● online
Benarkah Menjadikan Pakaian Bekas sebagai Lap Bisa Menyempitkan Rezeki?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebagian masyarakat, terdapat anggapan bahwa menggunakan pakaian bekas sebagai kain lap dapat menyempitkan rezeki. Di antaranya menyebutnya sebagai “pamali”, sebuah larangan yang diwariskan secara turun-temurun tanpa penjelasan yang jelas. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah benar keyakinan tersebut memiliki dasar dalam ajaran Islam?
Pada dasarnya, dalam Islam, yang dapat menyempitkan rezeki bukanlah penggunaan suatu barang secara fungsional, melainkan sikap manusia terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah. Rezeki bisa menjadi sempit ketika seseorang tidak mensyukuri nikmat, menyia-nyiakan pemberian, atau menggunakan sesuatu secara tidak bijak. Dalam konteks pakaian, Islam mengajarkan agar seseorang menghargai apa yang dimilikinya. Jika seseorang memiliki pakaian yang masih layak pakai, maka sebaiknya tidak langsung dirusak atau dialihfungsikan menjadi lap. Pakaian tersebut masih bisa dimanfaatkan dengan cara yang lebih bermanfaat, seperti diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Bisa jadi, pakaian yang sudah tidak disukai oleh seseorang justru sangat berarti bagi orang lain.
Namun, jika pakaian tersebut memang sudah tidak layak digunakan, misalnya karena robek, rusak, atau tidak bisa dipakai lagi maka tidak ada masalah untuk memanfaatkannya sebagai kain lap atau keperluan lain. Dalam kondisi ini, justru penggunaan tersebut termasuk bentuk pemanfaatan yang baik, daripada membuangnya begitu saja. Kesalahpahaman sering muncul karena kebiasaan yang tidak terkontrol. Misalnya, jika seseorang terlalu mudah menjadikan pakaian sebagai lap, meskipun masih layak pakai, hal ini bisa menumbuhkan sikap meremehkan nikmat. Kebiasaan seperti inilah yang berpotensi mengarah pada sikap boros dan tidak bersyukur, yang pada akhirnya bisa berdampak pada keberkahan rezeki.
Selain itu, ada aspek pendidikan dalam keluarga yang juga perlu diperhatikan. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Jika mereka terbiasa melihat orang tua menggunakan pakaian sebagai lap tanpa penjelasan, mereka bisa salah memahami dan meniru tindakan tersebut, bahkan terhadap pakaian yang masih bagus. Inilah sebabnya penting untuk memberikan contoh yang tepat serta penjelasan yang baik kepada anak-anak. Islam juga mendorong umatnya untuk memiliki kepedulian sosial. Pakaian yang masih layak sebaiknya dibersihkan, dirapikan, dan diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan cara ini, selain menjaga nikmat, seseorang juga menumbuhkan rasa empati dan berbagi.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan pakaian kepada orang lain. Tidak semua pakaian pantas untuk disumbangkan. Pakaian yang tidak menutup aurat atau mengandung unsur yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam sebaiknya tidak diberikan, karena dapat berdampak buruk bagi penerimanya. Dalam kasus seperti ini, lebih baik pakaian tersebut dialihfungsikan menjadi kain lap atau keperluan lain agar tidak menimbulkan mudarat.
Persoalan ini bukan terletak pada boleh atau tidaknya menjadikan pakaian sebagai lap, melainkan pada sikap dalam memperlakukan nikmat. Selama dilakukan dengan bijak yakni hanya pada pakaian yang memang sudah tidak layak maka hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebaliknya, yang perlu dihindari adalah sikap menyia-nyiakan dan meremehkan pemberian Allah. Karena sesungguhnya, keberkahan rezeki tidak ditentukan oleh hal-hal mistis seperti “pamali”, tetapi oleh bagaimana seseorang menghargai, menjaga, dan mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan kepadanya.
Penulis: Nur Robi Ari Saputra
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Benarkah Menjadikan Pakaian Bekas sebagai Lap Bisa Menyempitkan Rezeki?
Membaca buku adalah kegiatan yang telah ada selama berabad-abad. Sejak ditemukannya tulisan, manusia telah menjadikan membaca sebagai salah satu cara... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dinamika kehidupan di masyarakat yang memiliki agama dan kebudayaan yang beragam kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara hidup manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Di satu sisi,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ilmu adalah kunci untuk mengangkat derajat manusia. Karena itu, dalam proses perkembangan peradaban manusia, ilmu memiliki peran penting... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hati adalah cerminan diri kita sendiri. Ketika hati itu baik maka perilaku pun menjadi baik, begitu pun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menulis dipandang sebagai kegiatan formal, kaku, culun, polos, etc yang dilakukan hanya untuk mengisi kekosongan waktu semata.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Wudu merupakan syarat sah shalat yang harus dipenuhi setiap Muslim. Tanpa suci dari hadas besar maupun kecil, maka... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan. Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cahaya fajar menari-nari di atas bukit hijau yang perlahan menyembulkan wajahnya dari selimut malam. Udara segar, belum ternoda... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000
Saat ini belum tersedia komentar.