● online
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
- العدد والمعدود....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- Fiqih Qurban....
- Buku Aqidah - Hadits Jibril....
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita....
Teknik Menulis bagi Pemula: Lupakan EYD dan Tanda Baca (Freewriting)

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkan Anda memiliki keinginan untuk menulis tetapi terhambat dengan pengetahuan Anda yang terbatas? Ya, hambatan tersebut salah satunya karena Anda tidak bisa menulis dengan memperhatikan tata bahasa, ejaaan, atau kaidah-kaidah baku lainnya. Oleh karenanya, teknik freewriting dapat menjadi solusi bagi Anda!
Teknik freewriting adalah teknik menulis secara bebas tanpa tuntutan harus memperhatikan kaidah-kaidah bahasa. Teknik ini menjadi sejalan dengan prinsip kreatif menulis, bahwa ketika Anda menulis seharusnya Anda merasa bebas sebebasnya. Tuliskanlah apa yang sedang Anda alami, apa yang Anda amati, atau apa yang Anda sedang rasakan melalui pancaindra. Artinya, Anda dapat sebebas mungkin menuliskan hal-hal yang Anda lihat, dengar, atau raba tanpa harus memperhatikan tata bahasa, ejaan, atau kata-kata baku sekalipun. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar proses kreatif menulismu mengalir tanpa hambatan dan tuntutan.
Teknik freewriting dilakukan seperti halnya Anda sedang bercerita, ngobrol, atau mencurahkan isi hatimu kepada seorang teman. Perbedaannya, saat menulis Anda bercerita melalui media tulisan. Ceritakan segalanya tanpa henti. Jangan lakukan pengeditan terlalu cepat di samping tulisanmu belum selesai Anda tulis. Sekali lagi, bayangkan Anda sedang bercerita kepada teman dekatmu tentang pengalaman-pengalamanmu yang pernah Anda alami.
Meskipun teknik freewriting memerlukan kerja dua kali saat pengeditan akhir nanti, tetapi permasalahan pertama sudah Anda lewati, yakni proses kreatif menulis Anda mengalir tanpa hambatan dan beban, sebab otak Anda terus bekerja tanpa tuntutan. Kerja otak itulah yang membuat Anda akan susah berhenti untuk menulis dan terus menulis. Namun, tentu untuk mengawali teknik freewriting ini setidaknya Anda harus menentukan topik tulisanmu terlebih dahulu agar hasil tulisanmu sesuai dengan apa yang Anda rencanakan, meksipun sebenarnya tulisan-tulisanmu yang berada di luar topik yang ditentukan dapat dipilah ketika tahap pengeditan akhir nanti.
Ketika topik tulisan sudah Anda tentukan, Anda mesti meyakinkan diri bahwa Anda sedang bercerita melalui media tulisan tanpa memperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan sampai akhirnya Anda benar-benar tidak bisa berhenti menulis. Jangan pedulikan tata bahasa, ejaan, dan kaidah-kaidah kebahasaan dulu. Jangan biarkan ide-ide yang ada di dalam kepalamu menguap atau sampai pada penyakit yang sering dihadapi seorang penulis, yakni “stuck” atau “writer’s block”. Menulislah menulis dan menulis.
Kapan Harus Berhenti Menulis Bebas (Freewriting)?
Ketika Anda sudah menuliskan kata pertama, jangan sesekali berhenti untuk menulis. Termasuk dalam menggunakan teknik freewriting ini. Tidak ada waktu kapan Anda harus berhenti, termasuk karena bosan sekalipun. Anda harus meyakini bahwa ketika Anda sudah memulai menulis maka yang akan membuat Anda berhenti menulis adalah ketika tulisanmu sudah selesai Anda tulis. Begitupun di saat Anda memiliki keperluan mendesak, tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti melakukan teknik ini. Lanjutkan dan selesaikan tulisan Anda sampai Anda benar-benar puas mencurahkan segala apa yang ada di kepalamu.
Kapan Harus Memperbaiki Hasil Menulis Bebas (Freewriting)?
Haha… Betapa jelek tulisanmu. Lihatlah, tanda baca tidak Anda perhatikan, kata-kata tidak baku ada di mana-mana, tak terkecuali kaidah penulisan SPOKmu begitu tak beraturan. Buanglah anggapan-anggapan itu, justru “SELAMAT!” aset berhargamu sudah Anda abadikan melalui tulisan. Sekarang Anda memiliki tulisan, sebentar lagi Anda akan menjadi penulis hebat, atau jangan-jangan Anda sudah menjadi penulis hebat yang memiliki kemampuan menulis dengan teknik freewriting.
Setelah Anda mengapresiasi dirimu sendiri, tentu tulisanmu perlu Anda koreksi. Sebab tulisan yang baik adalah tulisan yang tidak hanya dapat membagikan pengalaman kepada orang lain semata, tetapi juga mesti baik dan benar dari segi tata bahasa, ejaan, dan kaidah-kaidah penulisannya. Kapan Anda akan memperbaikinya? Tentu setelah Anda belajar mengenai kaidah bahasa dan tulisan. Kapan Anda belajar? Tentu kapan saja Anda mau dengan berbagai fasilitas yang sudah banyak disediakan di zaman sekarang.
Anda tidak akan menjadi penulis hebat dalam sekejap, tetapi salah satu untuk menjadi penulis hebat sudah Anda lakukan dengan menggunakan teknik freewriting ini. Mari terus menulis tanpa henti dengan terus belajar. Salam literasi!
Ditulis oleh: Idan Syahid
Tags: Tips Menulis
Teknik Menulis bagi Pemula: Lupakan EYD dan Tanda Baca (Freewriting)
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Banyak orang tua merasa telah memberikan yang terbaik bagi anak. Namun tanpa disadari, pola asuh tertentu justru dapat... selengkapnya
Sering kali tanpa disadari kita berjabat tangan, bersalaman, bahkan berinteraksi dengan lawan jenis tanpa mengetahui apakah ia termasuk mahram atau... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering mendengar kisah agung disyariatkannya ibadah qurban. Namun tahukan bahwa di balik kisah agung tersebut ada peran... selengkapnya
Oleh: Ustadz Maulid Johansyah (Dewan Asatidz LPD Al-Bahjah) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebagaimana umat nasrani yang mempunyai penanggalan atau... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Telur ayam menjadi salah satu makanan yang selalu ada di setiap warung makan, hajatan, atau bahkan sekadar... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita telah berada di bulan mulia yang penuh kebahagiaan, bulan untuk memupuk kasih sayang, yaitu bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kontestasi politik di negara Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Termasuk pada saat-saat akan dilaksanakannya pemilihan umum... selengkapnya
sumber gambar: Suara Cirebon Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sunan Gunung Djati, atau yang dikenal dengan nama Syarif Hidayatullah, merupakan salah satu... selengkapnya
Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000
Saat ini belum tersedia komentar.