● online
Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kalender Hijriyah adalah kalender yang pergantian harinya didasarkan pada hitungan peredaran bulan mengelilingi Bumi. Orang-orang Arab sejak dahulu sudah menggunakan sistem penanggalan Hijriyah yang memiliki 12 bulan dalam 1 tahun dan 29/30 hari dalam 1 bulan. Dari ke-duabelas bulan tersebut, orang-orang Arab memberikan nama pada setiap bulannya sesuai dengan adat kebiasaan mereka, atau dengan kondisi cuaca pada bulan tersebut. Salah satu di antaranya yaitu bulan Shafar, yang saat ini kita semua baru memasukinya.
Nama Shafar diambil dari kata صفر yang memiliki dua arti, di antaranya: kosong dan kuning. Penamaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kebiasaan orang-orang Arab yang sering pergi meninggalkan kediaman mereka pada bulan ini. Entah dalam rangka berperang atau hanya sekadar mengembara jauh sehingga rumah-rumah mereka menjadi kosong. Adapun makna kuning diartikan sebagai sebuah penyakit, karena pada bulan ini orang-orang Arab meyakini adanya angin yang membawa sebuah penyakit. Oleh karena itu, pada masa Jahiliyyah, bulan ini diyakini sebagai bulan petaka dan bulan kesialan. Keyakinan seperti itu tidak hanya terjadi di negeri Arab, tetapi hampir di setiap tempat yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mereka meyakini sebuah takhayul tentang adanya hari sial atau pertanda-pertanda sial lainnya. Bahkan, yang mengaku Islam pun ada yang meyakini hal demikian karena kroposnya iman.
Padahal dalam Islam sudah sangat jelas tidak ada keterangan hari sial maupun tanda-tandanya, baik dalam Al-Qur`an maupun Hadits. Justru sebaliknya, kita diperintahkan untuk selalu berhusnudzon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekalipun ketika kita tertimpa musibah.
Lalu, bagaimana dengan peristiwa hari Rabu Wekasan dalam Islam? Rabu Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Shafar yang menurut sebagian orang-orang saleh dan para Waliyullah yang mendapatkan ilham, bahwa Allah menurunkan puluhan ribu penyakit dan bala` setiap tahunnya yang penurunannya diawali pada hari Rabu Wekasan. Adapun menurut penjelasan ulama karismatik asal Cirebon yaitu Buya Yahya, beliau menjelaskan bahwa pendapat sebagian orang tentang adanya hari Rabu Wekasan berasal dari sumber yang tidak pasti, maka kita tidak wajib untuk memercayainya.
Kaum muslimin yang memercayai adanya hari Rabu Wekasan, maka hendaknya tidak melakukan amalan-amalan yang tidak ada sumbernya dari Baginda Nabi. Sebab pada dasarnya memang tidak ada amalan khusus untuk dilakukan pada hari Rabu Wekasan. Akan tetapi, hendaknya kita mengamalkan yang sudah diajarkan oleh Baginda Nabi, sebuah amalan yang akan menjauhkan kita dari bala` dan musibah. Seperti sedekah, hadir di majelis dzikir dan majelis ilmu, serta masih banyak lagi amalan lainnya yang sudah beliau ajarkan untuk umatnya.
Begitu juga amalan-amalan yang dilakukan hendaknya tidak dicampur dengan adat istiadat setempat yang bertentangan dengan syari’at, seperti ikhthilath (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan), tabdzir (membuang-buang makanan dengan cuma-cuma), dan pelanggaran-pelanggaran lainnya, maka hendaknya semua itu dilakukan dengan adab seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam.
Pada akhirnya, dalam Islam tidak ada ketentuan hari, bulan, atau tahun kesialan. Hari sial adalah di saat kita melakukan dosa dan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun jika ada berita dari orang saleh bahwa Allah menurunkan bala’ atau musibah di waktu tertentu, maka berita itu tidak wajib diyakini. Dan jika ada yang meyakini, kemudian berikhtiar untuk menghindari musibah tersebut dengan suatu amalan, maka sah-sah saja, asalkan sesuai amalan yang diajarkan oleh Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam.
Wallahu A’lam Bisshowab…
Penulis: Ishab
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penulis hebat tidak pernah terlepas dari kemampuan penulisan paragraf yang baik, sehingga pengetahuan paragraf yang baik... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ceramah yang dibawakan oleh Buya Yahya di acara Uswatun Hasanah, beliau menegaskan berbuat baik kepada orang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara hidup manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Di satu sisi,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak tidak hanya tumbuh dari makanan yang ia makan atau sekolah tempat ia belajar. Anak juga tumbuh dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa ingin segera menegur ketika melihat kesalahan orang lain. Entah kepada anak, pasangan,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan, tidak semua hubungan berjalan dengan indah. Ada kalanya kita merasa tersakiti, dikecewakan, bahkan terluka oleh orang-orang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada kegiatan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah 1444 H kemarin, sangat banyak ilmu dan nasihat yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dunia pendidikan sering kali dipandang sebagai jalur yang kering dari sentuhan spiritual. Di ruang-ruang kuliah, ilmu kerap kali... selengkapnya
Musyawarah Kerja Divisi Dakwah dan Media LPD Al-Bahjah Cirebon Tahun Buku 2021 Media komunikasi dan informasi dewasa ini mengalami perkembangan... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.