fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Sambung dengan Nabi Kunci Perdamaian: Nasihat Guru Buya Yahya dalam Maulid dan Silaturahim Akbar Al-Bahjah 1445 H.

Sambung dengan Nabi Kunci Perdamaian: Nasihat Guru Buya Yahya dalam Maulid dan Silaturahim Akbar Al-Bahjah 1445 H.

Diposting pada 21 September 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 710 kali

Taushiyah Prof. Dr. Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun diterjemahkan langsung oleh Buya Yahya

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Prof. Dr. Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun, guru Buya Yahya, berkesempatan memberikan pesan-pesan mulia penuh hikmah dalam acara Maulid dan Silaturahim Akbar Al-Bahjah 1445 H. yang terselenggara pada hari Ahad, 2 Rabi’ul Awwal 1445 H./17 September 2023 M. Beliau menyampaikan pesan-pesan penuh hikmahnya setelah memuji Allah Swt, bershalawat,dan mengucapkan salam ahli surga, yaitu: “Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.”

Nikmat Islam

Beliau mengawali pesannya dengan mengingatkan pentingnya nikmat Islam yang kita miliki. Imam Haddad pernah berkata, “nahnu fi raahin wa raahah” yang maksudnya yaitu, “kita berada dalam karunia yang agung berupa nikmat Islam yang Allah berikan ke dalam hati kita.” Karena itu, ummat Islam sesungguhnya berada dalam kenikmatan yang luar biasa.

Nabi Muhammad Saw Adalah Rahmat Seluruh Alam Semesta

Beliau kemudian menyampaikan pesan tentang keagungan Nabi Muhammad Saw. Wujud Nabi Saw adalah rahmat, kemuliaan, hidayah, dan kebaikan yang luar biasa. Kebaikan-kebaikan yang Nabi Saw bawa ada sejak zaman kelahirannya hingga zaman-zaman selanjutnya. Firman Allah Swt dalam ayat QS. Al-Anfal [8]: 33 yang artinya, “Dan Allah tidak akan menyiksa hamba-hamba-Nya selagi Nabi Muhammad Saw ada di tengah-tengah mereka,” menunjukkan bahwa Nabi Saw adalah rahmat untuk semuanya.

Beliau menambahkan, termasuk saat Nabi Muhammad Saw ada di dalam hati kita maka kita akan selamat. Oleh karena itu, beliau berpesan,

“Jadikanlah Nabi Muhammad Saw terus bersama kita.”

Dalam sebuah hadits, Nabi Saw pernah menyampaikan, “Hidupku adalah kebaikan untuk kalian” (riwayat Al-Bazzar dalam Musnad Al-Bazzar no. 1925 atau Kasyf Al-Astar Zawaid Musnad Al Bazzar 1/397 no. 845). Bahkan saat Nabi Saw telah wafat, amal-amal ummatnya disodorkan kepadanya, jika ditemukan kebaikan, Nabi Saw bersyukur dan jika ditemukan ketidakbaikan, Nabi Saw berusaha memohonkan ampunan kepada Allah Swt. Beliau mengingatkan,

“Sadari dan pikirkan apakah amal kita membuat Nabi Saw bergembira atau bersedih?”

Buya Yahya dan Prof. Dr Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun

Sambung dengan Nabi Muhammad Saw

Beliau melanjutkan bahwa sejatinya Nabi Saw selalu ada dalam kehidupan kita karena ada sambungan yang menghubungkan kita dengannya, baik sebagai seorang yang beriman atau tidak. Sambungan itu karena Nabi Saw adalah seorang basyiir (pemberi kabar gembira) dan nadziir (pemberi peringatan) agar manusia tidak terjerumus dalam kehinaan. Karena itu, beliau berpesan,

“Rasakanlah Nabi Saw hadir di tengah-tengah kita, menyeru kita. Jangan putuskan sambungan ini.”

Ini merupakan hubungan atau jaringan umum.

Selanjutnya, beliau menyebutkan bahwa ada jaringan spesial antara kita dengan Nabi Muhammad Saw, yaitu hubungan kita sebagai ummatnya yang merupakan karunia yang besar. Kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas karunia ini, kita akan ditanya, “Apakah kita menyambut jaringan ini?”. Ibaratkan sebuah telepon, apakah kita menyambut panggilannya atau malah mengabaikannya? Panggilan Nabi Saw ini berupa risalah yang mana Nabi Saw sebagai basyiir dan nadziir tidak pernah menyembunyikannya sedikit pun.

Beliau kemudian melanjutkan bahwa selain jaringan di atas, ada jaringan khusus yang sangat spesial yang juga akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.

Pertama, hubungan sebagai ulama. Ulama punya jaringan khusus dengan Rasulullah Saw sebagai waratsatul anbiya, pewaris para nabi. Kelak mereka akan ditanya dengan ilmu mereka tentang bagaimana hubungan mereka dengan Nabi Saw, apakah mereka memperbaikinya, mengabaikannya, atau bahkan menggunakannya untuk sesuatu yang tidak benar. Mereka juga akan bertanggung jawab tentang keadaan ummat, apakah peran ulama untuk menjadikan ummat damai dan tenteram terlaksana atau tidak?

Kedua, hubungan darah/dzuriyyah yang juga punya tanggung jawab tersendiri. Al-Habib kemudian berpesan,

“Hendaknya semuanya peduli dengan jalinan khusus ini, jangan menyia-nyiakannya karena akan ditanya kelak di akhirat.”

Beliau menambahkan, Nabi Muhammad Saw sebagai pungkasan para nabi dan rasul dan risalahnya yang merupakan risalah terakhir terus berperan sampai akhir zaman. Jika ada permasalahan saat ini yang muncul di tengah-tengah ummat, tentu Nabi Saw yang akan menjawabnya melalui ulama, pewaris para nabi. Maka hendaknya para ulama ini selalu tersambung dengan Rasulullah Saw karena mereka berfatwa dan berucap atas nama Nabi Saw.

Ulama yang tidak tersambung dengan Nabi Saw, tidak menjaga hubungannya, akan menyebabkan ummat berselisih, bermusuhan, dan terjerumus dalam kesalahan. Demikian juga dengan para keturunan Nabi Saw, mereka bertanggung jawab untuk menjaga amanat. Karena itu, hendaknya mereka yang paling menjaga keistiqamahan, kebaikan, dan cara hidup yang Nabi Saw ajarkan.

Nabi Saw Bertugas Mengangkat Ummatnya

Al-Habib melanjutkan bahwa Nabi Saw memiliki tugas untuk membersikan, memuliakan, mengangkat ummatnya dari kerendahan dan kehinaan, sebagaimana ayat menyebutkan, “Yuzakkiihim.” Dan selagi masih ada ummatnya sampai hari kiamat kelak, tugas Nabi Saw ini tetap berlaku. Semua dari kita pasti akan merasakan Nabi Saw telah mengangkat kita dengan catatan kita memperbaiki hubungan kita dengan Nabi Saw. Beliau menyampaikan,

“Kalau hubungan kita dengan Nabi Saw terus terjalin, maka mau tidak mau kita akan terangkat karena memang tugas Nabi Saw itu yuzakkiihim.”

Orang yang memperbaiki hubungannya dengan Nabi Saw ini akan memperoleh madad, sesuatu yang bersifat maknawi yang Allah berikan karena Nabi Saw. Orang yang memperoleh madad ini akan merasakan kebaikan berupa keimanan yang semakin kuat, terjauh dari maksiat, kebahagiaan meningkat, kemudahan beribadah, dan sebagainya. Beliau menambahkan,

“Orang yang berpegang dengan Nabi Saw dan yang dekat dengan Nabi Saw maka secara otomatis akan terbersihkan hatinya dan semakin mulia lahir dan batinnya.”

Nabi Muhammad Saw sebagai orang pertama yang masuk surga, kelak akan disusul oleh orang-orang yang memperbaiki hubungan dengannya saat ini. Menjaga hubungan baik ini bisa dalam bentuk apa pun dan oleh siapa pun. Seseorang yang berilmu serius dengan ilmunya, orang kaya serius dengan kekayaannya, dan lain-lain sebagainya. Al-Habib menyampaikan,

“Nabi Muhammad Saw bukan khusus milik ulama, bukan khusus milik habaib, melainkan khusus milik orang yang mau menjaga hubungan dengannya. Semua yang serius dengan Nabi Saw, dia akan mendapatkan bagian(kemuliaan)nya, siapa pun dia.”

Perbaiki Hubungan dengan Nabi Muhammad Saw dan Jadilah Juru Damai!

Al-Habib berpesan agar kita semua hendaknya selalu mengikuti Nabi Muhammad Saw. Banyak para wali yang menyebutkan bahwa mereka mendapatkan derajat kewalian karena mengikuti Nabi Saw. Semakin sempurna mereka mengikuti Nabi Saw, semakin tinggi pula pangkat kewalian mereka. Dan kita hendaknya mencontoh jejak mereka, orang-orang yang sukses dalam mengikuti Nabi Saw.

Sebaliknya, jika kita tidak mengikuti Nabi Saw, maka pasti kita akan mengikuti setan. Sebab dalam hidup ini tarik-menarik, jika kita tidak berusaha mengikuti Nabi Saw, hawa nafsu akan menghantarkan kita kepada setan. Jika kita sudah mengikuti Nabi Saw, maka kita punya tugas untuk menyampaikan perdamaian, as-salam sebagaimana kehadiran Nabi Saw mendatangkan kedamaian bagi manusia. Beliau menyampaikan,

“Nabi Saw bersabda, ‘afsyussalam’, sebarkanlah perdamaian dan cinta.”

Habib Abdullah bin Muhammad Baharun mengajak semua orang yang terikat dengan hubungan dengan Rasulullah Saw ini, baik itu kalangan ulama, habaib, pejabat, orang-orang penting, orang-orang terpandang, dan siapa pun itu untuk menjadi pemersatu ummat. Beliau juga mengingatkan lagi bahwa jalinan hubungan kita dengan Nabi Muhammad Saw akan dimintai pertanggungjawaban.

Beliau menutup pesan-pesan penuh hikmahnya dengan dua anjuran. Pertama, perbanyaklah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Dan kedua, perhatikan keluarga kita sebagai lingkungan terdekat kita karena susungguhnya saat ini bahaya mengintai mereka, terutama anak-anak kita. Tebarkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga kita.

Terakhir, Al-Habib berdoa semoga para jamaah mendapatkan pemberian dari Allah Swt berupa cinta yang sesungguhnya kepada Rasulullah Saw sehingga Allah mudahkan untuk terus berada dalam jalan lurus, shirathal mustaqim, mendapatkan keberkahan, dan kebaikan. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas semua itu.

Al-Habib menutup taushiyahnya dengan shalawat dan salam kepada para jamaah: “Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.”

Tags: , ,

Bagikan ke

Sambung dengan Nabi Kunci Perdamaian: Nasihat Guru Buya Yahya dalam Maulid dan Silaturahim Akbar Al-Bahjah 1445 H.

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Sambung dengan Nabi Kunci Perdamaian: Nasihat Guru Buya Yahya dalam Maulid dan Silaturahim Akbar Al-Bahjah 1445 H.

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: