Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Membaca Adalah Modal: Teknik Dasar Menulis Artikel Jurnalistik untuk Pemula

Membaca Adalah Modal: Teknik Dasar Menulis Artikel Jurnalistik untuk Pemula

Diposting pada 5 Maret 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 137 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kita jumpai tulisan di media massa yang penulisnya tidak memiliki latar belakang bahasa atau jurnalistik. Mengapa bisa demikian? Sebab pada hakikatnya menulis itu tidak memandang latar belakang penulisnya. Memang benar orang yang berkecimpung di dunia bahasa dan jurnalistik, memiliki potensi yang lebih besar untuk mahir menulis dan menjadi penulis. Namun, keterampilan menulis bukan karena itu saja. Faktor yang lebih menentukan adalah menjadi pendengar dan pembaca yang baik. Mustahil coretan-coretan pena bisa tersaji di dalam kertasnya tanpa adanya imajinasi yang lahir dari hasil menyimak yang ada di sekitarnya.

Oleh karena itu, untuk menjadi penulis, mula-mula cintailah membaca informasi apa pun tanpa pilih-pilih tema. Gemari membaca pelbagai disiplin ilmu sampai menemukan gagasan dan pandangan kita terhadap suatu permasalahan sekaligus solusi pemecahan masalahnya. Selanjutnya, proses mengolah istilah “kausalitas” sebab akibat. Seorang penulis yang berarti juga seorang pembaca keadaan, dalam hal ini harus peka dalam membaca kondisi sekitar dan problematika sosial yang terjadi. Sederhananya banyak mempertanyakan berbagai hal tentang sesuatu, “mengapa bisa terjadi”? serta “akibat apa yang ditimbulkan dari kejadian/permasalah tersebut?” Sebab, cikal bakal terserapnya sebuah informasi bisa didapatkan dari pertanyaan mengapa dan bagaimana. Lalu dilanjutkan dengan mengolah pertanyaan 5W+1H untuk melengkapi proses selanjutnya.

Meskipun pernah belajar ilmu menulis di jurusan saat kuliah, hal tersebut masih tetap membutuhkan beberapa pijakan selanjutnya untuk mencapai puncak kesuksesan. Ibarat seekor kancil yang ingin menyeberang sebuah sungai, dia harus meloncati beberapa batu untuk mencapai tepi. Apabila tidak bisa menapaki satu demi satu batu yang ada di tengah-tengah sungai maka ia akan terjebak di tengah sungai dan sangat mungkin sang kancil akan dimangsa seekor buaya. Oleh karena itu, sang kancil harus menapaki satu per satu batu tersebut dan mencari pijakan lain untuk membawanya menuju tepi sungai yang memiliki pemandangan yang indah dan suburnya buah-buahan untuk dinikmati.

Perumpamaan ini bermaksud menggugah pola pikir seorang calon penulis, jangan sampai hanya mengandalkan jurusan dan mata kuliah yang telah didapatkan saja. Akan tetapi, asahlah kemampuan menulis dengan mulai menyimak dan membaca. Niscaya perbendaharaan keilmuan yang dimiliki semakin memudahkan kita menemukan kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan frasa demi frasa, serta paragraf demi paragraf untuk tulisan kita.

Sebagai contoh, jika ingin bisa membuat sebuah artikel maka jangan sungkan untuk membaca artikel orang lain dari pelbagai sumber media massa atau media internet sebagai bahan rujukan. Terkadang ego merasa tulisan sendiri lebih baik dari yang lainnya membuat angkuh untuk tidak belajar dari tulisan orang lain. Tulisan yang dianggap kaya itu sebenarnya dinilai orang sangat miskin kreativitas karena menggunakan pola yang sama dan dengan kata-kata itu saja yang digunakan. Turunkanlah ego tersebut dengan merasa masih harus banyak belajar dari tulisan orang lain yang beragam dan memiliki kualitas. Jadilah pribadi yang merasa bodoh dan haus akan ilmu sehingga kita tidak akan sungkan untuk belajar kepada orang lain.

Yakinlah, orang-orang di luar jurusan bahasa dan jurnalistik itu pun tidak tiba-tiba jadi mahir menulis dan setiap tulisannya selalu masuk di kolom-kolom surat kabar ternama. Apalagi jurusan kuliah mereka tidak spesifik untuk mengarahkan menjadi seorang penulis. Akan tetapi, ada proses panjang yang dilalui dan itu semua dimulai dari menyimak dan membaca. Selanjutnya mulailah mengerucut menuju bacaan yang kita sukai, baik itu bacaan fiksi maupun nonfiksi. Intinya perbanyak bahan bacaan sebagai rekomendasi khazanah perbendaharaan tulisan kita. Setelah itu, barulah mengaitkan dengan kondisi sosial yang sedang terjadi baru-baru ini atau istilah lainnya adalah kejadian viral. Dari sana bisa dibuat tulisan apa pun.

 

Penulis: Ivan Arief Rachman, S.Pd.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Membaca Adalah Modal: Teknik Dasar Menulis Artikel Jurnalistik untuk Pemula

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Hati-Hati, Amal Baik Bisa Sia-Sia
27 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap Muslim pasti mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan salah satu upaya untuk mendapatkannya adalah dengan berbuat... selengkapnya

Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis
6 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat Ramadan, ramai di media sosial unggahan konten yang menggunakan istilah mokel. Mokel adalah bahasa gaul yang berasal... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal
12 Mei 2024

  Balada Rindu Sang Bilal (Oleh: Husni A. Mubarak)   Andai datang burung-burung surga padanya Bilal bin Rabah tetap memeras... selengkapnya

Peresmian Gedung Penerbit Pustaka Al-Bahjah
17 Maret 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan sebagai upaya penyebaran ilmu agama Islam, Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah... selengkapnya

(Cerpen) Biarkan Aku Pergi
24 Januari 2026

AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya

Apa Itu Nikah Batin dan Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
26 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya

Sejatinya Allah Sudah Menentukan Takdir Kita, Haruskah Kita Tetap Berusaha?
22 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua yang terjadi di dunia ini tidak luput dari ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala (qadha) dan implementasinya (qadar).... selengkapnya

Secangkir Teh yang Tak Pernah Usai (Cerpen)
29 Juli 2025

PAGI itu, embun masih menggantung malu-malu di ujung daun jambu pekarangan rumah. Cahaya mentari baru saja menyelinap dari balik genting... selengkapnya

Ketika Pesantren Bertemu Entrepreneurship, Pengembangan Pesantren yang Menjawab Perkembangan Zaman
27 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren sering dipandang sebagai sarana pendidikan yang hanya membekali santrinya dengan ilmu keagamaan namun tidak menjadikan ia siap... selengkapnya

Membaca Adalah Modal: Teknik Dasar Menulis Artikel Jurnalistik untuk Pemula

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: