Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Wahai Para Orang Tua, Cara Membimbing Anak-Anak Itu Bukan dengan Kemarahan

Wahai Para Orang Tua, Cara Membimbing Anak-Anak Itu Bukan dengan Kemarahan

Diposting pada 24 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 543 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah Anda merasa jengkel saat melihat tingkah laku anak-anak yang menurut Anda aneh, tidak penting, bahkan dianggap mengganggu? Misalnya, mereka berlarian di dalam rumah, memainkan pintu tanpa henti, mengacak-ngacak pakaian, atau melakukan hal lainnya yang tidak baik. Kemudian kita memarahinya dengan melontarkan teguran yang keras, mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan, bahkan tidak jarang disertai hukuman fisik. Pernahkah kita merenung, tepatkah perlakuan yang seperti itu kepada mereka?

Jangan Samakan Anak dengan Orang Dewasa

Wahai Ibu, Bapak, Kakak, atau siapa pun yang dianggap dewasa, kita perlu sadar bahwa anak-anak belum memahami kehidupan seperti kita. Usia mereka baru seumur jagung, baru hitungan jari, mereka belum lama menghirup udara dunia. Mereka belum bisa menimbang baik maupun buruk seperti orang dewasa, apa lagi menyesuaikan diri dengan standar logika dan rasional kita.

Maka, tidaklah adil jika kita mengharapkan mereka langsung mengerti ketika kita menegurnya dengan keras, bahkan membentak, atau menyakitinya secara fisik. Memarahi anak karena ia melakukan sesuatu yang belum ia pahami sama saja dengan mengharapkan benih untuk menghasilkan buah. Artinya, mereka masih berada dalam masa pertumbuhan.

Gunakan Bahasa Anak-anak dalam Berbicara, Bukan Bahasa Emosi

Sering kali kita berbicara kepada anak-anak menggunakan bahasa orang dewasa: lugas, penuh logika, bahkan kadang menyalahkan. Padahal, anak-anak lebih mengerti bahasa cinta, bahasa kelembutan, dan pendekatan visual serta emosional. Mereka masih anak-anak, belum dewasa. Kita tidak perlu mempercepat waktu agar mereka lekas dewasa. Bagi mereka, kata “jangan” yang diucapkan dengan marah, tidak terlalu memiliki kekuatan pesan yang disampaikan dibandingkan dengan pelukan dan contoh nyata. Sekali lagi, mereka masih anak-anak, maka perlakukan mereka sebagai anak-anak bukan orang dewasa.

Alih-alih berkata, “Jangan lari-lari!” dengan nada tinggi, cobalah peluk dia dan katakan, “Sayang, yuk kita jalan pelan-pelan, biar nggak jatuh.” Perbedaan pendekatan semacam itu bisa menjadi jembatan yang membuat anak-anak merasa dimengerti, bukan dihakimi.

Pengalaman Masa Kecil Membentuk Masa Depan

Terlalu banyak anak yang tumbuh menjadi pribadi pemarah, tertutup, tidak percaya diri, atau bahkan trauma, karena mereka menyimpan luka masa kecil yang tidak pernah sembuh. Luka itu kadang tidak kasat mata, tetapi membekas. Luka itu berasal dari ucapan atau perlakuan kasar yang dulu dianggap remeh.

Masa kecil seharusnya menjadi masa yang bahagia, penuh permainan, tawa, dan rasa aman. Jika kita merampas itu semua karena emosi sesaat, sesungguhnya kita sedang melukai bagian paling berharga dari jiwa seorang manusia, masa kecilnya.

Masa Pertumbuhan adalah Waktu yang Tidak Akan Terulang

Secara biologis, masa kanak-kanak adalah periode pertumbuhan yang sangat aktif. Sel-sel tubuh mereka membelah dan berkembang pesat. Otak mereka menyerap informasi seperti spons, dan semua indera mereka sedang dioptimalkan fungsinya. Apa yang mereka lihat, dengar, rasakan, dan alami akan direkam kuat dalam memori, lalu membentuk kepribadian mereka kelak.

Karena itu, setiap pengalaman baik maupun buruk, akan berdampak besar pada masa depan mereka. Maka, mari isi masa pertumbuhan itu dengan kehangatan, bimbingan yang sabar, dan cinta yang konsisten.

Mari Hadirkan Hati, Bukan Ego

Menjadi orang dewasa bukan hanya tentang memiliki kuasa, tetapi tentang belajar mengendalikan diri. Anak-anak tidak butuh teriakan, mereka butuh pelukan. Mereka tidak paham amarah, tetapi mengerti kasih sayang. Mereka bukan objek pelampiasan emosi, tetapi amanah yang harus dijaga sebaik-baiknya.

Jika Anda pernah menyakiti anak dengan ucapan atau tindakan, jangan tunda untuk minta maaf. Bangun kembali jembatan cinta yang mungkin pernah retak karena masa kecil mereka hanya sekali.

Kita pernah melalui masa kanak-kanak layaknya mereka. Bagaimana didikan orang tua kita di masa lalu? Apabila orang tua kita dulu mendidik kita tanpa cinta, sekarang waktunya balas dendam terbaik terhadap didikan mereka dengan mendidik anak-anak kita dengan penuh cinta. Pada akhirnya kita sadar bahwa anak memiliki kehidupannya sendiri, kita sebagai orang tua hanya mendampingi dan membimbing mereka agar tidak salah tersesat dari jalan yang lurus.

Selebihnya kita serahkan kepada Allah.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.” (QS. Al-Baqarah:156)

 

Referensi: Buku karya Widya Dwina Paramita seri Montessori

Penulis: Erna Septiana

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Wahai Para Orang Tua, Cara Membimbing Anak-Anak Itu Bukan dengan Kemarahan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Muslimah Wajib Meneladani Sayyidah Fatimmah Az-Zahra, Begini Kisahnya
9 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berawal dari hadits Rasulullah Saw: قال رسول الله عليه وسلم : صنفان من أهل النار لم أرهما... selengkapnya

Bolehkah Mendukung Iran yang Mayoritas Beraqidah Syiah?
16 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini, dunia sedang terfokus pada peperangan yang terjadi di Timur Tengah. Yakni peperangan antara Israel yang didukung... selengkapnya

Khutbah Hari Raya Iduladha 1444 H
27 Juni 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari Raya Iduladha adalah hari kegembiraan bagi umat Baginda Nabi Muhammad Saw dan sebentar lagi... selengkapnya

Mari Berkurban Berkah di Al-Bahjah
12 Mei 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah Qurban merupakan ibadah sunnah yang sangat dikukuhkan untuk dilaksanakan oleh setiap muslim. Ibadah Qurban... selengkapnya

Cara Menyikapi Suami yang Diduga Selingkuh
24 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Komunikasi harus senantiasa dilakukan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Karena tidak sedikit permasalahan berawal dari buruknya komunikasi... selengkapnya

2 Golongan Muslim Yang Tidak Akan Diberikan Pengampunan Saat Malam Nisfu Sya’ban
7 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam dimana amal kita diangkat kelangit. Pada malam ini satu hal yang... selengkapnya

Banyak Yang Menikah di Bulan Syawal, Adakah Ketentuan Waktu Khusus untuk Menikah?
3 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Syawal adalah bulan yang identik dengan pernikahan. Banyak diantara umat Islam yang melangsungkan pernikahan pada... selengkapnya

Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam
29 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cinta adalah karunia yang Allah berikan kepada seluruh manusia. Cinta dapat membuat manusia saling menyayangi, menghargai, dan berbuat... selengkapnya

Tak Ada Ruang bagi Perundung
18 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini marak terjadi kasus perundungan, baik di lingkungan Sekolah Dasar hingga ke perguruan tinggi. Data resmi dari... selengkapnya

Ramadan dan Kesempatan yang Tak Terulang
5 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar kita selalu bergegas menyambut rahmat dan ampunan-Nya. Termasuk tatkala kita bertemu dengan... selengkapnya

Wahai Para Orang Tua, Cara Membimbing Anak-Anak Itu Bukan dengan Kemarahan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: