Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mendampingi Anak di Era Digital

Mendampingi Anak di Era Digital

Diposting pada 15 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 92 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era digital seperti sekarang, cara anak belajar telah berubah sangat cepat. Jika dulu sumber ilmu utama berasal dari buku dan guru di kelas, kini anak bisa mendapatkan informasi hanya dengan sentuhan jari. Internet membuka akses tanpa batas, metode belajar semakin fleksibel, bahkan proses pembelajaran tidak lagi selalu berlangsung di ruang kelas fisik.

Perubahan ini tentu membawa banyak manfaat. Anak bisa belajar lebih kreatif, lebih visual, dan lebih dekat dengan dunia nyata melalui project-based learning maupun pembelajaran daring. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan besar bagi orang tua tentang bagaimana menjaga agar anak tetap mencintai proses belajar, bukan justru kehilangan fokus, ketahanan, dan kedekatan emosional akibat teknologi.

Perubahan Cara Belajar Anak di Era Digital

Anak-anak hari ini tumbuh di lingkungan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka terbiasa mendapatkan jawaban secara instan melalui internet. Video interaktif, aplikasi edukasi, hingga pembelajaran berbasis proyek membuat proses belajar menjadi lebih dinamis.

Namun tantangannya, akses informasi yang terlalu cepat kadang membuat anak terbiasa dengan hal-hal serba instan. Anak dapat mudah bosan ketika menghadapi proses belajar yang membutuhkan ketekunan dan konsentrasi lebih lama. Karena itu, orang tua perlu membantu anak memahami bahwa belajar bukan hanya tentang hasil cepat, tetapi tentang menikmati proses menemukan, mencoba, gagal, lalu memahami sesuatu sedikit demi sedikit.

Dampak Screen Time Berlebihan

Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah screen time yang berlebihan. Paparan layar secara terus-menerus, terutama pada usia dini, dapat memengaruhi rentang perhatian anak. Anak menjadi lebih mudah terdistraksi, sulit fokus, dan kurang tertarik pada aktivitas yang membutuhkan kesabaran seperti membaca buku atau bermain kreatif tanpa layar.

Pada usia kecil, screen time yang tidak terkontrol juga dapat menghambat perkembangan motorik, bahasa, dan interaksi sosial anak. Karena itu, pembatasan penggunaan gawai sangat penting, terutama pada usia 0–2 tahun. Namun yang lebih penting dari sekadar aturan adalah keteladanan. Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Sulit meminta anak mengurangi gawai jika orang tua sendiri terus-menerus sibuk dengan ponsel. Maka strategi pertama yang perlu dibangun adalah menghadirkan budaya penggunaan teknologi yang sehat di rumah. Misalnya:

  1. Membuat waktu bebas gawai saat makan bersama;
  2. Mengurangi penggunaan ponsel ketika bersama anak; atau
  3. Mengajak anak melakukan aktivitas nyata seperti membaca, memasak, menggambar, atau bermain di luar rumah.

Koneksi Emosional adalah Fondasi Utama

Di tengah derasnya arus teknologi, anak sebenarnya tidak hanya membutuhkan fasilitas belajar yang canggih. Mereka membutuhkan koneksi emosional dengan orang tuanya. Connection atau ikatan emosional menjadi fondasi penting agar anak merasa aman, dihargai, dan dicintai. Anak yang memiliki hubungan hangat dengan orang tuanya cenderung lebih terbuka, lebih percaya diri, dan lebih mudah menikmati proses belajar. Koneksi ini dapat dibangun melalui:

  1. Kehadiran utuh saat bersama anak;
  2. Mendengarkan cerita mereka tanpa menghakimi;
  3. Memvalidasi emosi anak; atau
  4. Memberikan cinta tanpa syarat.

Kadang yang dibutuhkan anak bukan hadiah mahal atau gadget terbaru, tetapi tatapan penuh perhatian ketika mereka bercerita tentang hal sederhana. Di era digital, tantangan terbesar bukan hanya anak yang sibuk dengan gawainya, tetapi juga orang tua yang hadir secara fisik namun tidak benar-benar hadir secara emosional.

Orang Tua Adalah Teladan Utama

Anak bukan hanya mendengar nasihat orang tua, tetapi meniru kehidupan mereka. Jika orang tua gemar membaca, anak lebih mudah tertarik membaca. Jika orang tua penasaran terhadap ilmu baru, anak pun belajar bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan. Karena itu, peran terbesar orang tua bukan menjadi guru sempurna, melainkan menjadi teladan yang terus belajar.

Pada akhirnya, di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, anak tetap membutuhkan kehadiran orang tua secara nyata. Orang tua perlu belajar mengikuti kebutuhan anak, termasuk menjaga ritme tidur dan waktu istirahat mereka, bukan justru memaksa anak mengikuti pola hidup orang dewasa yang sibuk.

Ketika pekerjaan menumpuk, sesekali menepikannya sejenak untuk menemani anak tidur, mengajaknya berbicara, mendengarkan ceritanya, atau sekadar hadir dengan penuh perhatian adalah hal sederhana yang memberi dampak besar bagi tumbuh kembangnya. Dari kedisiplinan kecil inilah anak belajar merasa aman, dicintai, dan terbiasa memiliki rutinitas yang sehat. Sebab pada akhirnya, anak bukan hanya membutuhkan fasilitas belajar yang baik, tetapi juga orang tua yang hadir, membersamai, dan menjadi teladan dalam kehidupannya.

 

Penulis: Athaya Dinda Haniyah

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Mendampingi Anak di Era Digital

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Jelas-Jelas Berselingkuh, Bolehkah Membongkar Aib Pasangan di Media Sosial?
5 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan oleh kasus perselingkuhan seseorang yang tersebar di media sosial. Orang tersebut membuka... selengkapnya

Agar Tidak Sama Dengan Kaum Yahudi, Berikut 3 Cara Berpuasa Asyura
25 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Puasa 10 Muharram atau puasa asyura merupakan puasa sunnah yang sangat dikukuhkan oleh Baginda Nabi Saw.... selengkapnya

Tafsir Alam: Ketika Alam Tak Lagi Diam
16 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini telah terjadi berbagai bencana yang terjadi di negeri ini, terutama longsor dan banjir. Menurut berbagai sumber... selengkapnya

Buya Yahya: Silaturahmi yang Benar Harus Menggabungkan Aspek Zahir dan Batin
7 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Silaturahmi diambil dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Shilatun (صلة) yang berarti penghubung, ikatan atau... selengkapnya

Puasa Tapi Belum Mandi Junub, Memangnya Sah?
30 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, mandi junub merupakan kewajiban seorang muslim ketika ia memiliki berhadas besar seperti, keluar mani,... selengkapnya

Muslimah Begitu Berharga, Maka Ia Dijaga
13 Maret 2024

  Islam sebagai agama yang sempurna, sejak awal telah mendeklarasikan hak-hak wanita secara sempurna pula. Sejak saat itu, wanita muslimah... selengkapnya

Bagaimana Cara Menyikapi Cacian dan Makian? Berikut Pesan Buya Yahya
11 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cacian dan makian seringkali kita dapati dalam berbagai keadaan. Namun sejatinya, apakah hal itu layak untuk... selengkapnya

Tak Ada Ruang bagi Perundung
18 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini marak terjadi kasus perundungan, baik di lingkungan Sekolah Dasar hingga ke perguruan tinggi. Data resmi dari... selengkapnya

Seruan Kemanusiaan untuk Palestina
21 Oktober 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sejak 7 Oktober 2023, perang Palestina-Israel kian memanas. Hingga Jum’at  (27/10), serangan Israel terhadap Palestina telah... selengkapnya

Sebab Hilangnya Pahala Puasa
21 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sungguh merugi orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa tidak hanya melakukan puasa secara... selengkapnya

Mendampingi Anak di Era Digital

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: