● online
Hidup Indah Berkat Berbakti Kepada Orang Tua

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ceramah yang dibawakan oleh Buya Yahya di acara Uswatun Hasanah, beliau menegaskan berbuat baik kepada orang tua adalah kewajiban. Tidak ada alasan untuk tidak berbakti. Ibu dan ayah senantiasa sabar dan tidak pernah bosan maupun capek dengan pertanyaan yang sering kita ajukan pada saat kecil dulu. Namun sangat disayangkan, ketika beranjak dewasa, banyak anak yang menganggap orang tuanya sebagai budak. Ada anak yang menyakiti dan tidak tahu membalas budi. Padahal dengan berbakti terdapat kebahagiaan sesungguhnya yang bisa didapatkan.
Siapa pun yang memiliki masalah, cari penyebab dan koreksi hubungan dengan orang tua. Sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya.
“Semua dosa, akan ditunda hukumannya di dunia dan diberikannya saat di akhirat kecuali durhaka kepada orang tua. Tidak ada kebahagiaan bagi anak yang durhaka kepada orang tua. Walaupun jika si anak dapat dikatakan bahwa dia bahagia dengan harta yang berlimpah,” ujar Buya Yahya.
Beliau menambahkan, berbakti kepada orang tua pangkatnya tinggi di hadapan Allah Swt. Bagi Allah Swt, orang yang berbakti kepada orang tua maka disejajarkan dengan orang yang beribadah kepada Allah Swt.
“Merupakan suatu ketentuan dan keputusan Allah hendaknya engkau beribadah kepada Allah setelah itu orang tua. Waspada, surga ada pada orang tua. Jangan menikah pada orang yang durhaka kepada orang tua. Jangan jadikan orang durhaka sebagai menantu,” tegas Buya Yahya.
Hal ini disebabkan orang yang durhaka kepada orang tua termasuk orang yang dimurkai Allah Swt. Ada tiga orang yang tidak akan dilihat oleh Allah Swt. Salah satunya anak yang durhaka kepada orang tua. Orang yang durhaka kepada orang tua tidak akan mendapat rahmat Allah Swt karena dianggap bahwa orang tersebut tidak tahu balas budi dan tidak tahu berterima kasih.
Berbakti itu kuncinya dari hati yang bersambung kepada orang tua. Ada bakti yang bersifat materi seperti memberikan uang kepada orang tua. Namun ada juga orang tua yang tidak butuh uang dari anaknya. Masih menurut Buya Yahya.
“Bakti itu ada berbagai macam warna. Bisa dengan bentuk sapa, menyapa orang tua. Intinya dimulai dari hati dulu, menghormati orang tua, tahu perintah Allah maka bakti itu nanti akan berjalan dengan sendirinya,” tambah Buya Yahya.
Agar tidak durhaka kepada orang tua maka selalu ingat kebaikannya. Jika orang tua berbuat jahat seperti memaki atau akan memukul, maka kita cukup menjauh dari mereka. Ada kisah tentang seorang anak yang menggendong ibunya tawaf mengelilingi ka’bah. Anak tersebut bertanya kepada Abdullah bin Umar apakah yang dia lakukan dapat menggantikan kebaikan ibunya kepadanya selama ini. Maka Abdullah bin Umar berkata bahwa apa yang dia lakukan tidak akan bisa membalas kebaikan kedua orang tuanya. Buya Yahya pun menambahkan bahwa apa yang kita lakukan tidak akan pernah bisa menggantikan setetes darah yang dikeluarkan ibu ketika melahirkan kita.
Berbakti kepada orang tua lebih baik dari jihad perang. Nabi Muhammad Saw juga akan mencari anak yang berbakti kepada orang tuanya di akhirat. Seperti kisah Uwais di zaman Nabi. Uwais dahulu lebih mementingkan keadaan ibunya yang sakit daripada bertemu dengan Nabi Muhammad Saw, walaupun keinginannya untuk bertemu dengan Nabi sangat besar.
Jika punya orang tua bermasalah, suka rewel, jangan anggap sebagai musibah. Anggap semua itu untuk menaikan derajat. Hubungan dengan orang tua adalah hubungan yang suci. Hanya saja ada yang dikuasai hawa nafsu, sehingga susah bersyukur. Jangan berkata “Ah” “Ck” memasang wajah tidak senang di depan orang tua. Hal itu dianggap sebagai bentuk durhaka. Usahakan ketika ibu berbicara, kita mendekatkan diri ke beliau agar beliau tidak sampai mengeluarkan suara tinggi.
Buya Yahya mengingatkan perihal tidak ada batasan untuk berbakti kepada orang tua terutama orang tua yang telah meninggal. Pertama, jangan berdoa kecuali membawa nama orang tua kita. Minta doa ampun dan kasih sayang kepada kedua orang tua. Kedua, jika ada rezeki, sisihkan rezeki tersebut sebagai bentuk tobat kepada orang tua dan juga amal bagi orang tua. Keluarkan rezeki tersebut untuk masjid, fakir, duafa, dan yatim. Ketiga, sambung silahturahmi kepada orang yang selalu ditemui oleh orang tua. Terutama anak mereka yaitu saudara kandung kita sendiri. Terkadang ada anak yang saling berebut waris. Itu termasuk perbuatan zalim. Jika zalim terhadap saudara maka akan dianggap sebagai durhaka kepada orang tua.
Di antara sebab buruknya hubungan kepada orang tua salah satunya adalah pernikahan. Maka jadikan pernikahan sebagai tolong menolong. Istri menolong dan mengingatkan suami untuk berbakti kepada orang tuanya. Begitu juga dengan suami, mengingatkan istri untuk selalu menghubungi kedua orang tuanya. Jika pernikahan diawali pertengkaran dengan orang tua, maka segeralah minta maaf kepada orang tua.
Penulis: Anindya Octaviani E.
Sumber : Youtube Al-Bahjah TV
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan .
Hidup Indah Berkat Berbakti Kepada Orang Tua
Makkah Di kejauhan jelajah terbentang luas, Di hati nurani, cinta tak terbatas. Perjalanan ke Makkah, tiada terlukiskan, Dalam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam melakukan pernikahan tentunya kita memiliki tujuan-tujaun tertentu, umumnya untuk ibadah dan itu sangat mulia. Namun, akhir-akhir ini,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan yang sering muncul ketika menjelang Iduladha salah satunya mengenai kapan waktu paling afdhol (utama) untuk menyembelih... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Masa-masa awal ketika kita baru saja menyelsaikan pendidikan (freshgraduate) merupakan salah satu masa yang krusial bagi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki awal tahun, banyak orang memulai lembaran baru dengan semangat “hijrah” yang menggelora. Tentu, sebagai sesama Muslim, kita... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Terdapat tradisi masyarakat ketika menjelang Hari Raya Idulfitri, yaitu mudik. Tradisi mudik yang ada di Indonesia terbilang... selengkapnya
ANGIN pagi di kaki langit timur menyusup ke celah-celah jendela kamarku yang menghadap barat daya. Di ujung horizon, mentari masih... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Telah dibahas sebelumnya bahwa wirid merujuk pada amalan zikir dan ibadah (termasuk sunah muakkadah dan ghairu muakkadah)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah segala kesibukan dan dinamika kehidupan, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Dari terbitnya fajar hingga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Wahai Muslimah, pernahkah kamu merasakan iman turun saat datang bulan? Sebenarnya persoalan ini bukan hanya terjadi saat... selengkapnya
Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000
Saat ini belum tersedia komentar.