● online
Jodoh Tak Kunjung Datang, Bagaimana Solusinya?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Jika jodoh tak kunjung datang padahal sudah dicari ke mana-mana, sampai diri mungkin sudah merasa lelah, jangan dulu berputus asa. Usaha yang kita lakukan tentu tidak akan sia-sia, karena Allah Swt tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya. Yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki sedikit hal yang mungkin kurang sempurna dalam ikhtiar jodoh.
Ikhtiar jodoh yang tidak dilakukan dengan benar bisa berujung pada keputusasaan, penyesalan, atau bahkan mengakibatkan seseorang menyalahkan takdir. Padahal ikhtiar jodoh yang sempurna bisa dilakukan siapa saja asal ada kesungguhan. Dalam hal ini, Buya Yahya memberikan tip sederhana untuk menjemput jodoh dengan cara yang benar.
Tip 1: Memohon kepada Allah Swt
Sebelum membahasnya lebih lanjut, perlu dipahami bahwa adab dalam berdoa sudah barang tentu harus diperhatikan setiap hamba yang memiliki hajat kepada Rabbnya. Artinya, adab berdoa merupakan hal dasar dalam memohon kepada Allah Swt yang sudah semestinya diterapkan dalam setiap permohonan.
Memohon kepada Allah Swt perlu dilakukan dengan kesungguhan, menunjukkan bahwa kita butuh kepada-Nya. Hal ini dibuktikan dengan taat dan ibadah kepada-Nya. Sebagaimana prinsip seorang mukmin yang diajarkan dalam surah Al-Fatihah; Hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada Allah kita memohon. Karena itu berdoa bisa dilakukan dengan berbagai macam cara agar segera dikabulkan. Bisa dengan memperbanyak shalat hajat, istikharah, sedekah, silaturahim, dan kebaikan-kebaikan lainnya.
Buya Yahya menyampaikan kabar gembira dalam hal ini,
“Kalau orang sudah berusaha dengan cara semacam ini, ia sudah berhasil sebelum berhasil. Artinya, ia sudah mendapatkan pahala di sisi Allah Swt.”
Oleh karena itu, memohon juga harus dilakukan tanpa henti karena tidak ada satu pun permohonan dan usaha yang dilakukan akan menjadi sia-sia. Berkaitan dengan ini Buya Yahya pernah menyampaikan pengabulan doa pada tulisan berikut: https://pustakaalbahjah.com/blog/doa-tak-kunjung-terkabul-harus-bagaimana).
Pengabulan doa itu ada tiga macam. Pertama, Allah mengabulkan doa kita di dunia dan sesuai keinginan kita. Kedua, Allah mengabulkan doa kita di dunia tetapi tidak sesuai keinginan kita, sebab ada yang lebih baik. Ketiga, Allah memberi balasan atas doa-doa kita di akhirat kelak. Jadi, tidak ada alasan sama sekali untuk berhenti memohon kepada-Nya.
Tip 2: Memantaskan Diri
Jika permohonan dengan kesungguhan adalah ikhtiar batin, maka memantaskan diri adalah ikhtiar zahir. Ikhtiar zahir ini penting sekali untuk dilakukan dengan cara yang benar. Cara yang tidak benar hanya akan memutus langkah dengan tujuan yang diharapkan. Ibaratnya, jika Anda hendak memancing ikan, maka pakailah umpan yang disukai ikan. Jangan memaksakan dengan menggunakan selera diri sendiri. Artinya, ketika kita menginginkan jodoh yang baik maka jadikan diri kita baik, agar kita pantas mendapatkannya. Buya Yahya menegaskan,
“Pancinglah ikan sesuai dengan selera ikan. Kalau Anda rindu orang baik-baik maka Anda sendiri harus mulai berbenah, memperbaiki diri. Harus dipaksakan untuk menjadi orang baik. Tidak boleh egois, biar aku jelek gak apa-apa yang penting pasanganku baik. Tidak bisa seperti itu karena itu artinya Anda menipu.”
Tentunya, menjadi baik tidak harus menuntut diri untuk menjadi yang terbaik. Tidak perlu memasang standar terlalu tinggi yang melangit. Standar tinggi sebagai harapan dan cita-cita saja boleh, tapi jangan jadikan itu sebagai tuntutan yang akhirnya membuat diri kita mudah tidak percaya diri. Bercita-cita menjadi baik seperti Sayyidina Ali r.a. atau Sayyidah Fatimah r.a. boleh-boleh saja, tapi tidak harus menunggu hingga benar-benar sempurna seperti mereka.
Standar yang kita tetapkan hanya sebagai cita-cita saja, tetapi mengawalinya ialah dengan mulai membuat perubahan meskipun sedikit demi sedikit.
Buya Yahya menyampaikan pesan penuh makna,
“Dalam hidup ini yang salah ialah kita harus menjadi orang yang super. Padahal yang harus kita jalani hanyalah menjadi lebih baik dari kemarin. Anda membuat perubahan demi perubahan. Itu saja. Nanti akan terus bertahap.”
Tip 3: Ikhtiar yang Cerdas
Jangan salah dalam mengambil langkah ikhtiar. Kita dapat menyaksikan fenomena di luar sana, mencari jodoh dengan cara-cara yang tidak direstui syariat. Cara-cara semacam ini bukanlah sesuatu yang diajarkan oleh orang-orang cerdas. Orang cerdas yang memikirkan kebahagiaan di dunia dan akhirat tidak mungkin mau menjerumuskan dirinya sendiri dalam kehinaan.
Ada banyak contoh kisah-kisah cinta bernuansa surgawi, kisah mereka dilandasi dengan cintanya pada keridhaan Allah Swt. Jika kita cermati di dalamnya, ada suatu kecerdasan mereka dalam mengelola perasaan, yaitu tidak menjatuhkan cinta kepada lawan jenis sebelum pernikahan. Tidak mencoba-coba main api dengan komunikasi sampai sambung hati, berkhalwat, dan sebagainya. Hal semacam itu bukanlah ikhtiar, melainkan hanya perbuatan menyiksa diri sendiri. Karena ikhtiar ini mencari, bukan mencoba-coba.
Saat seseorang mengetahui laki-laki atau perempuan yang baik-baik dan ada ketertarikan, ia harus segera berpikir untuk menuju kepada kehalalan. Segera mengukur kesiapan, istikharah, dan menyampaikan maksud baiknya, baik dengan dirinya sendiri atau meminta bantuan seseorang, sebelum adanya cinta. Dengan begitu, seandainya ia mendapat penolakan sekalipun ia tidak akan sakit hati. Setelah itu, begitu mudah baginya untuk pindah ikhtiar kepada yang lainnya. Sebaliknya, begitu cinta dijatuhkan lebih awal, saat lamaran ditolak seolah-olah dunia baginya sedang kiamat.
Hal tersebut dicontohkan oleh Sayyidah Khadijah r.a. saat mendengar seorang laki-laki yang saleh, jujur, sangat baik, dan masyhur di kota Makkah, dirinya tertarik dan segera bergegas untuk meminang orang mulia tersebut dengan mengirimkan keluarganya. Akhirnya ia mendapatkan manusia terbaik di dunia dan akhirat, ialah Rasulullah Saw.
Pada kisah lainnya, seorang bapak yang hebat, yakni Sayyidina Umar r.a. yang merindukan menantu yang baik. Ia datang kepada Sayyidina Abu Bakar r.a. untuk menawarkan putrinya, lalu ditolak. Datang kepada Sayyidina Usman r.a., juga ditolak. Usahanya ini ada nilainya di hadapan Allah Swt. Saat ia mengadukan kepada Rasullullah Saw keinginannya untuk mendapatkan menantu yang baik namun ditolak, Rasullullah Saw menyampaikan bahwa orang yang akan menikahi putrinya adalah orang yang lebih bagus dari Abu Bakar dan Usman, yaitu dirinya sendiri.
Seperti itulah, belum datangnya jodoh bukan karena masalah tidak berpacaran atau kurang pergaulan. Orang yang setiap saat bergaul dengan lawan jenis sekalipun ada yang tidak menikah hingga tua. Urusannya adalah cara yang perlu dibenahi, ikhtiar yang harus disempurnakan.
Teruslah berusaha dan menyampurnakan ikhtiar tanpa henti, diiringi permohonan tulus yang terus dilangitkan. Buya berpesan,
“Usaha seorang mukmin di dalam menggapai kebaikan sudah memiliki nilai kebaikan ibadah, memilliki pahala. Tidak akan pernah sia-sia. Hanya ikhtiarnya saja yang perlu dibenahi. Ikhtiarnya laki-laki dan perempuan dengan bertanya, meminta tolong untuk dicarikan orang yang tepat.”
Terakhir, Buya Yahya juga menyampaikan pesan mulia,
“Tanda usaha Anda jadi pahala, diterima oleh Allah Swt adalah usaha Anda tidak berakhir dengan keputusasaan. Kalau Anda putus asa berarti Anda dari awal suuzan kepada Allah dan doa Anda tidak pantas untuk dikabul. Berhusnuzanlah kepada Allah bahwa inilah yang terbaik saat ini. Dengan begitu hati Anda lega, tenang, dan semua usaha-usaha Anda akan dinilai sebagai pahala.”
Semoga kita mendapatkan kehidupan mulia di dunia dan akhirat bersama pasangan mulia yang dibanggakan Allah dan Rasul-Nya. Amin.
Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad
Penyunting: Idan Sahid
Sumber: Youtube Al-Bahjah TV
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Jodoh Tak Kunjung Datang, Bagaimana Solusinya?
ANGIN pagi di kaki langit timur menyusup ke celah-celah jendela kamarku yang menghadap barat daya. Di ujung horizon, mentari masih... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari Raya Iduladha adalah hari kegembiraan bagi umat Baginda Nabi Muhammad Saw dan sebentar lagi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah sudut yang hening namun penuh makna, tepatnya di Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 Cirebon, berdirilah sebuah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Apakah ada penulis yang mampu menyelesaikan tulisannya hanya dalam sekali duduk? Jika ada, bagaimana ia melakukannya? Apakah J.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sungguh merugi orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa tidak hanya melakukan puasa secara... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mandi pada hari Jum’at memiliki kedudukan yang berbeda dengan mandi di hari-hari yang lain, jika dilihat dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dikisahkan ada seseorang ahli ibadah yang bernama Barseso. Di setiap harinya ia selalu melakukan shalat hingga 1000... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin meletakkan akhlak sebagai fondasi utama peradaban. Akhlak bukan hanya pelengkap ajaran agama, melainkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mendaki gunung merupakan aktivitas luar ruangan yang belakangan ini banyak diminati masyarakat Indonesia. Pada gunung-gunung tertentu, proses pendakian... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pernahkah kita bekerja keras siang dan malam demi mengejar harta dan jabatan dunia tetapi malah merasa... selengkapnya
Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900
Saat ini belum tersedia komentar.