Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya

Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya

Diposting pada 28 April 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 2.731 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salaf merupakan istilah yang merujuk pada zaman terdahulu, yakni zaman yang telah mendahului kita. Salaf juga bukan manhaj atau mazhab tertentu, melainkan hanya keberadaan waktu terdahulu yang biasanya dikaitkan dengan generasi yang hidup di dalamnya.

Makna Salaf

Buya Yahya menyampaikan,

“Salaf itu marhalah zamaniah, suatu zaman yang mendahului kita, yaitu zaman Baginda Nabi, sahabat, tabiin, dan tabi at-tabiin, bukan mazhab dan bukan manhaj.”

Dalam istilah lain, mereka disebut juga dengan Salaful Ummah. Mereka itulah yang diisyaratkan dalam hadis Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam,

خيرُ القرونِ قرْني, ثمَّ الَّذين يلونَهم, ثمَّ الَّذين يلونَهم…

“Sebaik-baik generasi adalah generasiku kemudian setelahnya kemudian setelahnya…” (HR. Ahmad)

Buya Yahya menjelaskan bahwa generasi Nabi, sahabat, tabiin, tabi at-tabiin ialah generasi paling hebat.

Salaf bukan Manhaj

Perbedaan pendapat telah ada sejak dulu dan selalu menyimpan hikmah di dalamnya. Di kalangan sahabat pun bukan tidak mungkin ada perbedaan pendapat. Seperti yang pernah terjadi antara Sayyidah Aisyah dan Sayyidina Abdullah bin Abbas, antara Sayyidina Ali dan Sayyidina Mu’awiyah, dan lain sebagainya. Perbedaan pendapat juga terjadi pada generasi-generasi setelahnya.

Kalau kita bertanya, “Bagaimanakah manhaj yang dianut para generasi Salaf ini?” Jawabannya yaitu, manhaj yang dianut mereka adalah apa yang telah diramu oleh para ulama mujtahid. Seperti yang masyhur yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafii, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Ini karena merekalah yang merumuskan pedoman bersyariah dengan cara mengikuti sahabat, tabiin, dan tabi at-tabiin dengan kaidah-kaidah kuat, hingga terciptalah suatu mazhab. Pedomon-pedoman ini disepakati dan tercatat sampai saat ini.

Dengan begitu dapat kita pahami manhaj yang dibawa oleh keempat ulama mazhab ini selain sistematis mata rantainya juga tesambung hingga Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Mengikuti ulama empat mazhab ini artinya mengikuti ajaran Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam dengan benar dan cara yang selamat karena sesuai dengan yang dipahami oleh generasi-generasi terbaik.

Sebaliknya, jika kita ingin langsung mengikuti Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam dan sahabat tanpa bermazhab, kita perlu mengukur diri kita sendiri dengan jujur: sudah sejauh mana kelayakan dan kemampuan kita? Jika kita berdalih ‘Ada ulama yang menganjurkan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah saja, karena mazhab itu tidak ada pada masa Rasul Salallahu ‘Alaihi Wassalam dan sahabat’, kita perlu bertanya dengan penuh kesadaran, “Bagaimana cara kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah?”

Cara kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah ialah dengan mengikuti pemahaman sahabat, tabiin, dan tabi at-tabiin karena merekalah generasi terbaik yang memahami agama. Dan pemahaman mereka dirumuskan oleh ulama-ulama mazhab dengan metodologi yang jelas.

Karena itulah manhaj/metodologi memahami agama sendiri ada pada orang-orang yang merusumuskannya. Sedangkan Salaf hanyalah istilah yang merujuk pada generasi terbaik, bukan manhaj.

Buya Yahya menegaskan,

“Kalau Salaf itu manhaj, tunjukkan kepada kaum muslimin jika ada orang ingin ikut manhaj Salaf, mana rambu-rambunya? Jika jawabannya adalah ikut sahabat Nabi, (ketahuilah) tidak, itu bukan manhaj. Itu ngikut sahabat. Dan di sahabat ada perbedaan pendapat. Jika yang dimaksud itu manhajnya orang Salaf, manhaj itu kan bisa dibaca dan bisa diikuti, mana manhaj yang bisa dibaca dan diikuti itu?”

Ini karena manhaj yang bisa dibaca dan diikuti justru adalah yang dirumuskan oleh ulama empat mazhab.

Salaf yang Sesungguhnya

Buya Yahya juga menjelaskan,

“Kalau harus ada istilah manhajussalaf maka manhaj Salaf yang sesungguhnya justru adalah yang dibawa oleh Aimmah Arbaah (imam emapat mazhab) karena mereka saat membawa ilmu pemikiran dan pemahaman memakai metodologi, pakai manhaj. (Yaitu) Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Mereka punya metodologi untuk kembali kepada Al-Qur’an dan hadis Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Jadi kalau memang harus kita akui adanya (manhaj) Salaf maka Salaf yang sesungguhnya (mengikuti cara hidupnya orang Salaf) adalah mengikuti 4 mazhab. Manhaj Salaf dalam arti manhajnya ulama terdahulu adalah yang ditulis oleh 4 imam dalam risalahnya. Jadi Salafi yang sesungguhnya adalah yang bermazhab. Yang mengikari ulama mazhab ini maka ia bukan Salaf.”

Alasan kenapa ulama empat mazhab yang penting diikuti karena merekalah yang teruji. Buya Yahya menjelaskan,

“Bermazhab itu artinya kembali kepada Al-Qur’an dan hadis Nabi melalui caranya para ulama. Ulama itu banyak, tapi ulama perlu diuji. Ada ulama ngaku pinter, diuji sekali jatuh. Ada ulama ngaku hebat, diuji sekali jatuh. Akan tetapi ulama yang yang diuji kemudian didukung para ulama lainnya adalah imam 4 mazhab. Yang didukung bukan orangnya, tapi pemikirannya sampai abadi hari ini.”

Dapat kita simpulkan bahwa bermazhab itu sangat penting karena tidak ada cara kembali kepada kitabullah dan sunah Rasul kecuali dengan menggunakan metodologi, dengan cara. Dan yang memiliki otoritas metodologi ini ialah imam 4 mazhab.

Sebagai pelengkap, Anda dapat memahami tentang perbedaan para ulama dan cara menyikapinya dengan indah dalam buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama karya Buya Yahya.

Semoga kita selalu dalam naungan taufiq dan hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin

 

Referensi: Youtube Pustaka Al-Bahjah

Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Menyiapkan Bekal Akhirat dengan Sambung kepada Nabi Muhammad Saw
1 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dunia ini sangat sementara. Segala yang kita miliki dan kita sayangi akan kita tinggalkan. Tidak ada... selengkapnya

Setan Dibelenggu Saat Ramadhan , Mengapa Masih Ada Orang Yang Berbuat Dosa?
27 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Ramadhan  merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan pengampunan. Pada bulan ini, umat Islam diberikan... selengkapnya

Inovasi Dakwah Melalui Gedung Media Al-Bahjah yang Baru Diresmikan
10 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya

5 Pola Asuh Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak
18 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Banyak orang tua merasa telah memberikan yang terbaik bagi anak. Namun tanpa disadari, pola asuh tertentu justru dapat... selengkapnya

Tak Ada Ruang bagi Perundung
18 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini marak terjadi kasus perundungan, baik di lingkungan Sekolah Dasar hingga ke perguruan tinggi. Data resmi dari... selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1446 H Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon
3 Maret 2025

  Berikut adalah link jadwal imsakiyah Ramadan 1446 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1446 H.  ... selengkapnya

Do’a Akhir Tahun Hijriah dan Do’a Awal Tahun Hijriah
18 Juli 2023

DO’A AKHIR TAHUN HIJRIAH & DO’A AWAL TAHUN HIJRIAH Semoga di tahun yang baru ini, kita semua selalu diberikan keberkahan... selengkapnya

Memang Boleh Sedekah dengan Harta Haram?
29 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya

Revitalisasi Ajaran Sosial-Religius Sunan Gunung Djati: Pilar Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat
5 Februari 2025

sumber gambar: Suara Cirebon Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sunan Gunung Djati, atau yang dikenal dengan nama Syarif Hidayatullah, merupakan salah satu... selengkapnya

Lancar Menulis Sekali Duduk dengan Metode RUJAK
2 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Apakah ada penulis yang mampu menyelesaikan tulisannya hanya dalam sekali duduk? Jika ada, bagaimana ia melakukannya? Apakah J.... selengkapnya

Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: