Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Diposting pada 22 Desember 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 284 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Keberhasilan seseorang dalam menghadapi tantangan, memecahkan masalah, atau mencapai tujuan tergantung tindakan atau keputusannya sendiri. Namun, banyak orang yang asal bertindak sehingga tidak menghasilkan apa-apa. Hal tersebut disebabkan karena tidak mencermati dan memikirkan terlebih dahulu tindakan yang akan dilakukannya. Oleh karena itu, salah satu cara agar tindakan kita terukur adalah dimulai dengan merenung. Loh, bagaimana hubungannya bertindak dengan merenung? Simak penjelasan berikut.

Tahun Terburuk di Sepanjang Sejarah Makhluk Hidup

Dunia, pernah mengalami tahun terburuk dalam sejarahnya, yaitu pada tahun 536 M. Tahun tersebut menjadi penanda awal kegelapan karena terjadi beberapa bencana yang sangat dahsyat. Salah satunya gunung-gunung meletus, wabah virus, penurunan suhu dingin di wilayah Eropa secara ekstrem, dan lain-lain. Tak pelak dari rentetan musibah tersebut menghasilkan kegagalan panen di berbagai negara. Tidak hanya secara langsung berdampak pada tahun tersebut, bahkan 60 sampai 70 tahun ke depan dunia pun harus menghadapi masa-masa penceklik.

Puluhan tahun berikutnya─pada tahun 571 M atau 36 tahun setelah peristiwa mengerikan di atas─kita mengenal sejarah agung, yaitu kelahiran seorang manusia istimewa Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Dengan demikian, dikatakan bahwa Nabi Muhammad lahir di saat dunia sedang dalam keadaan panceklik.

Banyak orang dan telah menjadi suatu tradisi, terutama di kalangan bangsa Arab zaman dahulu, bahwa orang-orang saat itu sering mengubur anak-anaknya sendiri hidup-hidup. Hal itu tiada lain karena mereka para orang tuanya tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan anaknya─bagaimana ia bisa memenuhi kebutuhan anak dan keluarganya, sedangkan untuk sekadar bertahan hidup untuk dirinya sendiri saja kesusahan─kalau tidak dikarenakan sebuah aib karena memiliki anak yang berjenis kelamin perempuan. Selain itu, berbagai keburukan merajalela pada waktu itu. Munculnya riba di mana-mana, pencurian dan perampokan tak kenal hukum, dan lain sebagainya.

Merenung dan Refleksi Adalah Pekerjaan para Nabi

Singkatnya, setelah Rasulullah beranjak dewasa, dan mendapati segala keburukan yang terjadi di sekitarnya, maka kemudian yang dilakukan Rasulullah adalah dengan khalwat (menyendiri) ke sebuah tempat yang dinamakan Gua Hira. Di sana beliau merenungkan dirinya atas segala hiruk pikuk yang terjadi pada kaumnya; meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa.

Merenung atau juga termasuk merefleksikan diri yang demikian itu, juga sangat relevan untuk dilakukan oleh kita semua yang disebut sebagai manusia modern. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, yang berarti pula banyak hal-hal yang berubah dan baru, kita perlu menepi sejenak untuk mengambil jeda dan melakukan perenungan atas apa yang telah dan yang akan kita lakukan. Tidak sedikit, perilaku, tindakan, atau keputusan yang dibuat tidak berdasarkan atau tidak melalui proses merenung akan menelurkan hasil yang tidak maksimal. Hal ini barangkali disebabkan karena luput dari satu tahapan yang terkesan sepele tapi dampaknya sangat besar, yaitu tahap merenung sebelum berbuat.

Melalui merenung dan refleksi, kita bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas. Kita bisa memetakan permasalahan lebih luas. Kita bisa memiliki opsi atau alternatif solusi dengan lebih variatif. Sesuatu hal yang dirasa abu-abu, melalu proses merenung, setelahnya hal tersebut menjadi lebih terang benderang. Seperti halnya Rasulullah yang melakukan perenungan di atas bukit, secara geografis di atas sana beliau dapat melihat Kota Makkah secara lebih luas untuk kemudian secara filosofis dapat melihat permasalahan dengan pola pikir yang lebih luas.

Merenung dan refleksi dapat dilakukan dalam berbagai konteks, disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan. Proses refleksi tidak hanya dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam, tetapi juga hampir dilakukan oleh semua Nabi. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan jeda atau fase kepada nabi-nabinya untuk melakukan perenungan dan refleksi tatkala mereka diutus kepada kaum-kaumnya. Dengan demikian, sekembalinya melakukan perenungan dan refleksi─ada yang melalui perjalanan, khalwat di sebuah tempat, dan lain-lain─lebih matang dan siap lagi menghadapai persoalan yang ada di kaumnya. Sebab, taraf berpikirnya menjadi meningkat.

Bersambung…

Penulis: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Khutbah Idulfitri 1445 H
9 April 2024

Ramadan telah mengajarkan kita ketenangan hati, ketulusan jiwa dan kesabaran dalam berproses untuk mencapai kejayaan. Oleh karenanya, Ramadan bukan hanya... selengkapnya

Buya Yahya Menjawab: Bagaimana Menyikapi Adanya Dugaan Kecurangan Hasil Pemilu?
19 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masyarakat Indonesia telah melangsungkan Pesta Demokrasi 5 tahun sekali yang digelar pada tanggal 14 Februari 2023. Setelah... selengkapnya

Rumah yang Menenangkan adalah Tempat Pertama Anak Belajar Akhlak
13 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak tidak hanya tumbuh dari makanan yang ia makan atau sekolah tempat ia belajar. Anak juga tumbuh dari... selengkapnya

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H
18 Juli 2023

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H Awal tahun adalah saat untuk merencanakan dan memulai kebaikan dimasa yang akan... selengkapnya

Ketika Shalawat Dianggap Mengultuskan Nabi
17 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di tengah maraknya dakwah melalui media sosial, tidak jarang muncul perdebatan mengenai amalan-amalan dalam Islam, salah satunya adalah... selengkapnya

Hukum Pembayaran Zakat Fitrah Melalui Transfer Bank E Wallet dan QR Code Perspektif Hukum Islam
27 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang Idulfitri, umat Islam di seluruh dunia berbondong-bondong menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan... selengkapnya

Problem Moral dan Masa Depan Bangsa
19 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Wajah moral anak bangsa belakangan ini tampaknya kian bopeng. Banyak pemberitaan yang membuat kita menitikkan air mata.... selengkapnya

Inovasi Dakwah Melalui Gedung Media Al-Bahjah yang Baru Diresmikan
10 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya

Menata Hati: Persiapan dan Bekal untuk Menyambut Bulan Ramadan
21 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Ramadan akan segera datang, sudahkan kita mempersiapkan diri? Apa saja sebenarnya pesiapan yang harus kita lakukan... selengkapnya

Pada Malam Nisfu Sya’ban Semua Orang Diampuni, Kecuali Dua Golongan ini
24 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Syaban adalah bulan yang diperhatikan oleh Nabi secara khusus. Perhatian Nabi kepada bulan Sya’ban disebabkan karena... selengkapnya

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: