● online
Iduladha Telah Usai, Inilah Empat Dampak Positifnya bagi Negara

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat di seluruh penjuru negeri. Tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita semua berduyun-duyun menyemarakkan Hari Raya Qurban ini. Sebab, setidaknya melalui event akbar tahunan inilah rakyat yang kurang beruntung secara finansial dapat menikmati beberapa kantong daging untuk dimasak dan disantap bersama keluarga.
Iduladha secara simbolis menjadi momen bergembira. Tak hanya memberikan secercah kebahagiaan di tengah sesaknya impitan ‘In this economy’, melainkan secara filosofis juga terdapat teladan: ketaatan Nabi Ibrahim dan kesabaran Nabi Ismail dalam menjalankan perintah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu ada upaya sungguh-sungguh dari ibunda Siti Hajar dalam mencari air untuk Ismail kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwa: menjadi refleksi bagi kita bahwa kerja keras tak akan mengkhianati hasil. Memupuk semangat keyakinan inilah yang wajib kita pegang. Semua itu menjadi hikmah bagi semua manusia dalam menghadapi ujian kehidupan ini. Sesulit apa pun kondisi yang sedang kita alami, ingatlah bahwa Tuhan tempat satu-satunya bergantung dan berharap.
Oleh karena itu, Iduladha tak boleh berlalu begitu saja dan hanya dimaknai secara teologis bagi umat Islam saja. Akan tetapi perlu dibahas dan disadari secara cermat bahwa Iduladha juga memiliki dampak positif bagi negara. Hal ini menjadi penting, sebab seandainya Iduladha tak pernah ada, berbagai indikator dan data statistik mengenai Indonesia bisa saja semakin memburuk.
Meningkatkan Rata-Rata Konsumsi Daging Nasional
Menurut data OECD FAO 2023, rata-rata konsumsi daging sapi nasional hanya sebesar 2,25 kg/kapita/tahun. Padahal konsumsi daging sapi dunia berada pada angka 6,31 kg/kapita/tahun. Berdasarkan data di atas bisa disimpulkan bahwa setiap orang di Indonesia rata-rata hanya mengkonsumsi daging sapi tak sampai 200 gram/bulan.
Alamak, bagaimana anak-anak kita bisa aman dari bahaya stunting kalau masih begini. Jangankan sapi, konsumsi daging kambing juga tak kalah memprihatinkan. Orang Indonesia hanya mengonsumsi 0,43 kg/kapita/tahun jauh dari rata-rata konsumsi dunia 1,78 kg/kapita/tahun.
Bayangkan seandainya tak ada Iduladha, bisa dipastikan angkanya jauh lebih rendah bahkan berada pada titik nadir. Sangat mungkin juga mayoritas masyarakat Indonesia mengonsumsi daging hanya pada saat Hari Raya Iduladha saja. Dari sini kita dapat melihat salah satu manfaat dari Iduladha.
Memperbaiki Gizi Masyarakat Secara Signifikan
Dalam daging terdapat kebutuhan gizi yang berguna untuk mencegah stunting. Kandungannya cukup lengkap, seperti protein, lemak, kalsium, vitamin, dan mineral bermanfaat yang dapat meningkatkan kesehatan secara signifikan. Sebab, salah satu penyebab stunting di antaranya kurangnya asupan protein dan kalsium sehingga pertumbuhan seseorang mengalami perlambatan.
Oleh karena itu, Iduladha menjadi momentum untuk memperbaiki gizi masyarakat yang hanya mengonsumsi lauk-pauk ala kadarnya. Jangankan untuk mengonsumsi daging sapi, konsumsi susu sapi nasional saja tergolong rendah dan jauh berada di bawah rata-rata negara ASEAN. Andaikan Iduladha terjadi 2 kali dalam setahun, niscaya kebutuhan gizi masyarakat akan terpenuh sehingga angka kesehatan nasional meroket tajam.
Memperkuat Ekonomi UMKM Lokal dan Para Peternak Hewan Qurban
Tak dipungkiri, melalui momen Iduladha, ekonomi rakyat juga terutama para peternak hewan qurban ikut terdongkrak. Dengan begitu, roda ekonomi akan berputar, aktivitas bisnis para UMKM lokal mulai dari daerah terpencil hingga ke pusat kota merangkak naik. Lebih-lebih menjelang Iduladha, harga hewan qurban umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Meskipun memang masih diperlukan impor untuk menstabilkan harga daging yang tergolong sangat tinggi bagi masyarakat ini.
Bukan hanya keuntungan bagi industri UMKM peternakan atau pedagang hewan qurban, penjual bahan pokok lainnya pun ikut menjadi lebih hidup dan mendapatkan keuntungan bahkan secara signifikan. Hal ini yang menjadikan Iduladha sebagai hari kebahagiaan juga bagi para pelaku ekonomi seperti penjual atau pedagang.
Mempertajam Sensitivitas Sosial
Praktik yang paling menonjol dari perayaan Iduladha yaitu nilai kepedualian dan empati. Iduladha mendorong dan meningkatkan sensitivitas terhadap sesama. Hal ini tidak hanya dilakukan kepada kaum muslimin, tetapi kalangan nonmuslim juga bisa turut merasakannya.
Pada dasarnya pelaksanaan qurban merupakan syi’ar Islam untuk semua makhluk. Sebab nonmuslim pun boleh diberikan pembagian daging qurban dan bernilai ibadah sedekah. Oleh karena itu, momen Iduladha menjadi peran penting untuk meningkatkan sensitivitas sosial terhadap nasib sesama walaupun berbeda agama. Melalui Iduladha perbedaan yang terdapat antarumat, agama, suku, dan lainnya bukanlah sebuah alasan untuk menjadi saling harmonis.
Itulah empat di antaranya hal positif yang secara langsung dapat berdampak bagi sebuah negara dari adanya Iduladha. Dampak masif bagi negara tersebut meliputi lonjakan perputaran ekonomi dan kesejahteraan di sektor peternakan, pemerataan gizi masyarakat, dan kepedulian sosial yang semuanya itu menjadi instrumen stabilitas persatuan bangsa di tengah-tengah negara yang carut-marut sekalipun.
Penulis: Muhammad Adib
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Iduladha Telah Usai, Inilah Empat Dampak Positifnya bagi Negara
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kita semua tentu berharap agar kelak di akhir hayat kita meninggal dalam keadaan yang baik (khusnul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Isra Miraj merupakan sebuah peristiwa agung yang dialami oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. Dalam peristiwa ini... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita hidup di era modern, infrastuktur semakin maju, teknologi berkembang begitu pesat, dan segala informasi dengan... selengkapnya
(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah sudut yang hening namun penuh makna, tepatnya di Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 Cirebon, berdirilah sebuah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 15 dan surat Al-Hijr ayat 27 diterangkan, bahwa jin merupakan makhluk yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Satu kebaikan yang dilakukan oleh seseorang berarti ia tengah meneladani satu akhlak Nabi. Sebab, kebaikan dengan segala... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pemilu menjadi ajang pesta demokrasi sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara. Agar pemilu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah yang memiliki nilai pahala yang sangat agung di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.... selengkapnya
Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000 Rp 95.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000
Saat ini belum tersedia komentar.