fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Jihad Kita untuk Palestina

Jihad Kita untuk Palestina

Diposting pada 16 Oktober 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 712 kali / Kategori:

Seorang jamaah bertanya tentang jihad kepada Buya Yahya,

“Bagaimana cara jihad untuk membela saudara kita yang terzalimi di Palestina? Sedangkan kita tidak mampu untuk ikut berperang mengangkat senjata bersama mereka?”

Pembaca sekalian, kazaliman yang dialami saudara kita di Palestina memang sudah berlangsung sangat lama. Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka? Buya Yahya memberikan jawaban terkait permasalahan ini. Beliau mengingatkan bahwa perjuangan atau jihad fi sabilillah (berjihad di jalan Allah Swt) dapat kita lakukan meskipun kita tidak ikut berperang langsung melawan musuh-musuh Allah Swt.

Jihad Paling Utama

Buya Yahya menyampaikan bahwa dahulu Nabi Muhammad Saw, usai Perang Badar, beliau bersabda kepada para sahabat,

رَجَعْتُمْ مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَى الجِهَادِ الأَكْبَرِ فَقِيْلَ وَمَا جِهَادُ الأَكْبَر يَا رَسُوْلَ الله؟ فَقَالَ جِهَادُ النَّفْسِ

Kalian telah pulang dari jihad kecil menuju jihad yang lebih besar. Lantas sahabat bertanya, “Apakah jihad yang lebih besar itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “jihad (memerangi) hawa nafsu.”

Perang Badar dianggap jihad yang kecil, karena ternyata ada jihad yang lebih besar lagi yaitu memerangi hawa nafsu.

Buya Yahya menambahkan,

“Memerangi hawa nafsu yang ada di dalam diri kita disebutkan dengan ‘akhbats min sab’ina syayathina, lebih keji daripada tujuh puluh setan.’”

Dengan demikian, jihad utama kita sebagai seorang mukmin tidak lain ialah berperang melawan hawa nafsu dalam diri kita masing-masing. Jihad ini juga merupakan jihad akbar (jihad paling besar), melebihi peperangan sesungguhnya. Peperangan sesungguhnya melawan musuh-musuh Allah Swt umumnya hanya terjadi dalam rentang waktu tertentu, sedangkan hawa nafsu selalu mengiringi kita setiap waktu, maka jihad melawannya pun dapat terjadi setiap saat. Maka jangan sampai kita lengah dan kalah dari godaan hawa nafsu ini.

Seiring dengan semakin beragamnya peluang untuk bermaksiat kepada Allah Swt di zaman serba canggih ini, bentuk memerangi hawa nafsu ini sangat beragam. Mulai dari menahan diri dari yang haram: menahan mata dari melihat aurat, menjaga mulut dari menggunjing orang, menjaga tangan dari perbuatan tercela, memilah dan memilih tontotan kita, tidak menyimpan hal-hal yang menjadikan Allah Swt murka di handphone kita, dan lain-lain.

Cara Berjihad untuk Membantu Palestina

Kemudian, jika kita ingin berjihad melawan musuh-musuh Allah Swt yang menzalimi orang-orang mukmin, khususnya saudara-saudara kita di Palestina, Buya Yahya berpesan sebagai berikut:

“Jika Anda ingin jihad berperang melawan musuh-musuh Allah Swt, lakukanlah dua hal ini: 1) Mendukung dan ikut berkiprah dalam dakwah ulama. Baik dengan harta, tenaga, atau apa pun. Anda mengambil bagian dari dakwah, karena dakwah itu membela ummat Nabi Muhammad Saw. 2) Bela saudara-saudara Anda dengan membeli produk-produk buatan mereka, jangan terbiasa membeli produk orang yang memusuhi agama Anda. Saat saya ingin minum, lebih baik saya haus daripada harus membeli produk buatan orang yang diidentifikasi memusuhi Islam!”

Pada kesempatan lain, Buya menyampaikan bahwa bisa jadi secara tidak sadar kita telah ikut andil menindas saudara-saudara kita di Palestina dengan membeli produk buatan musuh Islam, karena keuntungannya mereka gunakan untuk memerangi orang-orang Palestina di sana.

Tidak membeli produk-produk mereka, bukan berarti menolak semua produk mereka. Buya Yahya menyampaikan ada tiga tingkatan dalam menyikapi produk orang-orang yang memusuhi agama Allah Swt ini,

Pertama, produk yang penting untuk bertanding dan bersaing dengan mereka, maka ini boleh dibeli, bahkan sangat diimbau. Seperti produk teknologi, persenjataan, dan sebagainya.

Kedua, produk yang cukup penting dan tidak tidak terlalu mendesak seperti kendaraan dan sebagainya, Anda masih boleh membelinya.

Dan ketiga, produk-produk yang juga diproduksi oleh saudara kita, seperti air kemasan, roti, susu, dan lain-lain. Maka ini seyogianya kita tidak membelinya dari mereka yang memusuhi Islam, sebaliknya, belilah dari saudara kita.

Ini sebagai bentuk ghiroh kita dalam menegakkan dan memperjuangkan kehormatan agama kita. Ghiroh ialah kecemburuan dalam beramal atau semangat dalam beramal. Jika kecemburuan ini tidak ada, maka kemurnian amal kita patut dipertanyakan. Buya Yahya mengingatkan,

“Dakwah dan jihad itu harus ada ghiroh, harus ada cemburu. Kalau dakwah tidak dengan ghiroh, maka ketahuilah yang ada adalah bukan dakwah kepada Allah Swt melainkan dakwah kepada dirinya sendiri. Hanya kepentingan untuk pribadinya sendiri.”

Itulah sekelumit penjelasan tentang berjihad dan cara jihad kita untuk membantu saudara kita yang terzalimi di Palestina. Semoga Allah Swt mengembalikan kejayaan mereka dan semoga Allah Swt terus menambah kehormatan ummat Islam di mana pun mereka berada. Aamiin.

Sumber:  Al-Bahjah TV

Tags: ,

Bagikan ke

Jihad Kita untuk Palestina

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Jihad Kita untuk Palestina

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: