● online
Agama dalam Bahasa Petani

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah memberi perumpamaan kalimah thoyyibah (Laa ilaha illallah) yang merupakan pangkal dan puncak agama sebagai pohon/tanaman yang baik. Sebuah benih hanya dapat tumbuh apabila ditanam di dalam bumi/tanah yang baik. Apabila bumi/tanah itu tidak gembur, bahkan keras, maka benih tidak akan dapat dibenamkan ke dalamnya. Begitulah apabila hati itu keras, agama dan iman tidak akan dapat tertanam di dalamnya.
Apabila benih itu terlantar di atas tanah, maka burung akan datang menyambarnya. Begitulah apabila hati terlalu keras untuk menerima kebenaran maka setan akan datang merenggut kebaikan Tuhan itu. Maka lembutkanlah hati untuk senantiasa dapat menerima kebenaran dari mana pun datangnya.
Setelah benih itu terhujam ke dalam tanah, tanahnya harus senantiasa dijaga agar rumput-rumput liar tidak menghalangi benih itu untuk tumbuh. Sedangkan rumput liar dan semak bagi hati adalah kebencian, kedengkian, kecintaan pada hal-hal sepele dan sementara serta penyakit-penyakit hati lainnya. Apabila rumput liar atau tumbuhan lain dibiarkan tumbuh, maka benih yang kamu tanam tadi mungkin dapat tumbuh tapi tidak sehat dan tidak berbuah. Agama itu mungkin tumbuh dalam dirimu tapi cabangnya tak menjulang ke surga.
Agar dapat tumbuh sehat, tanaman itu harus mendapat cahaya matahari dan curahan air yang cukup. Agar dapat menjadi pohon yang kuat kamu pun butuh Sang Mentari dan ilmu yang diturunkan-Nya dari langit. Al-Qur’an yang merupakan petunjuk hidupmu adalah cahaya, sang Nabi adalah cahaya.
قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌ
“Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan.” (QS: Al-Ma’idah: 15)
Sedangkan ilmu dan nasihat agama adalah air yang dicurahkan Allah dari langit. Sebagaimana disampaikan oleh Imam Ghazali, “Begitu juga hati, ketika tidak mendapatkan hikmah dan ilmu selama tiga hari, maka hati akan mati,” Dengan cahaya dan air yang cukup, ditambah pula lagi dengan pupuk yang bergizi, maka benih itu akan tumbuh menjadi batang dan cabang yang besar. Tapi kalaupun batangnya kuat, kehadiran pohon yang tak kunjung berbuah tidak menjadi manfaat yang disyukuri makhluk-makhluk di sekitarnya. Apabila pohon itu bahkan tak bisa memberi keteduhan bagi sekitarnya, tak heran bila banyak orang hendak menebangnya. Agamamu mungkin kuat tapi jika manis dan cantiknya (agamamu itu) tidak dirasakan orang-orang di sekitarmu, tak heran jika mereka inginnya kamu itu ditebang saja.
Apabila tanah itu senantiasa dibersihkan semak-semaknya, pohon itu senantiasa mendapat cahaya, air, dan pupuk yang cukup, maka menjulanglah cabang-cabang pohon itu ke langit (terkenal ia di langit), teduhlah naungan daun-daun pohon merimbun (makhluk-makhluk di sekitarnya tenang dari perkataan dan perbuatannya), lebatlah buah-buah manis pohon itu mewangi (makhluk-makhluk di sekitarnya senang mendapat kebaikan akhlak-akhlaknya).
Demikianlah, semoga Allah menjadikan kita sebagaimana pohon yang akarnya kokoh dan cabangnya menjulang ke langit sebagaimana dalam firman-Nya dalam surah Ibrahim,
اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصۡلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرۡعُهَا فِى السَّمَآءِۙ
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,” (QS. Ibrahim: 24)
Tidak menjadikan kita sebagaimana kayu yang tersandar (orang-orang munafik)
وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِن يَقُولُوا۟ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ ٱلْعَدُوُّ فَٱحْذَرْهُمْ ۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
“Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya, mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al-Munafiqun: 4)
Dan tidak pula menjadikan kita sebagaimana kayu yang tercabut dari akarnya.
وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ
“Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” (QS. Ibrahim: 26)
Penulis: Habib Asyrafy
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Agama dalam Bahasa Petani
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah gemerlap bulan Ramadan, saat suasana kota terasa penuh kehangatan dan kebersamaan, pemandangan yang lazim terlihat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perbedaan sudah menjadi identitas masyarakat Indonesia. Ia juga bukan merupakan sesuatu yang buruk dan mesti dijelek-jelekkan.... selengkapnya
Jadikanlah Iduladha saat ini adalah untuk memulai dengan sungguh-sungguh berjuang dan berkorban dengan apa pun yang kita miliki untuk meruntuhkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini, umat Islam didorong untuk meningkatkan ibadah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Sebagai bentuk sarana mempererat tali silaturahmi ‘temu kangen’ keluarga besar Al-Bahjah dan para alumni, Ahad 17... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era digital seperti sekarang, cara anak belajar telah berubah sangat cepat. Jika dulu sumber ilmu utama berasal... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seorang yang terampil bermain bola akan senang saat keterampilannya itu diuji. Seorang yang pintar berhitung akan senang saat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Beberapa hari terakhir ini, berita pilu tentang seorang Ibu yang melakukan bunuh diri bersama anak-anaknya ramai diperbincangkan di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebagian masyarakat, terdapat anggapan bahwa menggunakan pakaian bekas sebagai kain lap dapat menyempitkan rezeki. Di antaranya menyebutnya... selengkapnya
FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000
Saat ini belum tersedia komentar.