Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Diposting pada 14 November 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 377 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam sangat diperhatikan betul tentang istilah “sanad keilmuan”. Seseorang yang belajar agama, tidak serta merta belajar dengan internet, ataupun buku-buku agama tanpa adanya bimbingan dari seorang guru. Maka dari itu ketiga komponen ini tidak akan bisa terlepas dari dunia kepesantrenan. Yang pertama adalah guru, santri, dan pondok pesantren.

Asal muasal pondok pesantren dipelopori oleh Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di bumi Nusantara. Pada abad ke 15 hingga 16 Masehi, Islam mulai berkembang pesat di Jawa melalui dakwah Wali Songo. Pada masa inilah muncul sistem pendidikan Islam yang disebut pesantren. Santri adalah murid-murid yang belajar agama Islam kepada para wali, mereka belajar di surau, langgar, atau pondok yang dibangun di sekitar tempat tinggal para wali. Para wali menjadi guru (Kiai) yang mengajarkan Al-Qur’an, aqidah, fiqih, tasawuf, dan akhlak.

Para Wali Songo meniru sistem pendidikan ini dari Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Karena Nabi Muhammad pada saat itu mengajarkan agama Islam kepada para sahabat di serambi Masjid Nabawi di Madinah. Para sahabat ini belajar kepada Rasulullah sekaligus tinggal di serambi Masjid Nabawi dikarenakan para sahabat tidak memiliki tempat tinggal, pekerjaan, anak ataupun istri. Untuk menampung mereka, Rasulullah membangun tempat khusus di Masjid Nabawi yaitu Shuffah. Sahabat yang tinggal di sana dinamakan Ahlus Shuffah.

Kehidupan mereka sangatlah sederhana, makan dari sedekah kaum muslimin. Belajar Al-Qur’an, hadits, dan ilmu agama langsung dari Rasulullah. Rasulullah sangat memperhatikan mereka dan sering berbagi makanan kepada mereka. Jumlah sahabat Ahlus Shuffah berkisar 70 hingga 100 orang, kadang lebih, karena banyak yang datang dan pergi.

Salah satu contoh sahabat Ahlus Shuffah yang sangat kita kenali adalah Abu Hurairah, yang namanya selalu tercantum dalam kitab hadits. Karena berkat beliaulah sabda-sabda Nabi terekam dalam benak Abu Hurairah. Dan mendapat gelar perawi hadits terbanyak di kalangan sahabat.

Pada proses pengajaran itu, Nabi Muhammad tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan saja. Namun selaku guru pertama seluruh umat, beliau juga mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Perhatian seorang guru kepada murid-muridnya, bukan hanya sekadar diberi ilmu pengetahuan. Namun segi kebutuhan ekonominya Nabi Muhammad yang menanggung. Itulah guru sejati. Beliaulah sebaik-baiknya contoh bagaimana harusnya menjadi guru. Hal tersebut sudah dipraktikkan oleh Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Indonesia, dan diteruskan hingga saat ini oleh para ulama mendirikan pesantren di Indonesia.

Dari pesantren-pesantren itu tercipta penopang-penopang peradaban. Sebab, di pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga aspek-aspek kehidupan bermasyarakat, etika, dan kemandirian, yang membentuk karakter santri secara menyeluruh. Banyak tokoh pendiri bangsa dan pahlawan nasional berasal dari kalangan pesantren atau memiliki latar belakang pendidikan Islam yang kuat. Pesantren menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan nasionalisme.

Sistem pendidikan berasrama di pesantren menekankan pada disiplin, kesederhanaan, dan kebersamaan, yang melahirkan individu-individu tangguh dan siap berkontribusi pada masyarakat. Akhirnya, lulusan pesantren (alumni/santri) tersebar di berbagai bidang, mulai dari ulama, pendidik, politisi, pengusaha, hingga aktivis sosial, yang secara aktif berperan dalam pembangunan bangsa di berbagai sektor. Inilah pondok pesantren sebagai benteng peradaban.

 

Penulis: Muhammad Tis Asuh Shobirin

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Bagaimana Cara Menyikapi Cacian dan Makian? Berikut Pesan Buya Yahya
11 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cacian dan makian seringkali kita dapati dalam berbagai keadaan. Namun sejatinya, apakah hal itu layak untuk... selengkapnya

Tingkatkan Semangat Para Santri, SMAIQu Al-Bahjah Adakan Rihlah
18 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Para santri dan asatidz SMAIQu Al-Bahjah mengadakan rihlah ke DN Waterplay pada hari Rabu, 23 Rabiul Akhir 1447... selengkapnya

Sisa Make Up Masih Ada, Sahkah Wudunya?
17 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Make up atau kosmetik sudah menjadi kebutuhan dasar setiap wanita. Fitrah dari seorang wanita yang ingin tampil... selengkapnya

Keutamaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan
13 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keistimewaan bagi umat Islam di pelbagai belahan penjuru bumi karena setiap amalan ibadah... selengkapnya

Memaknai Khalifah Fil Ardh dalam Gaya Hidup Zero Waste
17 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Aktivitas manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidup tentu tidak lepas dengan makan dan minum. Makanan dan minuman yang... selengkapnya

Menyoal Rokok dan Perkembangan Fatwanya dari Masa ke Masa
17 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pembahasan mengenai hukum rokok selalu penting untuk disimak di tengah-tengah zaman yang terus berkembang. Para ulama terdahulu hidup... selengkapnya

Viral Cek Khodam di Media Tiktok, Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Khodam?
9 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Baru-baru ini aktivitas “cek khodam” ramai di media sosial, khususnya di live TikTok dan Instagram. Pengguna media... selengkapnya

Terjadi Banyak Musibah dan Bencana, Apakah Karena Dosa dan Kemaksiatan Umat?
8 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini Indonesia tak henti-hentinya dilanda berbagai musibah seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir dan... selengkapnya

Cirebon Kebanjiran! Alarm bagi Kita untuk Lebih Peduli Lagi Terhadap Lingkungan
18 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bencana banjir yang melanda kota dan Kabupaten Cirebon pada 17 Januari 2025 kembali menyoroti krisis tata kelola... selengkapnya

Mendampingi Anak di Era Digital
15 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era digital seperti sekarang, cara anak belajar telah berubah sangat cepat. Jika dulu sumber ilmu utama berasal... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: