Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Diposting pada 15 Februari 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.465 kali / Kategori:

Sumber gambar: https://minanews.net/jenis-juru-dakwah/

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tanda ketulusan hati seorang Muslim adalah ketika merindukan saudara-saudaranya yang belum melakukan kebaikan, agar bersama-sama melakukan kebaikan yang kita lakukan. Ketika kita beribadah, shalat tahajud, puasa sunah Senin dan Kamis, serta berdoa sepanjang hari untuk kebaikan diri sendiri. Namun, kita acuh tak acuh memikirkan kebaikan saudara kita. Kita adalah umat Islam yang satu sama lain saling bersaudara. Sebagai seorang Muslim, kita harus peduli terhadap saudara-saudara seiman. Jika salah satu saudara kita sakit, maka kita pun harus merasakan sakitnya.

Sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, kita mengemban tugas yang amat mulia, yaitu berdakwah. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kita terlahir sebagai umat terbaik. Namun, untuk benar-benar mendapatkan gelar sebagai umat terbaik, kita harus menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Berdakwah bukanlah tugas yang terbatas hanya pada para da’i, tetapi merupakan tanggung jawab setiap Muslim, baik kaya maupun miskin, pejabat maupun rakyat, serta orang yang berilmu maupun yang masih belajar dengan cara dan kemampuannya masing-masing.

Dakwah tidak hanya menyeru pada kebaikan, tetapi juga mencakup tugas mencegah kemungkaran. Maka sangat mulia jika ada orang, baik individu maupun kelompok yang gencar untuk mencegah kemungkaran. Menjalankan peran ini bukanlah tugas yang mudah, karena sering kali harus berhadapan dengan kejahatan yang telah direncanakan. Mereka yang berdakwah dengan mencegah kemungkaran ini kerap mendapatkan caci maki, perlawanan, dan fitnah.

Berdakwah dengan jalan kebaikan maupun dengan cara mencegah kemungkaran, keduanya harus bersinergi. Agar tujuan dakwah dapat tercapai. Ibarat menanam padi, selain menanam dan merawatnya diperlukan juga upaya membasmi hama agar padi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Begitu juga dengan dakwah, ada yang mengajak kepada kebaikan dan ada juga yang mencegah kemungkaran.

Perlu kita ketahui bahwa semua hamba diberi bekal oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk berdakwah. Ada yang berdakwah dengan ilmunya, hartanya, tenaganya, dengan ide atau pemikirannya, dan panjatan doa.

  • Berdakwah dengan ilmu dapat dilakukan melalui ceramah, menjadi motivator, guru, dosen dan sebagainya.
  • Berdakwah dengan harta dilakukan dengan menyumbangkan hartanya ke masjid, pondok pesantren, fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya.
  • Berdakwah dengan tenaga bisa diwujudkan dengan membantu sebagai relawan dalam acara peringatan hari besar Islam atau kegiatan keagamaan lainnya.
  • Berdakwah dengan ide berarti berkontribusi dengan ide-ide kreatif agar dakwah dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan, kemudian menyampaikan ide tersebut kepada ahlinya agar dapat direalisasikan.
  • Berdakwah dengan doa adalah dengan mendoakan saudara-saudara kita agar mendapatkan hidayah dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dakwah dapat terus berkembang, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang ada, seperti smartphone dan media sosial. Misalnya, ketika menghadiri majelis ilmu atau tabligh akbar, kita dapat merekam ceramah menggunakan smartphone, mengeditnya agar lebih menarik, lalu menyebarkannya melalui platform Youtube, Instagram, dan media sosial lainnya dengan izin dan mematuhi ketentuan-ketentuannya.

Dengan cara ini, pesan dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang secara luas dan efektif. Sebuah ceramah yang disampaikan sekali dapat terus diputar berulang kali, bahkan bertahun-tahun, sehingga jangkauannya semakin luas. Ilmu teknologi yang kita miliki pun dapat memberikan manfaat besar bagi banyak orang, sekaligus menjadi ladang pahala yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap kali seseorang menonton video ceramah yang kita sebarkan, kita mendapatkan pahala. Ini bisa menjadi amal jariyah yang tidak terputus, karena meskipun kita telah wafat, selama video tersebut masih ditonton dan memberi manfaat, pahala akan terus mengalir kepada kita.

Sebagai seorang pendakwah, ia harus memiliki prinsip yang kuat. Prinsip pertama adalah dakwah tidak menunggu sampai kaya atau pandai. Jika kita menunda dakwah hingga menjadi kaya, hal itu justru bisa menjadi penghalang dalam berdakwah. Oleh karena itu, mulailah berdakwah sekarang juga, tanpa menunggu kaya terlebih dahulu. Penting untuk dipahami bahwa dakwah tidak selalu membutuhkan uang, tetapi jika kita memiliki rezeki, gunakanlah untuk mendukung dakwah. Mulailah dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman.

Prinsip kedua adalah pandanglah orang lain sebagai ladang pahala. Seorang pendakwah yang berpegang pada prinsip ini tidak akan melewatkan siapa pun dari seruan dakwah dan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanpa memandang status atau latar belakang orang yang kita dakwahi.

Prinsip ketiga adalah pandanglah orang lain dengan mata kasih sayang, bukan dengan mata merendahkan. Seorang pendakwah seharusnya memiliki kelembutan hati dan empati dalam menyampaikan dakwah. Jika seseorang memandang orang lain dengan mata merendahkan, hal itu bisa menjadi tanda adanya penyakit hati, seperti kesombongan dan merasa lebih mulia daripada orang lain.

Prinsip terakhir adalah mengoreksi diri sendiri. Apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan syariat Islam? Jangan hanya sibuk memperbaiki orang lain tapi lupa untuk memperbaiki diri sendiri. Ketika mendapatkan hinaan atau cacian, jangan langsung membalas dengan keburukan. Sebaliknya, renungkanlah apakah ada kebenaran dalam kritik tersebut, dan balaslah dengan doa kebaikan. Jika orang yang kita dakwahi belum juga sadar, jangan langsung menyalahkan mereka, tetapi periksa kembali cara kita berdakwah. Mungkin penyampaian kita kurang menarik atau tidak relevan dengan kondisi zaman.

Teruslah berdakwah dengan manfaatkan berbagai cara yang kita bisa, dan tetaplah berpegang pada niat yang tulus, semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Referensi: Youtube Al-Bahjah TV

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Assyifa

Tags: , ,

Bagikan ke

Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
AWAL KU MENGENALMU
16 Maret 2024

  Tak pernah terbayangkan namamu sejak awal diingatanku, Tak pernah sedikit pun terbesit sosokmu di dalam pikiranku, Karena nama dan... selengkapnya

Persiapan Bulan Ramadan, Buya Yahya Sampaikan Ini Agar Puasa Anda Sukses!
7 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Ramadan yang senantiasa dinantikan umat Islam di seluruh dunia akan segera tiba. Bulan suci tersebut menjadi... selengkapnya

Muliakan Anak Yatim Setiap Hari, Bukan Hanya di Bulan Muharram
23 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Muharram sering kali dikenal oleh masyarakat sebagai “Bulannya anak yatim”, khususnya pada tanggal 10 Muharram. Tradisi ini... selengkapnya

Esensi Isra’ Mi’raj yang Membawa pada Perubahan Diri
18 Maret 2021

Esensi Isra’ Mi’raj yang Membawa pada Perubahan Diri Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)... selengkapnya

Mewujudkan Generasi Qur’ani bagi Peradaban Islam
11 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Diskursus soal teori-teori peradaban yang umum kita ketahui selama ini identik dengan masa kebangkitannya para pemikir Eropa... selengkapnya

Dampak Judi Online dalam Perspektif Maqashid Syariah
12 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Judi atau yang dikenal sebagai maisir dalam konteks Islam, merupakan aktivitas yang dilarang keras karena dampaknya yang... selengkapnya

Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

Kisah Barseso Seorang Ahli Ibadah yang Terlena Tipu Daya Setan
15 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dikisahkan ada seseorang ahli ibadah yang bernama Barseso. Di setiap harinya ia selalu melakukan shalat hingga 1000... selengkapnya

Memasuki H-2, Mari Intip Kesiapan Panitia Jelang Maulid dan Silaturahmi Akbar LPD Al-Bahjah 1444 H
30 September 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah telah memasuki H-2, berbagai persiapan terus dikebut demi menyambut dan memuliakan... selengkapnya

Muncul Keyakinan di Masyarakat Bulan Dzulqa’dah (Kapit) adalah Bulan Sial, Benarkah?
24 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam... selengkapnya

Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: