Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Menyambut Bulan Mulia

Menyambut Bulan Mulia

Diposting pada 28 Februari 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 565 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan suci Ramadan akan segera tiba. Bulan mulia yang membawa banyak keberkahan, rahmat, pengampunan, dan kebaikan yang lainnya. Semua kemuliaan tersebut diperuntukkan untuk kita umat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Akan tetapi yang akan memperoleh kemuliaan tersebut adalah orang yang mengetahui kemuliaan Ramadan dan rindu untuk mendapatkannya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam pernah berkhutbah kepada para sahabat di penghujung bulan Sya’ban. Dalam khutbah tersebut Rasulullah sampaikan tentang kemuliaan bulan Ramadan, bahwa Ramadan adalah bulan yang dibukakan pintu rahmat, dilipatgandakan amal kebaikan, bulan yang di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih mulia dari seribu bulan, yaitu malam Laitul Qodr dan masih banyak kemuliaan lainnya yang Nabi sebutkan. Apa yang Nabi sampaikan adalah sebagai informasi untuk kita sekaligus pengingat akan kemuliaan bulan suci Ramadan agar kita semangat dan bergegas untuk meraihnya.

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa di malam pertama bulan Ramadan Allah Subhanu wa Ta’ala memerintahkan malaikat untuk menyeru kepada hamba-hamba-Nya. Kita tidak mendengar seruan tersebut, tetapi Rasulullah yang menginformasikan kepada kita. Isi seruan tersebut adalah

ويا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر (رواه ابن ماجه)

“Wahai orang yang merindukan kebaikan bergegaslah, datanglah, ambil kesempatan ini. Dan wahai yang terlintas di hatinya ingin berbuat jahat berhentilah, tahanlah dirimu agar engkau memuliakan bulan suci ini.” (HR. Ibnu Majah)

Maka sungguh merugi seseorang yang diberikan kesempatan oleh Allah, bisa bertemu dengan Ramadan akan tetapi dia tidak pernah mengambil kesempatan tersebut dengan baik, bahkan lebih rugi dan celaka jika dia merusak kehormatan dan kemuliaan bulan Ramadan. Itulah golongan orang-orang yang didoakan oleh malaikat Jibril dan diaminkan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam:

من أدرك رمضان فلم يغفر له فأبعده الله قل آمين فقلت آمين (رواه الطبراني)

“Barang siapa yang mendapati Ramadan akan tetapi dia tidak mendapatkan ampunan maka semoga dia semakin jauh dari rahmat Allah, dan Rasulullah mengatakan amin.” (HR. Athabarani)

Bulan Ramadan seperti tamu mulia yang datang kepada kita membawa hadiah yang begitu banyak, maka sudah seharusnya kita sambut kedatangannya dengan hati yang gembira dan kita persiapkan segalanya untuk menyambutnya sebagai bentuk keseriusan kita dan penghormatan kita kepada tamu mulia tersebut. Di antara yang harus kita persiapkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan adalah sebagai berikut.

Persiapan Zahir

Menghadirkan hal-hal yang menunjang kekhusyukkan kita dalam beribadah selama bulan Ramadan. Seperti membersihkan tempat-tempat ibadah, mushala, masjid dan rumah kita serta kita membeli perlengkapan shalat yang baru jika mempunyai rezeki agar ibadah qiyam shalat tarawih semakin khusyuk.

يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد … (الأعراف :31)

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap kamu ke masjid yakni setiap kamu melaksanakan ibadah” (QS. Al a’raf : 31)

Membuat Agenda dan Kegiatan Ibadah Selama Bulan Ramadan

Ramadan juga merupakan bulan pendidikan untuk kita. Kegiatan -kegiatan ibadah di dalamnya seharusnya menjadi pendidikan disiplin untuk kita. Maka rencanakan kegiatan-kegiatan ibadah yang banyak. Manfaatkan kesempatan 1 bulan penuh dengan memperbanyak kebaikan. Berpuasa bukan alasan kita untuk tetap produktif. Jika tidurnya orang yang berpuasa saja ibadah, diamnya adalah tasbih maka bagaimana jika dia gunakan untuk aktivitas yang bermanfaat.

Belajar Ilmu sebagai Bekal Meraih Sukses di Ramadan

Kita pelajari apa saja hal-hal yang dapat merusak keabsahan ibadah puasa kita yang disebut sebagai al mufathirat dan apa yang dapat merusak kualitas atau nilai pahala ibadah puasa kita yang disebut al muhbithat. Jadikan puasa bukan sekedar menahan diri dari lapar dan haus tetapi puasa menahan hawa nafsu dari segala perbuatan keji.

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه (رواه البخاري)

“Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan jelek dan perbuatan jelek serta hal-hal yang tidak bermanfaat selama berpuasa, maka Allah tidak perlu memberinya pahala atas rasa lapar dan hausnya.” (HR. al Bukhori)

Membersihkan Hati dan Berdamai dengan Sesama

Sebelum memasuki bulan mulia, mari kita saling meminta maaf dan memaafkan. Sambut Ramadan dengan hati yang bersih dari segala dendam, permusuhan dan iri hati serta dengki kepada sesama.

Semoga Allah jadikan Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Allah pilih kita menjadi orang-orang yang mendapatkan kemuliaan di bulan mulia. Semoga Allah jadikan rangkaian ibadah Ramadan sebagai pendidikan untuk kita agar semakin menjadi hamba-Nya yang bertaqwa.

 

Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd.

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Menyambut Bulan Mulia

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Waswas Keputihan karena Tidak Tahu Hukumnya? Ummi Fairuz Ar-Rahbini Menjawab
12 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keputihan kerapkali membuat para wanita menjadi waswas. Waswas yang menimpa seorang wanita terhadap keputihan ini disebabkan adanya... selengkapnya

(Cerpen) Menara Masjid
27 September 2025

DI SEBUAH sekolah menengah Islam terpadu yang berdiri di pinggiran kota, terdapat sebuah masjid yang bermenara menjulang anggun. Menara itu... selengkapnya

(Cerpen) Biarkan Aku Pergi
24 Januari 2026

AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya

Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam
29 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cinta adalah karunia yang Allah berikan kepada seluruh manusia. Cinta dapat membuat manusia saling menyayangi, menghargai, dan berbuat... selengkapnya

Terkuak! Buya Yahya dan Ippho Santosa Bongkar Rahasia Bisnis Sahabat Nabi, Ternyata Para Sahabat Itu…
8 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Buya Yahya bersama Ippho Santosa menggelar kajian yang bertajuk “Gebyar Dakwah Nabi Muhammad Saw Sebagai Pedagang:... selengkapnya

Memercayai Takdir Allah Selalu Baik
25 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, kita tak pernah tahu kejutan apa yang akan datang esok hari. Kadang kita bersukacita, kadang juga... selengkapnya

Merasa Malas Wiridan? Coba Cara Ini!
4 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Telah dibahas sebelumnya bahwa wirid merujuk pada amalan zikir dan ibadah (termasuk sunah muakkadah dan ghairu muakkadah)... selengkapnya

Resolusi 2024: Sambung Diri dengan Rasul
10 Januari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sesungguhnya setiap bergulirnya waktu adalah saat yang tepat untuk bersanding dengan Rasulullah Saw. Setiap orang hendaknya... selengkapnya

Peringatan Maulid Nabi dan Beramal pada Bulan Maulid, Ternyata…
13 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid (Rabi’ul Awwal) tahun 1445 Hijriah ini, persiapan untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad... selengkapnya

Meminta Tanpa Mengeluh: Adab Berdoa Nabi Ayyub
14 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Doa sering dimaknai dengan permohonan atau permintaan dengan penuh harapan dan pujian kepada Tuhan. Dalam agama Islam,... selengkapnya

Menyambut Bulan Mulia

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: