● online
Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di tengah megahnya kebangkitan syiar Islam saat ini, terselip sebuah ironi yang menusuk dada. Fenomena membludaknya lulusan pesantren ternyata bertolak belakang dengan kekokohan benteng moral yang seharusnya mereka jaga. Tidak sedikit dari mereka yang justru terperosok dengan menjalin hubungan pacaran. Fenomena ini melahirkan keprihatinan mendalam. Bagaimana mungkin bertahun-tahun waktu yang dihabiskan menimba ilmu syariat di balik tembok pesantren, justru tergelincir dalam interaksi yang melanggar batas-batasan agama.
Antara Mencari Ilmu dan Penjagaan Hati
Perlu disadari bahwa status alumni pesantren adalah sebuah kemuliaan. Namun keduanya bukanlah jaminan mutlak seseorang terbebas dari godaan hawa nafsu. Ilmu sering kali baru sebatas wawasan di kepala atau tumpukan memori di lidah, belum sepenuhnya meresap menjadi kesadaran spiritual (khasyyah) yang membentengi tindakan.
Perkembangan teknologi, maraknya romantisasi hubungan di media sosial, serta pembenaran semu seperti istilah “pacaran islami” atau “ta’aruf berkepanjangan” kerap menjadi pintu masuk yang samar. Fenomena ini membuktikan bahwa ujian terbesar seorang penuntut ilmu bukanlah ketahuannya akan hukum, melainkan kemampuannya menundukkan nafsu ketika berhadapan dengan godaan asmara.
Batasan Hubungan Lawan Jenis dalam Surah Al-Isra’ Ayat 32
Dalam hukum Islam, larangan mengenai interaksi lawan jenis yang tidak halal berlaku universal. Syariat tidak memberikan pengecualian atau imunitas khusus berdasarkan status sosial, gelar keagamaan, maupun latar belakang pendidikan seseorang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dengan sangat tegas:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)
Ayat ini menggunakan redaksi wa la taqrabu (dan janganlah kalian mendekati), bukan sekadar la taznu (janganlah kalian berzina). Larangan “mendekati” mengandung makna pencegahan yang sangat mendasar, yakni segala bentuk komunikasi yang tidak perlu, perjumpaan tanpa batas, atau ikatan emosional yang belum halal tergolong sebagai pintu-pintu yang mendekatkan seseorang pada perbuatan zina.
Ketika seorang santri berpacaran, mereka sedang melangkah masuk ke dalam pintu yang dilarang tersebut. Pendidikan akhlak yang ada di dalam dada seharusnya menjadi benteng utama untuk menjauhi larangan ini, bukan justru diabaikan demi menuruti perasaan sesaat.
Memikul Beban Teladan di Tengah Masyarakat
Seorang alumni pesantren memikul beban moral yang jauh lebih berat dibanding masyarakat umum. Mereka dipandang sebagai cerminan atau teladan bagi lingkungan sekitar.
Ketika seorang teladan terbiasa melanggar batas-batasan Allah, dampak kerusakannya tidak hanya menimpa dirinya sendiri. Hal itu dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan Islam, memicu rasionalisasi dosa bagi orang lain, yaitu “santri saja pacaran, apalagi kita”, dan merendahkan kehormatan ilmu agama yang selama ini dipelajari.
Kembalikan Kesucian Ilmu
Mengatasi fenomena ini memerlukan kesadaran personal yang mendalam. Bagi para alumni pesantren, penting untuk senantiasa memperbarui niat, menundukkan pandangan (ghaddul bashar), serta memilih lingkungan pergaulan yang saling mengingatkan dalam kebenaran.
Jika rasa cinta dan ketertarikan terhadap lawan jenis itu hadir sebagaimana fitrah manusia pada umumnya, Islam telah menyediakan jalan yang mulia dan terhormat, yaitu menyempurnakannya melalui ikatan pernikahan yang sah, atau menahannya dengan kesabaran dan puasa hingga saat yang tepat tiba. Mutiara ilmu agama terlalu berharga untuk ditukarkan dengan hubungan semu yang dibalut dosa. Mari kita jaga kemuliaan ilmu di dalam dada dengan memelihara kesucian akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Ainun Mubin Misbah N.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Dua Kata Lucu: Santri Pacaran
Rambu-Rambu dalam Menyikapi Berita Miring Seorang Publik Figur Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Sebagai bentuk sarana mempererat tali silaturahmi ‘temu kangen’ keluarga besar Al-Bahjah dan para alumni, Ahad 17... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tak terasa saat ini kita sudah memasuki hampir setengah dari bulan Ramadan. Semoga Allah Swt menerima amalan-amalan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tahukah kamu bahwa dalam Islam terdapat istilah istinja. Secara sederhana pengertian istinja adalah aktivitas bersuci setelah berhadas dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang berasal dari luar negara Arab, tepatnya dari negara Persia. Beliaulah yang mengusulkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sulit khusyu dalam shalat merupakan salah satu masalah yang seringkali dialami oleh setiap muslim. Meski shalat... selengkapnya
AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSIlmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000
Saat ini belum tersedia komentar.