Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Diposting pada 17 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 61 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kalender Hijriyah adalah kalender yang pergantian harinya didasarkan pada hitungan peredaran bulan mengelilingi Bumi. Orang-orang Arab sejak dahulu sudah menggunakan sistem penanggalan Hijriyah yang memiliki 12 bulan dalam 1 tahun dan 29/30 hari dalam 1 bulan. Dari ke-duabelas bulan tersebut, orang-orang Arab memberikan nama pada setiap bulannya sesuai dengan adat kebiasaan mereka, atau dengan kondisi cuaca pada bulan tersebut. Salah satu di antaranya yaitu bulan Shafar, yang saat ini kita semua baru memasukinya.

Nama Shafar diambil dari kata صفر yang memiliki dua arti, di antaranya: kosong dan kuning. Penamaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kebiasaan orang-orang Arab yang sering pergi meninggalkan kediaman mereka pada bulan ini. Entah dalam rangka berperang atau hanya sekadar mengembara jauh sehingga rumah-rumah mereka menjadi kosong.  Adapun makna kuning diartikan sebagai sebuah penyakit, karena pada bulan ini orang-orang Arab meyakini adanya angin yang membawa sebuah penyakit. Oleh karena itu, pada masa Jahiliyyah, bulan ini diyakini sebagai bulan petaka dan bulan kesialan. Keyakinan seperti itu tidak hanya terjadi di negeri Arab, tetapi hampir di setiap tempat yang tersebar di seluruh dunia,  termasuk di Indonesia. Mereka meyakini sebuah takhayul tentang adanya hari sial atau pertanda-pertanda sial lainnya. Bahkan, yang mengaku Islam pun ada yang meyakini hal demikian karena kroposnya iman.

Padahal dalam Islam sudah sangat jelas tidak ada keterangan hari sial maupun tanda-tandanya, baik dalam Al-Qur`an maupun Hadits. Justru sebaliknya, kita diperintahkan untuk selalu berhusnudzon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekalipun ketika kita tertimpa musibah.

Lalu, bagaimana dengan peristiwa hari Rabu Wekasan dalam Islam? Rabu Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Shafar yang menurut sebagian orang-orang saleh dan para Waliyullah yang mendapatkan ilham, bahwa Allah menurunkan puluhan ribu penyakit dan bala` setiap tahunnya yang penurunannya diawali pada hari Rabu Wekasan. Adapun menurut penjelasan ulama karismatik asal Cirebon yaitu Buya Yahya, beliau menjelaskan bahwa pendapat sebagian orang tentang adanya hari Rabu Wekasan berasal dari sumber yang tidak pasti, maka kita tidak wajib untuk memercayainya.

Kaum muslimin yang memercayai adanya hari Rabu Wekasan, maka hendaknya tidak melakukan amalan-amalan yang tidak ada sumbernya dari Baginda Nabi. Sebab pada dasarnya memang tidak ada amalan khusus untuk dilakukan pada hari Rabu Wekasan. Akan tetapi, hendaknya kita mengamalkan yang sudah diajarkan oleh Baginda Nabi, sebuah amalan yang akan menjauhkan kita dari bala` dan musibah. Seperti sedekah, hadir di majelis dzikir dan majelis ilmu, serta masih banyak lagi amalan lainnya yang sudah beliau ajarkan untuk umatnya.

Begitu juga amalan-amalan yang dilakukan hendaknya tidak dicampur dengan adat istiadat setempat yang bertentangan dengan syari’at, seperti ikhthilath (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan), tabdzir (membuang-buang makanan dengan cuma-cuma), dan pelanggaran-pelanggaran lainnya, maka hendaknya semua itu dilakukan dengan adab seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam.

Pada akhirnya, dalam Islam tidak ada ketentuan hari, bulan, atau tahun kesialan. Hari sial adalah di saat kita melakukan dosa dan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun jika ada berita dari orang saleh bahwa Allah menurunkan bala’ atau musibah di waktu tertentu, maka berita itu tidak wajib diyakini. Dan jika ada yang meyakini, kemudian berikhtiar untuk menghindari musibah tersebut dengan suatu amalan, maka sah-sah saja, asalkan sesuai amalan yang diajarkan oleh Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam.

Wallahu A’lam Bisshowab

 

Penulis: Ishab

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Kenali 6 Jenis Paragraf Ini Sebelum Kamu Menulis. Lengkap dengan Contohnya!
10 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penulis hebat tidak pernah terlepas dari kemampuan penulisan paragraf yang baik, sehingga pengetahuan paragraf yang baik... selengkapnya

Hikmah di Balik Pemilihan Jazirah Arab sebagai Tempat Turunnya Dakwah Islam
11 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya

Hidup Indah Berkat Berbakti Kepada Orang Tua
2 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ceramah yang dibawakan oleh Buya Yahya di acara Uswatun Hasanah, beliau menegaskan berbuat baik kepada orang... selengkapnya

Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Peluang bagi Generasi Muslim
22 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara hidup manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Di satu sisi,... selengkapnya

Rumah yang Menenangkan adalah Tempat Pertama Anak Belajar Akhlak
13 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak tidak hanya tumbuh dari makanan yang ia makan atau sekolah tempat ia belajar. Anak juga tumbuh dari... selengkapnya

Menegur dengan Akhlak
12 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa ingin segera menegur ketika melihat kesalahan orang lain. Entah kepada anak, pasangan,... selengkapnya

Bolehkah Cut Off dalam Islam?
10 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan, tidak semua hubungan berjalan dengan indah. Ada kalanya kita merasa tersakiti, dikecewakan, bahkan terluka oleh orang-orang... selengkapnya

Di Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Founder Camp Sholawat Berikan Cara Bisa Istiqomah Sholawat Hingga Ribuan Setiap Hari, Mari Simak Tipsnya!
3 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada kegiatan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah 1444 H kemarin, sangat banyak ilmu dan nasihat yang... selengkapnya

Apakah Orang Berilmu Pastilah Orang Saleh?; Refleksi Menjelang Bulan Ramadan
9 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dunia pendidikan sering kali dipandang sebagai jalur yang kering dari sentuhan spiritual. Di ruang-ruang kuliah, ilmu kerap kali... selengkapnya

Musyawarah Kerja Divisi Dakwah dan Media LPD Al-Bahjah Cirebon Tahun Buku 2021
29 Desember 2021

Musyawarah Kerja Divisi Dakwah dan Media LPD Al-Bahjah Cirebon Tahun Buku 2021 Media komunikasi dan informasi dewasa ini mengalami perkembangan... selengkapnya

Sejarah Bulan Shafar, Rebo Wekasan, dan Tradisi di Dalamnya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: