Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Agama dalam Bahasa Petani

Agama dalam Bahasa Petani

Diposting pada 25 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 104 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah memberi perumpamaan kalimah thoyyibah (Laa ilaha illallah) yang merupakan pangkal dan puncak agama sebagai pohon/tanaman yang baik. Sebuah benih hanya dapat tumbuh apabila ditanam di dalam bumi/tanah yang baik. Apabila bumi/tanah itu tidak gembur, bahkan keras, maka benih tidak akan dapat dibenamkan ke dalamnya. Begitulah apabila hati itu keras, agama dan iman tidak akan dapat tertanam di dalamnya.

Apabila benih itu terlantar di atas tanah, maka burung akan datang menyambarnya. Begitulah apabila hati terlalu keras untuk menerima kebenaran maka setan akan datang merenggut kebaikan Tuhan itu. Maka lembutkanlah hati untuk senantiasa dapat menerima kebenaran dari mana pun datangnya.

Setelah benih itu terhujam ke dalam tanah, tanahnya harus senantiasa dijaga agar rumput-rumput liar tidak menghalangi benih itu untuk tumbuh. Sedangkan rumput liar dan semak bagi hati adalah kebencian, kedengkian, kecintaan pada hal-hal sepele dan sementara serta penyakit-penyakit hati lainnya. Apabila rumput liar atau tumbuhan lain dibiarkan tumbuh, maka benih yang kamu tanam tadi mungkin dapat tumbuh tapi tidak sehat dan tidak berbuah. Agama itu mungkin tumbuh dalam dirimu tapi cabangnya tak menjulang ke surga.

Agar dapat tumbuh sehat, tanaman itu harus mendapat cahaya matahari dan curahan air yang cukup. Agar dapat menjadi pohon yang kuat kamu pun butuh Sang Mentari dan ilmu yang diturunkan-Nya dari langit. Al-Qur’an yang merupakan petunjuk hidupmu adalah cahaya, sang Nabi adalah cahaya.

قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌ

Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan.” (QS: Al-Ma’idah: 15)

Sedangkan ilmu dan nasihat agama adalah air yang dicurahkan Allah dari langit. Sebagaimana disampaikan oleh Imam Ghazali, “Begitu juga hati, ketika tidak mendapatkan hikmah dan ilmu selama tiga hari, maka hati akan mati,Dengan cahaya dan air yang cukup, ditambah pula lagi dengan pupuk yang bergizi, maka benih itu akan tumbuh menjadi batang dan cabang yang besar. Tapi kalaupun batangnya kuat, kehadiran pohon yang tak kunjung berbuah tidak menjadi manfaat yang disyukuri makhluk-makhluk di sekitarnya. Apabila pohon itu bahkan tak bisa memberi keteduhan bagi sekitarnya, tak heran bila banyak orang hendak menebangnya. Agamamu mungkin kuat tapi jika manis dan cantiknya (agamamu itu) tidak dirasakan orang-orang di sekitarmu, tak heran jika mereka inginnya kamu itu ditebang saja.

Apabila tanah itu senantiasa dibersihkan semak-semaknya, pohon itu senantiasa mendapat cahaya, air, dan pupuk yang cukup, maka menjulanglah cabang-cabang pohon itu ke langit (terkenal ia di langit), teduhlah naungan daun-daun pohon merimbun (makhluk-makhluk di sekitarnya tenang dari perkataan dan perbuatannya), lebatlah buah-buah manis pohon itu mewangi (makhluk-makhluk di sekitarnya senang mendapat kebaikan akhlak-akhlaknya).

Demikianlah, semoga Allah menjadikan kita sebagaimana pohon yang akarnya kokoh dan cabangnya menjulang ke langit sebagaimana dalam firman-Nya dalam surah Ibrahim,

اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصۡلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرۡعُهَا فِى السَّمَآءِۙ

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,” (QS. Ibrahim: 24)

Tidak menjadikan kita sebagaimana kayu yang tersandar (orang-orang munafik)

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِن يَقُولُوا۟ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ ٱلْعَدُوُّ فَٱحْذَرْهُمْ ۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya, mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al-Munafiqun: 4)

Dan tidak pula menjadikan kita sebagaimana kayu yang tercabut dari akarnya.

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

“Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” (QS. Ibrahim: 26)

 

Penulis: Habib Asyrafy

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Agama dalam Bahasa Petani

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Satu Hati di Al-Bahjah: Maulid dan Silaturahim Akbar Al-Bahjah 1445 Hijriah
18 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Alhamdulillah. Acara Maulid dan Silaturahim Akbar 1445 Hijriah Satu Hati di Al-Bahjah terselenggara pada 2 Rabi’ul... selengkapnya

Hukum Shalat Jumat Ketika Bertepatan dengan Hari Raya I Oleh Buya Yahya
19 Maret 2026

Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan shalat Jumat... selengkapnya

(Teks Khutbah Jumat) Kemuliaan dan Amalan Bulan Muharrom
18 Juni 2026

Oleh: Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah) Bulan Muharrom adalah salah satu dari empat bulan mulia yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Amalan... selengkapnya

Sebab Hilangnya Pahala Puasa
21 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sungguh merugi orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa tidak hanya melakukan puasa secara... selengkapnya

Mencium Tangan Guru: Tradisi Hormat atau Tanda Pengkultusan?
21 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mencium tangan guru merupakan sebuah tradisi yang masuk ke dalam bab tabarruk. Tabarruk sendiri berarti mengambil berkah... selengkapnya

Kolaborasi dengan Musisi Hijrah, Buya Yahya Rilis Single Nasyid Terbaru ‘Lentera Kasih-Nya’, ini Liriknya
2 Januari 2022

  Pustaka Al-Bahjah–Dakwah merupakan tugas umat Baginda Nabi Saw. Semua orang mempunyai tugas untuk menyebarluaskan dakwah sesuai dengan keahlian serta... selengkapnya

(Cerpen) Menara Masjid
27 September 2025

DI SEBUAH sekolah menengah Islam terpadu yang berdiri di pinggiran kota, terdapat sebuah masjid yang bermenara menjulang anggun. Menara itu... selengkapnya

Perbedaan Puasa Arafah Antara Indonesia dan Arab Saudi Tahun 1443 H
7 Juli 2022

Di tengah-tengah kaum muslimin Indonesia sedang ramai perbincangan mengenai perbedaan penetapan hari Raya Iduladha. Sebagian pihak mengikuti ketetapan pemerintah melalui... selengkapnya

Terjadi Banyak Musibah dan Bencana, Apakah Karena Dosa dan Kemaksiatan Umat?
8 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini Indonesia tak henti-hentinya dilanda berbagai musibah seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir dan... selengkapnya

Hukum Memandikan Jenazah Terhadap Lawan Jenis dalam Islam
27 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat antara satu orang dengan yang lain atau kelompok yang satu dengan yang lain... selengkapnya

Agama dalam Bahasa Petani

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: