Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » 5 Ciri Kalimat Efektif Beserta Contohnya

5 Ciri Kalimat Efektif Beserta Contohnya

Diposting pada 27 Desember 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.330 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon Seorang penulis hendaknya memperhatikan daya baca pembaca sasarannya. Dalam hal ini penulis harus menempatkan diri sebagai pembaca meskipun isi tulisannya menggunakan sudut pandang penulis. Artinya, penulis harus memberikan kemudahan akses agar pembaca dapat menangkap pesan yang disampaikan melalui tulisannya. Kemudahan tersebut dapat dimaksimalkan dengan teknik penulisan kalimat yang efektif. Yakni, kalimat yang disusun berdasarkan kaidah berbahasa yang sudah ditentukan. Adapun pengertian kalimat itu sendiri secara sederhana dapat didefinisikan sebagai rangkaian kata yang memiliki makna tertentu. Sebelum akhirnya kalimat-kalimat yang tersusun membentuk sebuah paragraf.

Penggunaan kalimat yang efektif dapat menyampaikan gagasan penulis kepada pembacanya dengan baik. Sehingga dengan begitu maksud yang terkandung dalam tulisan dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca. Oleh karena itu, penting untuk kita memahami kriteria dan ciri-ciri kalimat efektif sebagai berikut.

Kriteria dan Ciri-Ciri Kalimat Efektif

  1. Berstruktur Kompak

Kalimat yang efektif adalah kalimat yang memiliki struktur yang kompak. Kekompakan dalam struktur kalimat tersebut setidaknya terdiri dari unsur subjek dan objek. Artinya ada unsur pokok dan unsur sebutan (yang menerangkan pokok). Struktur kalimat yang tidak kompak akan menimbulkan ketidakjelasan dalam penyampaian pesannya.

Kalimat yang tidak kompak dapat dipengaruhi oleh penggunaan kata depan yang digunakan di depan subjek atau kata penghubung yang tidak tepat. Kata depan tersebut misalnya dalam, untuk, bagi, di, pada, sebagai, tentang, dan karena. Sedangkan kata penghubung seperti jika, apabila, dan kalau.

Contoh:

  1. Bagi semua santri yang sedang belajar harus menaati tata tertib yang berlaku di Pondok Pesantren.
  2. Pembangunan Pondok Pesantren berjalan dengan lancar. Karena banyak jamaah yang ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pembangunan tersebut.

Pada contoh pertama, penggunaan kata depan tidak perlu, karena kata depan yang ditempatkan di depan subjek membuat kalimat menjadi tidak kompak. Adapun kesalahan pada contoh kedua adalah penggunaan kata penghubung yang dipisah dari kalimat sebelumnya. Seharusnya penggunaan kata penghubung antarkalimat tidak harus dipisah.

  1. Hemat

Kalimat yang baik tidak mesti panjang atau bertele-tele. Kehematan bahkan menjadi ciri kalimat yang efektif. Kalimat harus hemat untuk menghindari pengulangan subjek, pleonasme, hiponimi, atau penjamakan kata yang sudah bermakna jamak. Hal ini penting sehingga kalimat hemat akan menjadi efektif dan tidak menimbulkan penafsiran yang ganda.

Contoh:

  1. Para ustad-ustad sedang melakukan musyawarah bulanan di gedung utama Pondok Pesantren.
  2. Kita harus mencintai lingkungan, contohnya adalah seperti halnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya.

Kalimat pertama tidak hemat karena menggunakan dua jenis penjamakan kata, sebaiknya kalimat tersebut memilih salah satu dari penjamakan kata tersebut. Sedangkan untuk kalimat kedua sebaiknya menggunakan salah satunya saja karena bermakna sama.

  1. Tidak Bermakna Ganda

Pesan di dalam tulisannya haruslah tegas. Penegasan tersebut dapat dimaksimalkan dengan teknik penulisan kalimat yang tidak bermakna ganda. Kalimat yang bermakna ganda akan menciptakan kalimat yang ambigu sehingga kalimat menjadi tidak efektif.

Contoh:

Istri Presiden kedua Indonesia telah memberikan sambutan kepada para tamu undangan.

Kalimat di atas menimbulkan makna bias sekaligus memunculkan pertanyaan besar, “Siapakah yang memberikan sambutan?” sehingga kalimat tersebut dapat bermakna, “Presiden memiliki istri dua” atau “Istri Presiden Indonesia yang kedua”. Agar kalimat tersebut tidak ambigu dan efektif, penulis dapat menambahkan kata dan tanda hubung untuk memperjelasnya.

  1. Padu

Kepaduan kalimat menjadi salah satu ciri kalimat tersebut efektif. Kepaduan dalam kalimat bersumber dari pengetahuan penulis mengenai kaidah bahasa Indonesia dan penguasaan kosa kata yang baik.

Contoh:

  1. Setelah ujian selesai, para santri besok akan liburan juga.
  2. Kajian yang diisi daripada Buya Yahya akan dilanjutkan pekan depan.

Kalimat pada contoh pertama tidak efektif karena secara struktural salah, walau masih bisa dipahami kalimat tersebut tidak padu. Struktur kalimat yang benar adalah S+P+O+K. Perbaikan contoh yang pertama menjadi: Setelah ujian selesai, para santri akan liburan besok. Sedangkan untuk perbaikan contoh kedua penulis dapat menghilangkan tanda hubung “daripada”.

  1. Logis

Kalimat logis artinya adalah kalimat yang dapat dipahami secara masuk akal atau dapat diterima dengan akal sehat. Ketidaklogisan dalam kalimat dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya dengan penggunaan dan pemilihan kata yang tidak tepat.

Contoh:

  1. Kepada Bapak Syahidan, waktu dan tempat kami berikan.
  2. Setelah membaca bab satu, para santri wajib maju ke depan untuk memaparkan pemahamannya.

Kesalahan pada contoh pertama terkadang banyak ditemukan dalam aktivitas lisan. Kalimat tersebut tidak logis karena yang dipersilakan dalam kalimat tersebut apakah Bapak Syahidan atau waktu dan tempat. Selain itu kalimat tersebut menjelaskan penutur yang memberikan waktu dan tempat. Jika dipahami dengan kritis, waktu dan tempat tidak bisa diberikan.

Kesalahan pada contoh kedua pun hampir sama, penulis harusnya cukup menuliskan maju tanpa ke depan. Sebab maju sudah pasti ke depan. Seperti halnya mundur sudah pasti ke belakang, naik sudah pasti ke atas, turun sudah pasti ke bawah, dan lain-lain.

Kesimpulannya, kalimat yang panjang tidak menjamin kalimat tersebut baik dan dapat memahamkan pembaca. Bahkan kalimat yang bertele-tele cenderung membuat pembaca bosan dan tidak dapat memahami pesan dengan baik. Oleh karena itu, penulisan kalimat hendaknya memperhatikan hal-hal yang sudah dijelaskan di atas. Sebab, kalimat yang dituliskan tidak hanya dibaca dan ditujukan untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pembaca pada umumnya. Selain itu, sudah selayaknya seorang penulis memperhatikan kaidah bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sehingga membuat kalimat yang efektif ini penting agar apa yang akan penulis sampaikan dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca.

Ditulis oleh: Idah Syahid

Bagikan ke

5 Ciri Kalimat Efektif Beserta Contohnya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Pentingnya Membaca Buku: Manfaat yang Tak Tergantikan
29 Juli 2023

Membaca buku adalah kegiatan yang telah ada selama berabad-abad. Sejak ditemukannya tulisan, manusia telah menjadikan membaca sebagai salah satu cara... selengkapnya

Ketika Shalawat Dianggap Mengultuskan Nabi
17 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di tengah maraknya dakwah melalui media sosial, tidak jarang muncul perdebatan mengenai amalan-amalan dalam Islam, salah satunya adalah... selengkapnya

Halalkah Arisan Kue Lebaran? Begini Jawaban Buya Yahya
28 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mengikuti arisan kue untuk mempersiapkan sajian saat hari raya. Namun, muncul... selengkapnya

Haramkah Menulis dan Membaca Cerita Fiksi?
17 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cerita fiksi merupakan salah satu jenis karya sastra yang tulis oleh manusia dengan tujuan tidak hanya untuk... selengkapnya

Buya Yahya Jelaskan Hukum SBN dan Pengelolaannya sebagai Uang Pensiun Menurut Pandangan Hukum Islam
27 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ada sebuah pertanyaan menarik dari salah satu jamaah yang dilontarkan kepada Buya Yahya, yaitu mengenai orang yang... selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 dan Bacaan Muraqqi Tarawih
18 Februari 2026

Berikut link jadwal imsakiyah Ramadan 1447 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1447 H. Bagi sahabat yang... selengkapnya

Agar Tidak Merugi di Sepuluh Hari Awal Bulan Haji
20 Juni 2023

Oleh: Ustadz Maulid Johansyah (Dewan Asatidz LPD Al-Bahjah) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah.... selengkapnya

Hati-Hati! Jangan Jadi Laki-Laki Dayyuts, Ini Ancamannya di Akhirat Kelak
27 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu golongan orang yang akan masuk neraka adalah laki-laki dayyuts. Siapakah laki-laki dayyuts ini? Ummi... selengkapnya

4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang
12 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, musibah adalah bagian yang tidak bisa dihindari. Ada kalanya seseorang diuji dengan kehilangan, sakit, kesempitan rezeki,... selengkapnya

(Cerpen) Auman di Balik Semak
12 Oktober 2025

PADA suatu hari, Hutan Alamara tidak lagi memantulkan ketenangan yang dulu menjadi jiwanya. Sungai yang pernah berkilau bagai kaca kini... selengkapnya

5 Ciri Kalimat Efektif Beserta Contohnya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: