● online
Melihat Ujian dan Musibah sebagai Jalan Pulang

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kali manusia pandai mengucapkan kata-kata manis kepada Allah. Kita merasa dekat saat membutuhkan pertolongan-Nya, rajin berdoa ketika hati sedang hancur, dan menangis saat hidup terasa berat. Namun ketika keadaan mulai membaik, perlahan kita kembali sibuk dengan dunia dan melupakan-Nya. Hingga akhirnya, saat ujian datang lagi, kita merasa menjadi korban dan diam-diam menyalahkan Allah, seolah Dia meninggalkan kita. Padahal, Allah tidak pernah pergi. Kasih sayang-Nya tetap ada, pintu ampunan-Nya tetap terbuka, dan pertolongan-Nya tidak pernah berhenti.
Mungkin selama ini bukan Allah yang menjauh, melainkan hati kita sendiri yang terlalu jauh untuk kembali mengingat-Nya. Terkadang, jatuh adalah cara Allah memanggil hamba-Nya untuk pulang. Saat hati mulai keras, iman mulai melemah, dan hidup terlalu dipenuhi urusan dunia, Allah menghadirkan ujian agar manusia kembali sadar bahwa hanya kepada-Nya tempat bersandar. Tidak semua jatuh adalah hukuman. Ada jatuh yang justru menjadi bentuk kasih sayang Allah untuk membersihkan hati, menggugurkan dosa, dan mengangkat derajat seorang hamba.
Bahkan setelah seseorang berhijrah dan berusaha menjadi lebih baik, cobaan tetap bisa datang. Sebab hijrah bukan berarti hidup langsung tanpa luka. Kadang Allah masih memberi ujian untuk membersihkan sesuatu di dalam diri kita dari kesombongan, ketergantungan pada manusia, atau hati yang belum sepenuhnya berserah. Luka-luka itu perlahan membentuk hati yang lebih lembut dan lebih dekat kepada Allah.
Di sinilah pentingnya tadabur dan tafakur. Tadabur membuat kita belajar merenungi ayat-ayat Allah, bukan hanya membacanya, tetapi memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan. Sementara tafakur mengajarkan kita untuk merenungi setiap kejadian hidup, setiap nikmat, dan setiap ujian sebagai tanda kebesaran Allah.
Kadang seseorang baru memahami hikmah sebuah luka setelah ia berhenti sejenak untuk bertadabur dan bertafakur. Dari sana, hati mulai sadar bahwa tidak semua yang menyakitkan berarti Allah membenci kita. Bisa jadi justru itu adalah cara Allah menarik kita kembali agar lebih dekat kepada-Nya.
Saat hati mulai belajar ikhlas, ada beberapa hal yang perlu kita sadari. Pertama, jangan merasa terlalu memiliki. Sebab semua yang ada di dunia hanyalah titipan Allah, dan suatu saat bisa kembali kepada-Nya. Kedua, percayalah bahwa ketika Allah mengambil sesuatu dari hidup kita, Dia mampu menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, meskipun saat ini kita belum memahaminya. Ketiga, jangan tergesa-gesa terhadap doa dan harapan.
Apa yang kita minta mungkin tidak langsung Allah berikan, bukan karena Dia tidak mendengar, tetapi karena Allah tahu waktu terbaik dan tahu kapan hati kita benar-benar siap menerimanya. Karena pada akhirnya, seberat apa pun ujian hidup, semua itu bisa menjadi jalan pulang bagi hati yang ingin kembali kepada Allah.
Penulis: Rozal Putra
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Melihat Ujian dan Musibah sebagai Jalan Pulang
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam adalah shalat. Untuk mengerjakan shalat secara sempurna seorang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Umur manusia menjadi rahasia yang tidak ada seorang pun tahu berapa panjang usia yang dijatahkan kepadanya.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah makna ta’aruf itu sendiri. Ta’aruf bukanlah kesepakatan untuk menuju kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita telah berada di bulan mulia yang penuh kebahagiaan, bulan untuk memupuk kasih sayang, yaitu bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ada pemandangan langka pada acara Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Buyut Minggu (27/11/2022). Sayyid Husein Haidar... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggalkan alam dunia, dia memasuki fase yang disebut sebagai alam barzakh, yakni... selengkapnya
Oleh: Herry Munhanif Lelaki itu dengan susah payah menempuh perjalanan yang melelahkan selama berbulan-bulan, demi mendapatkan keikhlasan pemilik dua butir... selengkapnya
Seorang jamaah bertanya tentang jihad kepada Buya Yahya, “Bagaimana cara jihad untuk membela saudara kita yang terzalimi di Palestina? Sedangkan... selengkapnya
Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000
Saat ini belum tersedia komentar.