Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Diposting pada 19 Agustus 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 18 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di tengah megahnya kebangkitan syiar Islam saat ini, terselip sebuah ironi yang menusuk dada. Fenomena membludaknya lulusan pesantren ternyata bertolak belakang dengan kekokohan benteng moral yang seharusnya mereka jaga. Tidak sedikit dari mereka yang justru terperosok dengan menjalin hubungan pacaran. Fenomena ini melahirkan keprihatinan mendalam. Bagaimana mungkin bertahun-tahun waktu yang dihabiskan menimba ilmu syariat di balik tembok pesantren, justru tergelincir dalam interaksi yang melanggar batas-batasan agama.

Antara Mencari Ilmu dan Penjagaan Hati

Perlu disadari bahwa status alumni pesantren adalah sebuah kemuliaan. Namun keduanya bukanlah jaminan mutlak seseorang terbebas dari godaan hawa nafsu. Ilmu sering kali baru sebatas wawasan di kepala atau tumpukan memori di lidah, belum sepenuhnya meresap menjadi kesadaran spiritual (khasyyah) yang membentengi tindakan.

Perkembangan teknologi, maraknya romantisasi hubungan di media sosial, serta pembenaran semu seperti istilah “pacaran islami” atau “ta’aruf berkepanjangan” kerap menjadi pintu masuk yang samar. Fenomena ini membuktikan bahwa ujian terbesar seorang penuntut ilmu bukanlah ketahuannya akan hukum, melainkan kemampuannya menundukkan nafsu ketika berhadapan dengan godaan asmara.

Batasan Hubungan Lawan Jenis dalam Surah Al-Isra’ Ayat 32

Dalam hukum Islam, larangan mengenai interaksi lawan jenis yang tidak halal berlaku universal. Syariat tidak memberikan pengecualian atau imunitas khusus berdasarkan status sosial, gelar keagamaan, maupun latar belakang pendidikan seseorang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dengan sangat tegas:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Ayat ini menggunakan redaksi wa la taqrabu (dan janganlah kalian mendekati), bukan sekadar la taznu (janganlah kalian berzina).  Larangan “mendekati” mengandung makna pencegahan yang sangat mendasar, yakni segala bentuk komunikasi yang tidak perlu, perjumpaan tanpa batas, atau ikatan emosional yang belum halal tergolong sebagai pintu-pintu yang mendekatkan seseorang pada perbuatan zina.

Ketika seorang santri berpacaran, mereka sedang melangkah masuk ke dalam pintu yang dilarang tersebut. Pendidikan akhlak yang ada di dalam dada seharusnya menjadi benteng utama untuk menjauhi larangan ini, bukan justru diabaikan demi menuruti perasaan sesaat.

Memikul Beban Teladan di Tengah Masyarakat

Seorang alumni pesantren memikul beban moral yang jauh lebih berat dibanding masyarakat umum. Mereka dipandang sebagai cerminan atau teladan bagi lingkungan sekitar.

Ketika seorang teladan terbiasa melanggar batas-batasan Allah, dampak kerusakannya tidak hanya menimpa dirinya sendiri. Hal itu dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan Islam, memicu rasionalisasi dosa bagi orang lain, yaitu “santri saja pacaran, apalagi kita”, dan merendahkan kehormatan ilmu agama yang selama ini dipelajari.

Kembalikan Kesucian Ilmu

Mengatasi fenomena ini memerlukan kesadaran personal yang mendalam. Bagi para alumni pesantren, penting untuk senantiasa memperbarui niat, menundukkan pandangan (ghaddul bashar), serta memilih lingkungan pergaulan yang saling mengingatkan dalam kebenaran.

Jika rasa cinta dan ketertarikan terhadap lawan jenis itu hadir sebagaimana fitrah manusia pada umumnya, Islam telah menyediakan jalan yang mulia dan terhormat, yaitu menyempurnakannya melalui ikatan pernikahan yang sah, atau menahannya dengan kesabaran dan puasa hingga saat yang tepat tiba. Mutiara ilmu agama terlalu berharga untuk ditukarkan dengan hubungan semu yang dibalut dosa. Mari kita jaga kemuliaan ilmu di dalam dada dengan memelihara kesucian akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penulis: Ainun Mubin Misbah N.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Rambu-Rambu dalam Menyikapi Berita Miring Seorang Publik Figur
19 Maret 2021

Rambu-Rambu dalam Menyikapi Berita Miring Seorang Publik Figur Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)... selengkapnya

Multaqo Al-Bahjah dan Kisah Ahli Neraka yang Selamat Karena Persahabatan
23 Maret 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Sebagai bentuk sarana mempererat tali silaturahmi ‘temu kangen’ keluarga besar Al-Bahjah dan para alumni, Ahad 17... selengkapnya

Sering Dilupakan Orang, Buya Yahya Beberkan Hikmah Puasa Ramadan
25 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tak terasa saat ini kita sudah memasuki hampir setengah dari bulan Ramadan. Semoga Allah Swt menerima amalan-amalan... selengkapnya

Banyak yang Belum Tahu, Istinja Cukup Pakai Tisu
15 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tahukah kamu bahwa dalam Islam terdapat istilah istinja. Secara sederhana pengertian istinja adalah aktivitas bersuci setelah berhadas dari... selengkapnya

Muncul Keyakinan di Masyarakat Bulan Dzulqa’dah (Kapit) adalah Bulan Sial, Benarkah?
24 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam... selengkapnya

Salman Al-Farisi: Pengembara, Pencari Kebenaran, Budak, hingga Inisiator dalam Perang Khandak
31 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang berasal dari luar negara Arab, tepatnya dari negara Persia. Beliaulah yang mengusulkan... selengkapnya

5 Cara Mudah Meraih Kekhusyuan dalam Shalat
18 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sulit khusyu dalam shalat merupakan salah satu masalah yang seringkali dialami oleh setiap muslim. Meski shalat... selengkapnya

(Cerpen) Biarkan Aku Pergi
24 Januari 2026

AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan
25 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak... selengkapnya

Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: