Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Bilal bin Rabah: Simbol Keteguhan Seseorang dalam Mencecap Lezatnya Iman

Bilal bin Rabah: Simbol Keteguhan Seseorang dalam Mencecap Lezatnya Iman

Diposting pada 15 November 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 121 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kehidupan Bilal tak ubahnya dengan budak lainnya. Hari-harinya berlalu secara rutin tapi gersang, tidak memiliki sesuatu pada hari itu, tidak pula menaruh harapan pada hari esok. Sementara berita-berita mengenai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam saat itu akhirnya lebih sering tersiar ke telinganya. Juga ketika mendengar obrolan majikannya yang bernama Umayah bin Khalaf bersama tamu-tamunya.

Pada suatu hari, Bilal bin Rabah melihat Nur Ilahi dan mendengar imbauannya dalam lubuk hatinya yang suci murni. Maka ia mendatangi Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Namun tidak lama kemudian, rahasia keislaman Bilal terungkap juga. Umayah bin Khalaf tertampar kenyataaan pahit itu, seakan menghina dan menjatuhkan kehormatan dirinya sebagai tuannya.

Pada suatu ketika, di tengah hari yang bulat; waktu padang pasir berganti rupa menjadi neraka jahannam, mereka membawa Bilal ke luar dalam keadaan telanjang, lalu melemparkannya ke pasir yang sedang menyala kuning, kemudian beberapa orang laki-laki mengangkat batu besar panas laksana bara, dan menjatuhkannya ke dada Bilal.

Siksaan kejam dan biadab ini mereka ulangi setiap hari, hingga karena keteguhan Bilal, lunak pulalah hati para algojo yang menaruh kasihan kepadanya. Mereka berjanji dan bersedia melepaskannya asal saja ia mau menyebut nama Tuhan secara baik-baik. Bilal menolak mengucapkannya, dan sebagai gantinya diulang-ulanglah senandungnya yang abadi, “Ahad…! Ahad…!”. Namun para algojo menolaknya balik, “Sebutlah Lata dan Uzza!” Akan tetapi jawaban Bilal tida berubah sedikit pun, “Ahad…! Ahad…!”.

Tinggallah Bilal dalam deraan panas dan tindihan batu, hingga ketika hari petang mereka tegakkan badannya dan ikatkan tali pada lehernya, lalu mereka suruh anak-anak untuk mengaraknya keliling bukit-bukit dan jalan-jalan Kota Makkah. Sementara Bilal tiada lekang kedua bibirnya melagukan senandung sucinya, “Ahad…! Ahad…!”

Bila malam telah tiba, orang-orang itu akan menawarkan kepadanya, “Esok, ucapkanlah kata-kata yang baik terhadap tuhan-tuhan kami, sebutlah: tuhanku Lata dan Uzza. Nanti kami lepaskan dan biarkan kamu sesuka hatimu! Telah letih kami menyiksamu, seolah-olah kami sendirilah yang disiksa!” Namun pastilah Bilal akan menggelengkan kepalanya dan hanya menyebut, “Ahad…! Ahad…!” Karena tak dapat menahan gusar dan amarah murkanya, Umayah meninju sambil berseru, “Hai budak celaka! Demi tuhan sebutlah Lata dan Uzza. Celakalah kau, akan kujadikan kau sebagai contoh bagi bangsa budak yang tidak patuh terhadap majikan-majikannya!” Dengan keyakinan seorang mukmin dan kebesaran seorang suci, Bilal tetap menyahut, “Ahad…! Ahad…!”

Waktu pagi hampir berlalu, waktu Dzuhur dekat menjelang, dan Bilal pun dibawa orang ke padang pasir untuk ke sekian kalinya. Akan tetapi Bilal tetap sabar dan tabah, tenang tak tergoyah. Sementara mereka menyiksanya lagi dan lagi. Tiba-tiba datanglah Abu Bakr Ash Shiddiq, serunya, “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena mengatakan bahwa Tuhannya adalah Allah?!” Kemudian katanya kepada Umayah bin Khalaf, “Terimalah ini untuk tebusannya, lebih tinggi dari harganya, dan bebaskan ia!”

Dijualnya Bilal kepada Abu Bakr yang segera membebaskannya, dan dengan demikian Bilal pun tampil mengambil tempatnya dalam lingkungan orang-orang merdeka. Ketika as-Shiddiq mengapit Bilal membawanya ke alam bebas, berkatalah Umaya, “Bawalah ia! Demi Lata dan Uzza, seandainya harga tebusannya tak lebih dari satu ugia, pastilah ia akan kulepas juga!” Maka jawabnya kepada Umayah, “Demi Allah, seandainya kalian tak hendak menjualnya kecuali seratus ugia, pastilah akan kubayar juga!”

Kemudian pergilah Abu Bakr bersama sahabatnya itu kepada Rasulullah dan menyampaikan berita gembira tentang kebebasannya, maka saat itu pun tak ubah bagai hari raya besar juga. Setelah Rasulullah bersama kaum muslimin hijrah dan menetap di Madinah, beliau pun mensyariatkan adzan untuk melakukan shalat. Dan Rasulullah memilih Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan adzan pertama kalinya dan menjadi muadzin andalan Rasulullah.

Tahun demi tahun Bilal bin Rabah menikmati perjuangan bersama Rasulullah melalui peperangan, pembebasan Kota Makkah, dan penghancuran berhala-berhala di Ka’bah. Ia tetap menjadi muadzin, menjaga serta menyemarakkan syi’ar agama besar ini, yang telah membebaskan dari kegelapan kepada cahaya, dari perbudakan kepada kemerdekaan. Kedudukan agama Islam semakin tinggi, demikian pula halnya kaum muslimin, taraf dan derajat mereka ikut naik, dan Bilal semakin lama semakin dekat di hati Rasulullah yang menyatakannya sebagai “seorang laki-laki penduduk surga”.

Itulah Sayyidina Bilal bin Rabah. Beliau telah mampu merasakan kelezatan iman sesungguhnya. Jika seseorang sudah mendapatkan kelezatan iman, tak sebanding dengan kenikmatan di dunia. Bahkan siksaan seperti yang dialami oleh Bilal terasa nikmat hingga beliau disiksa tapi bibirnya masih mengucapkan Ahad… Ahad…

 

Penulis: Muhammad Tis Asuh Shobirin

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Bilal bin Rabah: Simbol Keteguhan Seseorang dalam Mencecap Lezatnya Iman

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!
21 January 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bagi orang yang belum paham, ketika bepergian mungkin saja beranggapan bahwa shalat normal seperti biasa, tanpa jamak... selengkapnya

Memfotokopi atau Menyalin Buku yang Terdapat Hak Cipta, Bagaimana Hukumnya?
24 May 2023

Oleh: Sayyid Hasan Syafiq Shahab Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada dasarnya, siapapun yang mempunyai hak milik atas suatu barang, maka... selengkapnya

Kenali 6 Jenis Paragraf Ini Sebelum Kamu Menulis. Lengkap dengan Contohnya!
10 December 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penulis hebat tidak pernah terlepas dari kemampuan penulisan paragraf yang baik, sehingga pengetahuan paragraf yang baik... selengkapnya

Urgensi Akhlak dalam Membangun Peradaban Islam: Telaah Nilai-Nilai Nabawi
18 July 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika kita menelusuri sejarah kejayaan Islam, salah satu fondasi utama yang menopang bangunan peradaban itu adalah akhlak. Rasulullah... selengkapnya

Hafalkan 5 Rumus Ini Agar Mudah Memahami Darah Haid
5 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Darah haid bisa dikenali dengan mengetahui wawasan umum dan rumus haid. Wawasan umum darah haid sebagaimana sudah... selengkapnya

Ingin Ilmu Tetap Nyangkut? Amalkan Adab kepada Guru Berikut!
30 March 2021

Ingin Ilmu Tetap Nyangkut? Amalkan Adab kepada Guru Berikut! Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah... selengkapnya

Prioritas yang Harus Didahulukan Seorang Perempuan Setelah Menikah: Suami atau Orang Tua?
9 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sering kali muncul pertanyaan mengenai prioritas kepatuhan seorang istri dalam sebuah rumah tangga; apakah harus mendahulukan suami... selengkapnya

Ilmu-Ilmu Pengetahuan Ini Terinspirasi dari Peristiwa Isra’ Mi’raj
28 January 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Islam memiliki banyak peristiwa penting yang berperan dalam perkembangan agama, salah satunya peristiwa Isra’ Mi’raj. Pada malam... selengkapnya

Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu
6 May 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Melalui Nabi Muhammad... selengkapnya

Cara Memakai Cincin Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad Saw
26 November 2024

Salah satu bentuk kesunahan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan cincin. Tidak hanya sebagai perhiasan dan alat... selengkapnya

Bilal bin Rabah: Simbol Keteguhan Seseorang dalam Mencecap Lezatnya Iman

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: