● online
5 Pola Asuh Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Banyak orang tua merasa telah memberikan yang terbaik bagi anak. Namun tanpa disadari, pola asuh tertentu justru dapat melukai psikologis anak dan berdampak panjang terhadap perkembangan kepribadiannya. Berikut 5 pola asuh orang tua yang secara tanpa sadar menyakiti sang buah hati:
- Membandingkan Anak dengan Orang Lain
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan orang tua diharapkan mampu mengenali serta menghargai keunikan tersebut dengan cara yang positif. Sikap meremehkan potensi anak dan membanding-bandingkannya dengan anak yang lebih unggul justru berisiko menurunkan rasa percaya diri.
Berbeda dengan upaya memotivasi yang bertujuan mendorong anak agar berkembang tanpa menjatuhkan, praktik perbandingan dapat berdampak negatif. Anak yang terus-menerus dibandingkan cenderung kehilangan semangat dan motivasi untuk berkembang secara optimal.
- Bersikap Kasar Kepada Anak
Dalam Islam, menyakiti orang lain adalah tindakan yang berdosa, baik secara fisik maupun secara nonfisik. Termasuk tidak dibenarkan bagi orang tua untuk bersikap kasar terhadap anak, seperti memukul, membentak, dan memarahi anak tanpa alasan yang jelas. Tindakan tersebut berdampak negatif pada konsekuensi psikologis anak, termasuk menimbulkan luka batin dan berpotensi memicu rasa kebencian anak terhadap orang tua. Dalam perspektif Islam, sikap kasih sayang menjadi salah satu prinsip utama dalam pengasuhan. Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda:
“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang tua” (HR. At-Tirmidzi)
- Pilih Kasih
Orang tua sering kali tanpa sadar memberikan kasih sayang yang berlebih kepada seorang anak. Sedangkan anak yang lainnya hanya mendapatkan ala kadarnya bahkan tidak mendapatkan kasih sayang sama sekali. Hal itu dapat menimbulkan ketimpangan kasih sayang. Seperti halnya anak yang satu merasa dimanja, sedangkan yang satunya lagi merasa diabaikan. Padahal Islam menganjurkan untuk berlaku adil pada sesama, termasuk orang tua kepada semua anak-anaknya.
- Mengabaikan Pendapat Anak
Anak yang pendapatnya kerap diabaikan oleh orang tua, meski dengan alasan demi kebaikan bersama, berisiko mengalami dampak jangka panjang pada perkembangan sikap dan perilakunya. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memicu kecenderungan memberontak serta berkembangnya sikap egois di kemudian hari.
Karena itu, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat. Setiap masukan sebaiknya dipertimbangkan secara terbuka, disertai tanggapan yang jelas. Apabila pendapat anak tidak dapat diterima, orang tua dianjurkan untuk menyampaikan alasan secara rasional agar anak tetap merasa dihargai dan memahami dasar pengambilan keputusan.
- Over Protektif
Perlindungan terhadap anak merupakan bagian dari fitrah orang tua. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, hal tersebut dapat berdampak kurang baik terhadap perkembangan anak. Sikap terlalu protektif berpotensi menghambat tumbuhnya rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan anak dalam mengambil keputusan.
Orang tua perlu menyeimbangkan antara upaya melindungi dan memberikan ruang bagi anak untuk belajar menghadapi tantangan. Dengan demikian, anak dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap menghadapi berbagai situasi dalam kehidupannya.
Pola asuh orang tua yang salah dapat berdampak pada keterikatan emosional (attachment) antara anak dan orang tua. Penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa anak yang merasa tidak dipahami atau tidak dihargai di rumah cenderung mencari validasi di luar lingkungan keluarga. Hal ini meningkatkan risiko keterlibatan dalam pergaulan negatif, kenakalan remaja, hingga perilaku menyimpang sebagai bentuk pelarian emosional.
Dalam Islam, hubungan orang tua dan anak sangat ditekankan sebagai hubungan yang penuh kasih sayang (rahmah), bukan sekadar otoritas. Al-Qur’an menegaskan pentingnya kelembutan dalam interaksi, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ ١٥٩ ( اٰل عمران/3: 159)
Artinya: “Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (Ali ‘Imran/3:159)
Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam juga memberikan teladan dengan penuh kasih sayang kepada anak-anak, bahkan beliau mencium cucunya Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain sebagai bentuk ekspresi cinta yang nyata. Oleh karena itu, bagi orang tua yang menyadari adanya kesalahan dalam pola interaksi dengan anak, Islam menganjurkan untuk segera melakukan tobat (kembali kepada Allah), introspeksi diri, serta memperbaiki hubungan dengan anak melalui permintaan maaf dan perbaikan komunikasi.
Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun dan pintu tobat selalu terbuka selama manusia belum sampai pada ajalnya. Langkah ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi bentuk pemulihan hubungan psikologis yang sangat penting bagi perkembangan anak.
Referensi
- Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
- Ibn Qayyim Al-Jauziyyah. Tuhfatul Maudud bi Ahkam al-Maulud.
- Ibn Khaldun. Al-Muqaddimah.
- Al-Qur’an Al-Karim, Surah Ali Imran ayat 159.
- Hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam (HR. Bukhari dan Muslim).
- Baumrind, Diana. (1991). The Influence of Parenting Style on Adolescent Competence and Substance Use.
- Bowlby, John. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development.
Penulis: Gibran Fardiansyah (Santri SMAIQu kelas X)
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
5 Pola Asuh Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pembahasan mengenai hukum rokok selalu penting untuk disimak di tengah-tengah zaman yang terus berkembang. Para ulama terdahulu hidup... selengkapnya
Salah satu bentuk kesunahan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan cincin. Tidak hanya sebagai perhiasan dan alat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan oleh kasus perselingkuhan seseorang yang tersebar di media sosial. Orang tersebut membuka... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam Islam, relasi orang tua dan anak sering dibahas dalam kerangka birr al-walidayn, yang menekankan kewajiban anak untuk... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim apapun keadaannya. Siapapun yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu keindahan agama Islam adalah hadirnya Syariat yang berperan sebagai rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Ibarat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kehidupan Bilal tak ubahnya dengan budak lainnya. Hari-harinya berlalu secara rutin tapi gersang, tidak memiliki sesuatu pada hari... selengkapnya
PAGI itu, embun masih menggantung malu-malu di ujung daun jambu pekarangan rumah. Cahaya mentari baru saja menyelinap dari balik genting... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.... selengkapnya
Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000
Saat ini belum tersedia komentar.