Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Membaca Adalah Modal: Teknik Dasar Menulis Artikel Jurnalistik untuk Pemula

Membaca Adalah Modal: Teknik Dasar Menulis Artikel Jurnalistik untuk Pemula

Diposting pada 5 Maret 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 150 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kita jumpai tulisan di media massa yang penulisnya tidak memiliki latar belakang bahasa atau jurnalistik. Mengapa bisa demikian? Sebab pada hakikatnya menulis itu tidak memandang latar belakang penulisnya. Memang benar orang yang berkecimpung di dunia bahasa dan jurnalistik, memiliki potensi yang lebih besar untuk mahir menulis dan menjadi penulis. Namun, keterampilan menulis bukan karena itu saja. Faktor yang lebih menentukan adalah menjadi pendengar dan pembaca yang baik. Mustahil coretan-coretan pena bisa tersaji di dalam kertasnya tanpa adanya imajinasi yang lahir dari hasil menyimak yang ada di sekitarnya.

Oleh karena itu, untuk menjadi penulis, mula-mula cintailah membaca informasi apa pun tanpa pilih-pilih tema. Gemari membaca pelbagai disiplin ilmu sampai menemukan gagasan dan pandangan kita terhadap suatu permasalahan sekaligus solusi pemecahan masalahnya. Selanjutnya, proses mengolah istilah “kausalitas” sebab akibat. Seorang penulis yang berarti juga seorang pembaca keadaan, dalam hal ini harus peka dalam membaca kondisi sekitar dan problematika sosial yang terjadi. Sederhananya banyak mempertanyakan berbagai hal tentang sesuatu, “mengapa bisa terjadi”? serta “akibat apa yang ditimbulkan dari kejadian/permasalah tersebut?” Sebab, cikal bakal terserapnya sebuah informasi bisa didapatkan dari pertanyaan mengapa dan bagaimana. Lalu dilanjutkan dengan mengolah pertanyaan 5W+1H untuk melengkapi proses selanjutnya.

Meskipun pernah belajar ilmu menulis di jurusan saat kuliah, hal tersebut masih tetap membutuhkan beberapa pijakan selanjutnya untuk mencapai puncak kesuksesan. Ibarat seekor kancil yang ingin menyeberang sebuah sungai, dia harus meloncati beberapa batu untuk mencapai tepi. Apabila tidak bisa menapaki satu demi satu batu yang ada di tengah-tengah sungai maka ia akan terjebak di tengah sungai dan sangat mungkin sang kancil akan dimangsa seekor buaya. Oleh karena itu, sang kancil harus menapaki satu per satu batu tersebut dan mencari pijakan lain untuk membawanya menuju tepi sungai yang memiliki pemandangan yang indah dan suburnya buah-buahan untuk dinikmati.

Perumpamaan ini bermaksud menggugah pola pikir seorang calon penulis, jangan sampai hanya mengandalkan jurusan dan mata kuliah yang telah didapatkan saja. Akan tetapi, asahlah kemampuan menulis dengan mulai menyimak dan membaca. Niscaya perbendaharaan keilmuan yang dimiliki semakin memudahkan kita menemukan kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan frasa demi frasa, serta paragraf demi paragraf untuk tulisan kita.

Sebagai contoh, jika ingin bisa membuat sebuah artikel maka jangan sungkan untuk membaca artikel orang lain dari pelbagai sumber media massa atau media internet sebagai bahan rujukan. Terkadang ego merasa tulisan sendiri lebih baik dari yang lainnya membuat angkuh untuk tidak belajar dari tulisan orang lain. Tulisan yang dianggap kaya itu sebenarnya dinilai orang sangat miskin kreativitas karena menggunakan pola yang sama dan dengan kata-kata itu saja yang digunakan. Turunkanlah ego tersebut dengan merasa masih harus banyak belajar dari tulisan orang lain yang beragam dan memiliki kualitas. Jadilah pribadi yang merasa bodoh dan haus akan ilmu sehingga kita tidak akan sungkan untuk belajar kepada orang lain.

Yakinlah, orang-orang di luar jurusan bahasa dan jurnalistik itu pun tidak tiba-tiba jadi mahir menulis dan setiap tulisannya selalu masuk di kolom-kolom surat kabar ternama. Apalagi jurusan kuliah mereka tidak spesifik untuk mengarahkan menjadi seorang penulis. Akan tetapi, ada proses panjang yang dilalui dan itu semua dimulai dari menyimak dan membaca. Selanjutnya mulailah mengerucut menuju bacaan yang kita sukai, baik itu bacaan fiksi maupun nonfiksi. Intinya perbanyak bahan bacaan sebagai rekomendasi khazanah perbendaharaan tulisan kita. Setelah itu, barulah mengaitkan dengan kondisi sosial yang sedang terjadi baru-baru ini atau istilah lainnya adalah kejadian viral. Dari sana bisa dibuat tulisan apa pun.

 

Penulis: Ivan Arief Rachman, S.Pd.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Membaca Adalah Modal: Teknik Dasar Menulis Artikel Jurnalistik untuk Pemula

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Bahaya Was-Was, dari Masalah Mental hingga Hukuman dari Allah
2 Oktober 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masalah waswas kerap dihadapi banyak orang tanpa pandang bulu. Satu hal yang pasti menurut Imam Al-Ghazali, orang... selengkapnya

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban: Jangan Biarkan Berlalu Sia-Sia
13 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan... selengkapnya

Memasuki Bulan Rajab, Adakah Amalan Khusus?
4 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita semua tengah memasuki bulan Rajab. Ketika beberapa saat sebelum memasuki bulan Rajab ini,... selengkapnya

Menyoal Rokok dan Perkembangan Fatwanya dari Masa ke Masa
17 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pembahasan mengenai hukum rokok selalu penting untuk disimak di tengah-tengah zaman yang terus berkembang. Para ulama terdahulu hidup... selengkapnya

Muncul Keyakinan di Masyarakat Bulan Dzulqa’dah (Kapit) adalah Bulan Sial, Benarkah?
24 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam... selengkapnya

Ketika Pesantren Bertemu Entrepreneurship, Pengembangan Pesantren yang Menjawab Perkembangan Zaman
27 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren sering dipandang sebagai sarana pendidikan yang hanya membekali santrinya dengan ilmu keagamaan namun tidak menjadikan ia siap... selengkapnya

Merekonstruksi Hari Kasih Sayang di Bulan Februari Menuju Mahabbah Ilahiyah
14 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap kali kalender Masehi memasuki lembaran Februari, atmosfer di sekitar kita seolah berubah warna menjadi merah muda. Di... selengkapnya

Hati-Hati, Amal Baik Bisa Sia-Sia
27 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap Muslim pasti mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan salah satu upaya untuk mendapatkannya adalah dengan berbuat... selengkapnya

Mengerikan! Saling Mencintai di Dunia Namun Bermusuhan di Akhirat
7 Juli 2023

Pustaka Al-Bahajah, Cirebon – Tahukan sahabat bahwa saat ini banyak sekali orang yang saling mencintai di dunia namun ternyata bermusuhan... selengkapnya

SMAIQU Al-Bahjah Pusat Cirebon Borong Penghargaan dalam Ekspose Hasil Akreditasi 2023
6 Desember 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Santri SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon borong penghargaan pada acara Ekspose Hasil Akreditasi 2023 yang digelar... selengkapnya

Membaca Adalah Modal: Teknik Dasar Menulis Artikel Jurnalistik untuk Pemula

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: