Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Diposting pada 8 Oktober 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.342 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Beberapa hari yang lalu telah terjadi musibah besar yaitu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang menewaskan 131 orang dan ratusan lainnya terluka. Lantas, sebagai umat Islam bagaimana hendaknya kita menyikapi tragedi tersebut?

Menurut Buya Yahya, sebagai umat Islam, sikap terbaik adalah mendoakan para korban yang telah meninggal dunia karena  Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Sudah sepatutnya antara sesama muslim saling mendoakan, kemudian adanya tragedi ini hendaknya dijadikan pelajaran dan bahan evaluasi bagi berbagai pihak agar kesalahan ini tidak terulang lagi.

“Umat Islam umat penuh kasih, selagi mereka adalah umat Islam, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, dan dengan kesalahan yang pernah terjadi, kita ingatkan yang hidup jangan melakukan kesalahan yang serupa ini, seperti itu”.

Buya mengingatkan, bahwa yang menjadi penonton pertandingan sepak bola tersebut adalah umat Nabi Muhammad Saw. Mereka berangkat Zhuhur dan pulang setelah Magrib bahkan bisa lebih. Yang membuat sedih adalah shalat Ashar dan Magrib nya di mana dan bagaimana? Menurut Buya, sah-sah saja kita bermain dan bersenang-senang asalkan yang bermain dan yang menonton adalah orang yang tidak pernah meninggalkan shalat. Insyaallah tidak akan terjadi keributan apapun pada orang yang tidak meninggalkan shalat karena hati mereka akan sejuk.

“Kami langsung melihat mereka adalah umat Nabi Muhammad Saw, berangkat Zhuhur pulang setelah Maghrib, Asharnya ada di mana, hanya itu saja kesedihan. Kalau anda bermain, senang-senang, sah-sah saja jika seandainya yang main bola dan yang nonton bola adalah orang yang tidak pernah meninggalkan shalat Ashar nya, akan sejuk hatinya nggak akan ada keributan setelah itu insyaallah”.

Kemudian Buya juga berharap agar pemerintah mendorong para penonton untuk bisa tetap melakukan shalat, dengan cara dibuatnya panduan paling tidak yang dikeluarkan oleh Mentri Olahraga tentang fiqih praktis bagaimana melaksanakan shalat di stadion, baik yang bermain bola, maupun yang menontonnya. Hal ini agar mereka yang bertanding dan yang menonton tidak kehilangan waktu shalat.

“Kemudian setelah itu ada harapan, harapan semoga suatu ketika ada kalaupun tidak sampai derajat Presiden, misalnya paling tidak Menteri Olahraga yang ternyata punya peraturan istimewa, peraturan ahli surga, mengundang Ustadz ajarkan fiqih praktis saja deh bagaimana melakukan shalat di tengah lapangan, di sela-sela main bola, begitu loh maksudnya, biar nggak kehilangan shalat Ashar”.

Sumber: https://fotokita.grid.id/

Berkenaan dengan shalat di stadion ini, menurut Buya, Islam adalah agama yang mempermudah segala urusan ibadah, termasuk dalam menjalankan ibadah shalat pada situasi dan kondisi tertentu. Yang terpenting dalam melaksanakan shalat pada kondisi ini adalah menutup aurat, kemudian disiapkan keran bagi para suporter untuk berwudhu. Tentang bagaimana tatacara shalatnya tentu telah diatur dalam Islam.

“Dan shalat dipermudah, ilmunya dong, yang penting sampai lutut, lutut ketutup, wudhu disiapin keran, begitu kan termasuk proyek-program dan sederhana, dan Menteri langsung masuk surga paling cepat itu nanti. Apakah ada larangan buat peraturan begitu kan tidak ada, larangan seperti diperkenankan minum sejenak kan boleh, kita perlu orang-orang cerdas yang punya ide cemerlang untuk masuk surga, dan semoga terwujudkan”.

Sumber : Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , ,

Bagikan ke

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Buya Yahya Ungkap Peristiwa Besar di Bulan Rajab
16 Januari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Pada bulan ini, terdapat peristiwa besar, yakni Isra’... selengkapnya

Tidak Ada Zaman yang Lebih Mudah: Tantangan Setiap Generasi Itu Nyata
15 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai... selengkapnya

Ikhtiar dan Keikhlasan dalam Mencari Jodoh
25 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam perjalanan mencari jodoh, mungkin kita pernah bertanya-tanya, “Apakah jodoh yang telah Allah tetapkan untuk kita akan... selengkapnya

Jangan Dulu Mudik Sebelum Tahu Ini: Shalat Bisa Dilakukan di Atas Kendaraan
24 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Terdapat tradisi masyarakat ketika menjelang Hari Raya Idulfitri, yaitu mudik. Tradisi mudik yang ada di Indonesia terbilang... selengkapnya

Ingin Ilmu Tetap Nyangkut? Amalkan Adab kepada Guru Berikut!
30 Maret 2021

Ingin Ilmu Tetap Nyangkut? Amalkan Adab kepada Guru Berikut! Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah... selengkapnya

Prestasi Gemilang: SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon Raih Akreditasi Terbaik di Jawa Barat
6 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada akhir tahun 2023 ini, SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon kembali meraih prestasi gemilang pada acara Ekspose... selengkapnya

Tidak Perlu Begadang Semalam Suntuk, Inilah 3 Cara Mudah Mendapatkan Lailatul Qadar
11 April 2023

    Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat agung dan mulia di bulan... selengkapnya

Agar Tidak Merugi di Sepuluh Hari Awal Bulan Haji
20 Juni 2023

Oleh: Ustadz Maulid Johansyah (Dewan Asatidz LPD Al-Bahjah) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah.... selengkapnya

Hadiah Lomba dari Uang Pendaftaran Apakah Termasuk Judi? Begini Penjelasan Buya Yahya
27 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegiatan yang melibatkan perlombaan, mulai dari lomba olahraga hingga lomba yang lebih ringan... selengkapnya

Pilih Menikah atau Mencari Ilmu?
11 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saat ini, banyak penyimpangan remaja yang disebabkan oleh tontonan anak muda yang semakin liar. Berkomunikasi dengan lawan... selengkapnya

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: