Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Hikmah dan Renungan Umat Muslim di Tahun Baru Masehi yang Bertepatan dengan Datangnya Bulan Rajab

Hikmah dan Renungan Umat Muslim di Tahun Baru Masehi yang Bertepatan dengan Datangnya Bulan Rajab

Diposting pada 31 Desember 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 2.728 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pergantian tahun dapat dijadikan momen refleksi bagi banyak orang, termasuk umat muslim. Tahun baru Masehi sering kali menjadi ajang muhasabah untuk menilai pencapaian dan merancang resolusi baru. Menariknya, tahun baru Masehi kali ini bertepatan dengan masuknya bulan Rajab dalam kalender Hijriyah, sebuah bulan yang memiliki keistimewaan dalam Islam. Hal ini memberikan kesempatan emas bagi umat muslim untuk menyikapi pergantian tahun dengan lebih baik dan bermakna.

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ

Artinya:

“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).

Keempat bulan haram atau dalam Islam disebut juga Asyhurul Hurum tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan saleh dan menjauhi perbuatan buruk yang menyebabkan dosa. Rajab juga menjadi pintu menuju Ramadan, mengingat bulan ini memberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci tersebut.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin menekankan pentingnya menyambut bulan Rajab dengan meningkatkan ibadah, terutama shalat, puasa, dan zikir. Beliau berkata:

 رجب شهر الزرع وشعبان شهر السقي ورمضان شهر الحصاد

Artinya:

“Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk menyiram, dan Ramadan adalah bulan untuk memanen.”

Pada maqolah di atas mengingatkan kita agar momentum bulan Rajab seharusnya dijadikan waktu untuk mempersiapkan diri secara spiritual. Meski tahun baru Masehi berasal dari tradisi yang berbeda dengan Islam, umat Islam tetap dapat mengambil hikmah darinya. Pergantian tahun adalah saat yang tepat untuk melakukan muhasabah, sebagaimana dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw:

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَه هَواهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ

Artinya:

“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengevaluasi diri dan melakukan sesuatu untuk hari esok (setelah kematian). Sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang selalu mengikuti keinginannya semata, seraya berharap kemurahan hati Allah.” (HR. At Tirmidzi).

Muhasabah adalah evaluasi terhadap amal perbuatan selama setahun terakhir. Apakah waktu yang telah berlalu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, atau justru sebaliknya? Momen tahun baru bisa menjadi pemicu untuk memperbaiki diri dan memulai langkah baru yang lebih baik.

Pada tahun baru Masehi yang bertepatan dengan bulan Rajab ini, menjadi waktu yang penuh berkah untuk memperbaiki hubungan dengan Allah Swt dan sesama manusia. Umat Islam dapat memanfaatkan momentum ini dengan melakukan hal-hal berikut.

Memperbanyak Zikir dan Doa

Sebagai bulan mulia, Rajab adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan doa. Dalam sebuah riwayat disebutkan doa yang dianjurkan di bulan Rajab:

اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Artinya

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.”

Meningkatkan Amal Saleh

Pergantian tahun dan keutamaan bulan Rajab dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak sedekah, menunaikan shalat sunah, dan membantu sesama. Allah berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

Artinya:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Ali Imran: 133).

Membuat Resolusi yang Bermakna

Salah satu yang dapat dilakukan seorang muslim untuk mengambil hikmah dari pergantian tahun Masehi adalah dengan membuat resolusi berbasis nilai-nilai Islam. Seperti meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan mempelajari ilmu agama lebih dalam.

Umat muslim dapat menjadikannya sebagai waktu untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Sebagaimana yang dipesankan oleh Imam Hasan Al-Bashri:

Artinya:

“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Ketika satu hari pergi, maka sebagian dari dirimu juga ikut pergi.”

Semoga di momen tahun baru ini kita dapat memanfaatkannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan menjalani hidup dengan penuh keberkahan. Amiin.

Penulis: Solahudin Al Ayyubi

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Hikmah dan Renungan Umat Muslim di Tahun Baru Masehi yang Bertepatan dengan Datangnya Bulan Rajab

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Lepas Cadar Di Media Sosial, Bagaimana Hukumnya?
29 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kejadian seorang muslimah yang melepas cadarnya di awak media. Sontak kejadian... selengkapnya

Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban
16 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan salah... selengkapnya

Puisi-Puisi Rustiya
17 Mei 2024

  Sajadah Cinta   Sajadah cinta terbentang luas, Di hamparan kasih yang tak terkira. Benang-benang  iman terjalin erat, Menemani jiwa... selengkapnya

Hukum Cat yang Menghalangi Anggota Wudu: Apakah Shalatnya Sah?
1 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Wudu merupakan syarat sah shalat yang harus dipenuhi setiap Muslim. Tanpa suci dari hadas besar maupun kecil, maka... selengkapnya

Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

5 Keutamaan Menunaikan Shalat Tepat Waktu
7 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah segala kesibukan dan dinamika kehidupan, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Dari terbitnya fajar hingga... selengkapnya

Dahsyatnya Keberkahan dalam Pengabdian
9 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah sekian lama bekerja di sebuah instansi, saya memutuskan resign, kemudian mencoba peruntungan dengan melamar di beberapa lembaga... selengkapnya

Memang Boleh Sedekah dengan Harta Haram?
29 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya

Sudah 79 Tahun Merdeka, Perjuangan Belum Selesai!
17 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puji syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan anugerah kemerdekaan kepada negeri dan bangsa ini sehingga saat... selengkapnya

Hikmah dan Renungan Umat Muslim di Tahun Baru Masehi yang Bertepatan dengan Datangnya Bulan Rajab

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: