Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Diposting pada 17 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 140 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kalender Hijriyah adalah kalender yang pergantian harinya didasarkan pada hitungan peredaran bulan mengelilingi Bumi. Orang-orang Arab sejak dahulu sudah menggunakan sistem penanggalan Hijriyah yang memiliki 12 bulan dalam 1 tahun dan 29/30 hari dalam 1 bulan. Dari ke-duabelas bulan tersebut, orang-orang Arab memberikan nama pada setiap bulannya sesuai dengan adat kebiasaan mereka, atau dengan kondisi cuaca pada bulan tersebut. Salah satu di antaranya yaitu bulan Shafar, yang saat ini kita semua baru memasukinya.

Nama Shafar diambil dari kata صفر yang memiliki dua arti, di antaranya: kosong dan kuning. Penamaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kebiasaan orang-orang Arab yang sering pergi meninggalkan kediaman mereka pada bulan ini. Entah dalam rangka berperang atau hanya sekadar mengembara jauh sehingga rumah-rumah mereka menjadi kosong.  Adapun makna kuning diartikan sebagai sebuah penyakit, karena pada bulan ini orang-orang Arab meyakini adanya angin yang membawa sebuah penyakit. Oleh karena itu, pada masa Jahiliyyah, bulan ini diyakini sebagai bulan petaka dan bulan kesialan. Keyakinan seperti itu tidak hanya terjadi di negeri Arab, tetapi hampir di setiap tempat yang tersebar di seluruh dunia,  termasuk di Indonesia. Mereka meyakini sebuah takhayul tentang adanya hari sial atau pertanda-pertanda sial lainnya. Bahkan, yang mengaku Islam pun ada yang meyakini hal demikian karena kroposnya iman.

Padahal dalam Islam sudah sangat jelas tidak ada keterangan hari sial maupun tanda-tandanya, baik dalam Al-Qur`an maupun Hadits. Justru sebaliknya, kita diperintahkan untuk selalu berhusnudzon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekalipun ketika kita tertimpa musibah.

Lalu, bagaimana dengan peristiwa hari Rabu Wekasan dalam Islam? Rabu Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Shafar yang menurut sebagian orang-orang saleh dan para Waliyullah yang mendapatkan ilham, bahwa Allah menurunkan puluhan ribu penyakit dan bala` setiap tahunnya yang penurunannya diawali pada hari Rabu Wekasan. Adapun menurut penjelasan ulama karismatik asal Cirebon yaitu Buya Yahya, beliau menjelaskan bahwa pendapat sebagian orang tentang adanya hari Rabu Wekasan berasal dari sumber yang tidak pasti, maka kita tidak wajib untuk memercayainya.

Kaum muslimin yang memercayai adanya hari Rabu Wekasan, maka hendaknya tidak melakukan amalan-amalan yang tidak ada sumbernya dari Baginda Nabi. Sebab pada dasarnya memang tidak ada amalan khusus untuk dilakukan pada hari Rabu Wekasan. Akan tetapi, hendaknya kita mengamalkan yang sudah diajarkan oleh Baginda Nabi, sebuah amalan yang akan menjauhkan kita dari bala` dan musibah. Seperti sedekah, hadir di majelis dzikir dan majelis ilmu, serta masih banyak lagi amalan lainnya yang sudah beliau ajarkan untuk umatnya.

Begitu juga amalan-amalan yang dilakukan hendaknya tidak dicampur dengan adat istiadat setempat yang bertentangan dengan syari’at, seperti ikhthilath (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan), tabdzir (membuang-buang makanan dengan cuma-cuma), dan pelanggaran-pelanggaran lainnya, maka hendaknya semua itu dilakukan dengan adab seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam.

Pada akhirnya, dalam Islam tidak ada ketentuan hari, bulan, atau tahun kesialan. Hari sial adalah di saat kita melakukan dosa dan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun jika ada berita dari orang saleh bahwa Allah menurunkan bala’ atau musibah di waktu tertentu, maka berita itu tidak wajib diyakini. Dan jika ada yang meyakini, kemudian berikhtiar untuk menghindari musibah tersebut dengan suatu amalan, maka sah-sah saja, asalkan sesuai amalan yang diajarkan oleh Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam.

Wallahu A’lam Bisshowab

 

Penulis: Ishab

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Perhiasan Termahal Seorang Wanita (Cerpen)
28 Juli 2024

Zahra Farhatul Mar’ah, ia gadis cantik di desanya, menjadi kembang desa yang tersohor namanya. Namun, kecantikannya ia tutupi dengan selembar... selengkapnya

Jangan Kelamaan Jomblo, Segerakan Menikah dengan Niat Berikut!
23 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Niat jangan dientengkan apa lagi disepelekan. Sebab, niat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam melakukan apa pun,... selengkapnya

Di Majelis Al-Bahjah Bandung, Buya Yahya Berpesan Begini
23 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Buya Yahya kembali hadir di Kota Cimahi dalam kajian rutin Majelis Al-Bahjah Bandung, Rabu 28 Rabiul... selengkapnya

Belum Terlambat, Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Setara Puasa 1 Tahun
10 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Ini merupakan... selengkapnya

SMAIQU Al-Bahjah Sukses Laksanakan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)
25 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –PKKS merupakan proses evaluasi yang dilakukan oleh pengawas sekolah yang tak lepas dari koordinasi dengan dinas pendidikan.... selengkapnya

Sudah Dihukum di Dunia, Apakah di Akhirat Dihukum Juga? Begini Penjelesan Buya Yahya
24 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan ini dapat muncul di kalangan umat Islam, yakni tentang bagaimana Allah Subhanallahu wa Ta’ala menghukum hambanya.... selengkapnya

Banyak yang Mau Hijrah tapi Tidak Jadi karena Ditakut-Takutin Duluan
21 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada beberapa kajian keagamaan yang sering bersileweran di media sosial, banyak di antaranya memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian mengerikan... selengkapnya

Setan Dibelenggu Saat Ramadhan , Mengapa Masih Ada Orang Yang Berbuat Dosa?
27 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Ramadhan  merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan pengampunan. Pada bulan ini, umat Islam diberikan... selengkapnya

Benarkah Wanita Haid Dilarang Membaca Al-Qur’an?
17 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Membaca Al-Qur’an adalah salah satu ibadah yang bisa dilakukan kapan pun oleh kaum muslimin. Selain mendapatkan pahala, membaca... selengkapnya

Memercayai Takdir Allah Selalu Baik
25 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, kita tak pernah tahu kejutan apa yang akan datang esok hari. Kadang kita bersukacita, kadang juga... selengkapnya

Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: