Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Manusia Serakah: Mudharat dan Penyebab Bencana Alam

Manusia Serakah: Mudharat dan Penyebab Bencana Alam

Diposting pada 5 Desember 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 350 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada penghujung tahun 2025 ini, banyak bencana terjadi di bumi pertiwi. Mulai dari tanah longsor, gunung meletus, dan banjir yang menerpa beberapa wilayah di Indonesia. Sebelumnya, gunung Semeru meletus dan melumpuhnya beberapa aktivitas yang berada di daerah terdampak. Tak berselang lama dari situ, banjir bandang terjadi di pulau Sumatra yang menerjang tiga provinsi sekaligus. Dalam musibah banjir tersebut, bukan hanya air yang merendam rumah-rumah warga, tapi juga disertai lumpur dan kayu-kayu besar yang jumlahnya tidak sedikit.

Banyak netizen yang bertanya-tanya dengan hal tersebut, “Apa penyebab dari banjir bandang di Sumatra?” Berbagai spekulasi pun muncul, ada netizen yang mencoba menelusuri lewat satelit luar angkasa untuk melihat wilayah hutan Sumatra secara terkini. Hasilnya, ditemukan wilayah yang mengalami deforestasi. Terlihat jelas, bahwa di bagian hulu ditemukan beberapa titik deforestasi akibat aktivitas penambangan. Akhirnya dugaan bencana tersebut pun muncul pada faktor lainnya, bahwa selain curah hujan yang tinggi, juga adalah akibat deforestasi.

Meskipun masih berupa dugaan, banyak masyarakat meyakini bencana tersebut adalah dampak dari deforestasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan berbagai pihak pun segendang sepenarian. Seperti data yang penulis ambil dari laman harian kompas, berdasarkan Statistik Kementerian Kehutanan 2025 menunjukkan, total angka deforestasi hutan di Indonesia sepanjang tahun 2024 mencapai 175.437,7 hektar. Melihat data ini, setidaknya 44 persen deforestasi di Indonesia terjadi di hutan-hutan Sumatra. Hutan di Provinsi Riau, Aceh, Jambi, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi area dengan angka deforestasi tertinggi di Sumatra. Deforestasi di Riau pada 2024 mencapai 29.702, 1 hektar disusul Aceh (11.208,5 hektar), Jambi (8.290,6 hektar), Sumut (7.034,9 hektar), dan Sumbar (6.634,2 hektar). Deforestasi netto yang terjadi di hutan Sumatra pada 2024 mencapai 78.030,6 hektar.

Deforestasi mengundang bencana alam yang mengerikan, dampaknya ratusan nyawa menjadi korban. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pertanggal 4 Desember 2025 merilis jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra bertambah menjadi 811 orang. Sedangkan 623 orang masih dinyatakan hilang dan ada sekitar 3,2 juta orang terdampak bencana ini. Tak cukup sampai di situ, puluhan ribu rumah mengalami kerusakan, begitu juga dengan sekolah dan fasilitas umum, seperti jembatan yang rusak membuat beberapa kabupaten dan kota menjadi terisolasi karena akses jalan yang terputus.

Mereka bukan hanya korban bencana alam semata, mereka adalah korban kerakusan orang-orang yang hanya mementingkan urusannya sendiri tanpa memperhatikan dampaknya. Perbuatan ini bukan sekadar kesalahan ekologis, tetapi juga dosa sosial yang akibatnya dirasakan oleh banyak orang. Ketika sekelompok orang meraih keuntungan dengan merusak lingkungan, ribuan lainnya harus menanggung penderitaan hingga kehilangan nyawa dan harta benda. Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah memperingatkan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 40:

﴿ ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ﴾

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Kesedihan keluarga yang kehilangan sanak saudara, anak-anak menjadi yatim, kehilangan tempat tinggal, serta trauma masyarakat adalah bukti nyata betapa besar mudharat yang lahir dari keserakahan. Belum lagi sulitnya mendapatkan logistik karena daerahnya mesti terisolir. Mereka pun harus kelarapan karena tidak ada bantuan yang masuk sebab terputusnya akses jalan. Di balik dari itu, tentu ini adalah ujian yang Allah berikan. Kesabaran mereka kelak akan berbuah manis. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155:

﴿ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ﴾

“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar”

Oleh karena itu, bencana ini juga merupakan renungan bagi kita semua. Di tengah berbagai sesibukan dan kenyamanan yang kita rasakan, ada saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Mereka kehilangan rumah, harta benda, dan kehilangan orang-orang tersayang mereka. Musibah yang menerpa bukan hanya ujian bagi mereka, tetapi juga panggilan untuk kita agar berempati dan membantu saudara-suadara kita yang tertimpa musibah dengan apa pun yang kita bisa. Saatnya kita bersatu, tunjukkan bahwa rasa kemanusiaan tidak mengenal jarak dan perbedaan.

Selain itu jadikan musibah ini sebagai pelajaran bagi kita semua agar selalu peduli dengan lingkungan, jaga hutan kita, jaga sungai kita, jaga keasrian kampung kita. Jangan hanya fokus pada diri sendiri, tetapi perhatikan juga lingkungan tempat kita tinggal. Sebab, semua itu dampaknya akan kembali pada diri kita sendiri.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Manusia Serakah: Mudharat dan Penyebab Bencana Alam

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Asal-Usul Jin dalam Perspektif Islam
10 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 15 dan surat Al-Hijr ayat 27 diterangkan, bahwa jin merupakan makhluk yang... selengkapnya

Agar Hidup Bahagia dan Hati Tak Mudah Terluka
13 Oktober 2023

Kunci Hidup Bahagia Berbicara tentang kehidupan yang damai tidak bisa terlepas dari hati. Semua kedamaian yang kita peroleh ternyata sangat... selengkapnya

Menyiapkan Bekal Akhirat dengan Sambung kepada Nabi Muhammad Saw
1 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dunia ini sangat sementara. Segala yang kita miliki dan kita sayangi akan kita tinggalkan. Tidak ada... selengkapnya

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?
8 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Beberapa hari yang lalu telah terjadi musibah besar yaitu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur... selengkapnya

Pesan Mulia Buya Yahya Bagi Para Freshgraduate: Perluas Cara Pandang Dalam Bekerja!
12 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Masa-masa awal ketika kita baru saja menyelsaikan pendidikan (freshgraduate) merupakan salah satu masa yang krusial bagi... selengkapnya

Peringatan Maulid Nabi dan Beramal pada Bulan Maulid, Ternyata…
13 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid (Rabi’ul Awwal) tahun 1445 Hijriah ini, persiapan untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad... selengkapnya

Puisi-Puisi Faizatulatifah (2): Hijrah yang Hijrah
12 Juli 2025

  Hijrah Cahaya   Tahun Baru Hijriah terbit seperti fajar keemasan, Menghadirkan harapan dalam tiap getar jiwa yang lapang. Hijrah... selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1446 H Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon
3 Maret 2025

  Berikut adalah link jadwal imsakiyah Ramadan 1446 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1446 H.  ... selengkapnya

Buya Yahya Memberikan Tanggapan Mengenai Jenazah Mualaf yang Dikremasi
24 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Islam, tata cara pengurusan jenazah memiliki aturan yang sangat jelas dan rinci. Namun salah satu pertanyaan... selengkapnya

Jangan Sampai Merugi, Lakukan 2 Hal Ini Sebelum Datangnya Ramadhan
16 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka sekalian, tak terasa Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebagai orang beriman, kita tentu harus bergembira... selengkapnya

Manusia Serakah: Mudharat dan Penyebab Bencana Alam

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: