Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Diposting pada 8 Oktober 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.307 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Beberapa hari yang lalu telah terjadi musibah besar yaitu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang menewaskan 131 orang dan ratusan lainnya terluka. Lantas, sebagai umat Islam bagaimana hendaknya kita menyikapi tragedi tersebut?

Menurut Buya Yahya, sebagai umat Islam, sikap terbaik adalah mendoakan para korban yang telah meninggal dunia karena  Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Sudah sepatutnya antara sesama muslim saling mendoakan, kemudian adanya tragedi ini hendaknya dijadikan pelajaran dan bahan evaluasi bagi berbagai pihak agar kesalahan ini tidak terulang lagi.

“Umat Islam umat penuh kasih, selagi mereka adalah umat Islam, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, dan dengan kesalahan yang pernah terjadi, kita ingatkan yang hidup jangan melakukan kesalahan yang serupa ini, seperti itu”.

Buya mengingatkan, bahwa yang menjadi penonton pertandingan sepak bola tersebut adalah umat Nabi Muhammad Saw. Mereka berangkat Zhuhur dan pulang setelah Magrib bahkan bisa lebih. Yang membuat sedih adalah shalat Ashar dan Magrib nya di mana dan bagaimana? Menurut Buya, sah-sah saja kita bermain dan bersenang-senang asalkan yang bermain dan yang menonton adalah orang yang tidak pernah meninggalkan shalat. Insyaallah tidak akan terjadi keributan apapun pada orang yang tidak meninggalkan shalat karena hati mereka akan sejuk.

“Kami langsung melihat mereka adalah umat Nabi Muhammad Saw, berangkat Zhuhur pulang setelah Maghrib, Asharnya ada di mana, hanya itu saja kesedihan. Kalau anda bermain, senang-senang, sah-sah saja jika seandainya yang main bola dan yang nonton bola adalah orang yang tidak pernah meninggalkan shalat Ashar nya, akan sejuk hatinya nggak akan ada keributan setelah itu insyaallah”.

Kemudian Buya juga berharap agar pemerintah mendorong para penonton untuk bisa tetap melakukan shalat, dengan cara dibuatnya panduan paling tidak yang dikeluarkan oleh Mentri Olahraga tentang fiqih praktis bagaimana melaksanakan shalat di stadion, baik yang bermain bola, maupun yang menontonnya. Hal ini agar mereka yang bertanding dan yang menonton tidak kehilangan waktu shalat.

“Kemudian setelah itu ada harapan, harapan semoga suatu ketika ada kalaupun tidak sampai derajat Presiden, misalnya paling tidak Menteri Olahraga yang ternyata punya peraturan istimewa, peraturan ahli surga, mengundang Ustadz ajarkan fiqih praktis saja deh bagaimana melakukan shalat di tengah lapangan, di sela-sela main bola, begitu loh maksudnya, biar nggak kehilangan shalat Ashar”.

Sumber: https://fotokita.grid.id/

Berkenaan dengan shalat di stadion ini, menurut Buya, Islam adalah agama yang mempermudah segala urusan ibadah, termasuk dalam menjalankan ibadah shalat pada situasi dan kondisi tertentu. Yang terpenting dalam melaksanakan shalat pada kondisi ini adalah menutup aurat, kemudian disiapkan keran bagi para suporter untuk berwudhu. Tentang bagaimana tatacara shalatnya tentu telah diatur dalam Islam.

“Dan shalat dipermudah, ilmunya dong, yang penting sampai lutut, lutut ketutup, wudhu disiapin keran, begitu kan termasuk proyek-program dan sederhana, dan Menteri langsung masuk surga paling cepat itu nanti. Apakah ada larangan buat peraturan begitu kan tidak ada, larangan seperti diperkenankan minum sejenak kan boleh, kita perlu orang-orang cerdas yang punya ide cemerlang untuk masuk surga, dan semoga terwujudkan”.

Sumber : Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , ,

Bagikan ke

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Bolehkah Mengambil Air dari Sumur Masjid untuk Kebutuhan Pribadi?
4 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya

Hukum Memandikan Jenazah Terhadap Lawan Jenis dalam Islam
27 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat antara satu orang dengan yang lain atau kelompok yang satu dengan yang lain... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (3)
29 September 2024

  Menunggu   Barangkali tap tip jiwa sama-sama lupa Barangkali tap tip jiwa sama-sama tuli Barangkali tap tip jiwa sama-sama... selengkapnya

Viral Cek Khodam di Media Tiktok, Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Khodam?
9 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Baru-baru ini aktivitas “cek khodam” ramai di media sosial, khususnya di live TikTok dan Instagram. Pengguna media... selengkapnya

Bisakah Najis Berpindah?
26 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita seringkali mendengarkan dari para ulama, bahwa sebelum melaksanakan shalat hendaknya kita bersuci. Bahkan kita dianjurkan untuk memulai... selengkapnya

Hukum Menyalati Jenazah yang tidak Pernah Shalat? Buya Yahya Menjawab
3 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dinamika kehidupan di masyarakat yang memiliki agama dan kebudayaan yang beragam kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera... selengkapnya

Cara Memakai Cincin Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad Saw
26 November 2024

Salah satu bentuk kesunahan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan cincin. Tidak hanya sebagai perhiasan dan alat... selengkapnya

Masyaallah, Ditengah Guyuran Hujan Deras, Para Jamaah Aceh Tetap Antusias Hadiri Majelis Buya Yahya
15 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tabligh Akbar dalam rangkaian Safari Dakwah Buya Yahya di Aceh, Selasa 20 Jumadil Ula 1444 H/13... selengkapnya

Peduli Palestina, LAZ Al-Bahjah Salurkan Infak Kemanusiaan Tahap II Rp1,7 M Melalui BAZNAS RI
24 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Bahjah menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina tahap II sebesar Rp1.746.285.736 melalui Badan Amil... selengkapnya

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: