma yang sistemis, menjadi Muslim moderat menjadi metode yang relevan di era resolusi atas resolusi seperti sekarang. Selain itu, Muslim moderat juga adalah jalan yang sesuai dengan wajah Islam sebagai agama kasih sayang. Hal ini merujuk pada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ … ١٤٣ ( البقرة/2: 143)
“Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS. Al-Baqarah: 143)
Kajian kata-kata dalam ayat ini menurut para mufassir menjadi penting, karena setiap kata dalam Al-Qur’an memiliki pesan dan maknanya tersendiri. Salah satu kata yang terdapat pada ayat tersebut adalah kata “Ummatan”. Arti kata tersebut merujuk pada umat Islam, bukan kepada agama Islam. Sebab agama Islam sudah barang tentu adalah moderat. Islam tidak perlu dimoderatkan dan tidak perlu disandingkan dengan kata “moderat”. Yang perlu diupayakan untuk bersikap moderat adalah umat Islamnya itu sendiri. Hal yang juga penting untuk disinggung dalam hal ini termasuk perlunya membedakan antara umat dan agama. Sebab bisa jadi seorang umat tidak menjalankan ajaran agamanya dengan baik sehingga dia tidak merefresentasikan dari agamanya itu sendiri.
Dalam ayat di atas juga terdapat kata “Ja’alna” yang artinya “menjadikan”. Dalam hal ini bermakna Allah membuat sesuatu yang awalnya “potensi” untuk menjadi “aktual”. Dengan demikian ia adalah gabungan dari tindakan atau kehendak Allah dengan tindakan manusia. Potensi yang dimaksud adalah agama Islam itu sendiri, atau lebih tegasnya adalah sesuatu ajaran yang moderat. Adapun aktualnya adalah tugas kita sebagai umatnya untuk menginternalisasi Islam yang moderat tersebut di dalam diri kita. Oleh karena itu dalam ayat tersebut Allah mengatakan bahwa Allah menjadikan kita umat yang pertengahan (moderat). Maka, kajian-kajian mengenai Islam seharusnya dilakukan terhadap ajaran Islam itu sendiri, melalui sumber-sumber utamanya yaitu Al-Qur’an dan hadist. Tidak bisa dilihat hanya kepada tingkah laku umatnya belaka.
Kata selanjutnya yang dapat kita bahas yaitu kata “Wasathan”. Para ulama tafsir mengartikan kata ini setidaknya sebagai: pertengahan; adil; dan terbaik. Pertama diartikan sebagai pertengahan. Ya, kata wasit dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “Wasatha”. Seperti wasit ia mesti tengah-tengah. Artinya ia tidak dipengaruhi bias dari kanan maupun dari kiri. Dalam konteks wasit, ia tidak boleh memihak pada ancaman maupun rayuan. Tetapi dia harus senantiasa berada di tengah-tengah dalam mengambil keputusan. Namun tidak cukup dengan hanya berada di tengah-tengah, ia mesti diperkuat maknanya dengan “adil”. Sebab berada di tengah bukan berarti kita tidak bisa bersikap, tegasnya dalam hal ini moderat bukan berarti tidak berpihak. Oleh karena itu adil bukan berarti bersikap sama kepada masing-masing kubu. Akan tetapi adil itu adalah menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya. Maka seorang yang sudah moderat dan tidak terbias dengan sesuatu yang berada di kanan atau kiri, mestilah juga bersikap adil, mana yang benar dan mana yang tidak.
Makna kata “wasathan” juga artinya terbaik. Bahwa seseorang tidak akan ditunjuk menjadi wasit kalau ia tidak menjadi yang terbaik. Dalam arti terbaik, mestilah ia memiliki ketinggian moral yang baik dalam menyampaikan kebenaran yang haq, meskipun kebenarannya itu berbeda dari kebenaran yang sudah dianggap oleh mayoritasnya.
Pada kesimpulannya, menjadi Mulsim moderat adalah menjadi Muslim yang berada di tengah-tengah. Tidak bias kanan atau kiri, menghukumi secara adil tentang apa yang benar dan apa yang salah, tanpa peduli dengan risiko-risiko atas sikapnya yang berbeda dari masyarakat mayoritas pada umumnya, serta menyampaikan kebenaran itu secara bijaksana. Menjadi Muslim moderat era sekarang berarti kembali pada Khittah agama Islam itu sendiri, pada solusi yang sudah ada dalam Islam itu sendiri.
Wallahu A’lam Bissowab
Penulis: Syahidan
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Menjadi Muslim Moderat di Era Society 5.0
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan, malam yang penuh... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merupakan sebuah kebaikan membuat program mulia dengan membagikan makanan sehat, bergizi, dan gratis atau MBG kepada masyarakat. Selagi... selengkapnya
AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya
Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah memberikan tausiyah tentang cara yang lebih baik dalam menyantuni anak yatim dan piatu. Menurut Buya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya... selengkapnya
Membaca buku adalah kegiatan yang telah ada selama berabad-abad. Sejak ditemukannya tulisan, manusia telah menjadikan membaca sebagai salah satu cara... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kita jumpai tulisan di media massa yang penulisnya tidak memiliki latar belakang bahasa atau jurnalistik. Mengapa bisa... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak tidak hanya tumbuh dari makanan yang ia makan atau sekolah tempat ia belajar. Anak juga tumbuh dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak amalan yang dapat dilakukan di bulan Ramadan, selain melakukan amalan-amalan yang biasa dilakukan di bulan-bulan lainnya,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjadi Muslim moderat berarti menjalankan pemahaman agama dengan Rahmatan Lil Alamin, menolak segala bentuk ekstrimisme atau kekerasan, serta... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000
Saat ini belum tersedia komentar.