● online
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Low Begi....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner....
- المعين المبين....
- Buku Aqidah - Hadits Jibril....
- Kitab Bidayatul Wushul 1....
Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bagi orang yang belum paham, ketika bepergian mungkin saja beranggapan bahwa shalat normal seperti biasa, tanpa jamak dan qasar lebih baik daripada harus menjamak atau mengqasarnya. Alasannya mungkin saja kurang lebih, “Selagi diri kita masih mampu kenapa harus diqasar dan dijamak?”.
Sekilas anggapan tersebut seolah benar. Apa lagi saat ini zaman sudah maju, pada beberapa keadaan kita bisa dengan mudah menemukan tempat untuk sekadar menunaikan shalat selama dalam perjalanan. Namun, syariat mengajarkan bahwa menjamak dan mengqasar tetaplah lebih utama.
Buya Yahya menyebutkan sebuah hadis sebagai berikut.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ، كَمَا يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى عَزَائِمُهُ«
Artinya,
“Sungguh, Allah Swt senang rukhsah-rukhsah-Nya diambil sebagaimana Dia senang kewajiban-kewajiban-Nya dilaksanakan”. (HR. Ibnu Hibban)
Rukhsah secara harfiah adalah keringanan. Dapat diartikan rukhsah dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala ialah kemudahan-kemudahan dari Allah bagi seorang hamba, baik dalam bentuk hukum atau ibadah kepada-Nya karena suatu uzur.
Dari hadis ini kita bisa menerapkan isinya dengan shalat ketika bepergian, bahwa kemudahan dalam syariat menjamak dan mengqasar shalat lebih Allah sukai. Sebagaimana Allah Subhanallahu wa Ta’ala juga menyukai kewajiban-kewajiban syariat-Nya dilaksanakan.
Tentunya bepergian yang dimaksud paling tidak ialah perjalanan yang mubah. Bukan perjalanan dalam rangka bermaksiat kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Misalnya, seseorang hendak bepergian dari Cirebon menuju Surabaya. Ia berangkat pukul 11.00 siang sehingga menemukan waktu Zuhur selama dalam waktu perjalanan. Maka ia dianjurkan untuk menjamak dan mengqasar shalat Zuhur dan shalat Asar, sekalipun ia menemukan banyak rest area dan masjid untuk shalat secara normal.
Ini merupakan anjuran dan keutamaan. Jadi tidak perlu lagi berdalih, “Saya masih mampu shalat seperti biasa,” atau berdalih, “Sekarang ada banyak tempat untuk melaksanakan shalat di perjalanan, apa susahnya berhenti sejenak?”
Sebagian orang bahkan ragu melaksanakan shalat jamak dan qasar yang lagi-lagi dengan dalih seperti di atas. Padahal kemudahan ini datang dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala, jadi apa lagi yang perlu diragukan? Nilai keunggulan suatu ibadah bukanlah didasarkan kepada penilaian pribadi yang bisa saja datang dari hawa nafsu, melainkan didasarkan pada kesesuaian dengan ilmu dan ajaran syariat.
Selagi kemudahan Allah Subhanallahu wa Ta’ala berikan, ambillah kemudahan tersebut karena itu yang lebih Allah sukai. Dengan begitu pahala yang didapatkan dari shalat jamak dan qasar juga pasti lebih besar, selagi dalam perjalanan dan memenuhi syarat.
Salah satu hikmah adanya rukhsah shalat dalam perjalanan adalah agar tidak ada satu pun orang yang terlewat dari keutamaan shalat. Jangan sampai ada orang tidak melaksanakan kewajiban shalat gara-gara bepergian. Sesungguhnya itu terjadi semata-mata karena kurangnya ilmu dan pemahaman tentang shalat. Shalat itu mudah dalam segala keadaan, tidak perlu dipersusah.
Semua pemaparan di atas tentunya tidak akan sempurna jika tidak digali lebih dalam lagi dalam ilmu fiqih bepergian karena memang di situlah ilmunya bermuara. Masih banyak permasalahan penting seputar shalat di perjalanan yang perlu dipahami solusinya. Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang shalat dalam perjalanan, Anda dapat membaca buku Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet karya Buya Yahya.
Semoga kita dijaga dari meninggalkan shalat, diberi pertolongan, dan selalu diberi kesempatan untuk melaksanakan keutamaan-keutamaan ibadah kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Amin.
Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mengadakan perayaan dengan suara keras yang dihasilkan dari sepiker berdaya tinggi seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kali manusia pandai mengucapkan kata-kata manis kepada Allah. Kita merasa dekat saat membutuhkan pertolongan-Nya, rajin berdoa ketika... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Silaturahmi merupakan salah satu amaliyah yang semakin sulit bahkan mulai ditinggalkan pada era high tech seperti sekarang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pemilu menjadi ajang pesta demokrasi sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara. Agar pemilu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Benar kata orang, sehat itu mahal harganya. Sehat tak bisa dinilai dengan rupiah. Berapa pun banyaknya kekayaan... selengkapnya
Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap manusia memiliki karakter dan sifat masing-masing. Ada yang memiliki karakter dan sifat pendiam, ada juga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai makhluk sosial, kita tak terlepas dari interaksi dengan orang lain. Seiring bertambahnya umur, sikap yang makin dewasa,... selengkapnya
Jangan Takut Merusak Silaturahmi Berikut Tips Cerdas Mengingatkan Teman yang Bertindak di Luar Batas Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ramadhan akhirnya tiba. Satu bulan yang amat dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia, bulan penuh... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000
Saat ini belum tersedia komentar.