● online
Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Menjamu makan tamu adalah hal biasa, namun bagaimana jika yang dijamu jumlahnya mencapai puluhan ribu orang? Ya, itulah yang dilakukan oleh Panitia Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah saat puncak acara kemarin. Sebanyak kurang lebih 12.000 nampan yang berisi masing-masing 4 porsi nasi beserta lauk pendampingnya, atau kurang lebih 48.000 porsi makan disajikan untuk para jamaah yang merupakan “Tamu Rasulullah”.
Nampan-nampan berisi “toamul barokah” atau makanan berkah tersebut disajikan pada penghujung acara Maulid dan Silaturahmi Akbar, tepatnya ketika doa bersama telah dilaksanakan. Buya Yahya sendiri yang mempersilahkan jamaah untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan tersebut. Buya berulangkali berpesan kepada jamaah untuk menghabiskan seluruh makanan yang ada didalam nampan, hingga tidak tersisa satu butir nasi pun, karena khawatir nasi yang tersisa tersebut justru yang terdapat berkahnya.
“Namanya toamul barokah, makanan berkah, sabar sedikit karena panitia harus membagikan kurang lebih 12.000 nampan. Tolong jangan tinggalkan sebutir nasi pun di nampan, karena khawatir yang anda tinggal adalah justru adalah berkahnya, jadi tolong dihabiskan yang bersih ya, gayanya orang muslim kalau makan bersih, gayanya orang sombong di sisakan. Jadi ingat, tidak boleh ada satu butir nasi pun yang tertinggal”.

Pendistribusian makanan barokah tersebut dilakukan oleh ratusan panitia yang merupakan gabungan santri Al- Bahjah beserta relawan, nampan berisi makanan tersebut dibagikan kepada jamaah secara estafet yang telah membentuk firqoh berisi 4 orang per firqohnya. Para jamaah dengan lahap menyantap hidangan tersebut, bahkan tidak sedikit yang membungkusnya ke rumah dengan harapan ingin mendapat keberkahannya.
Namun ada sebuah pertanyaan, bagaimana makanan sebanyak tersebut dibuat?
Menurut Ustadz Muhammad Nasir, selaku kordinator konsumsi Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, proses pembuatan makanan tersebut melibatkan lebih dari 100 orang dengan dua orang juru masak utama dan sisanya adalah panitia dan relawan. Proses memasak dilakukan pada malam hari dari ba’da isya sampai dengan 08.00 WIB keesokan pagi nya, atau memakan waktu kurang lebih 12 jam.
“Dari kokinya itu ada 2 orang, tapi dari pejuang tim kuningan ada 100-an lah yang membantu”. Ujarnya

Proses pembuatan nasi untuk 12.000 nampan tersebut menghabiskan sebanyak 80 karung beras dan menggunakan 16 tungku api dalam proses memasaknya. Sementara, tahapan pembuatan nasi mandhi ini adalah pertama menghaluskan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang bombai, dan bumbu-rempah arab, setelah itu bumbu ditumis hingga matang untuk dijadikan kaldu yang akan menjadi air rebusan beras. Beras dimasak dengan teknik aron menggunakan kaldu tersebut hingga setengah matang, kemudian didiamkan dan dikukus hingga matang.
“Untuk beras ada 80 karung yang dimasak menggnakan tungku zaman dulu, jumlahnya sekitar 16 tungku. Untuk proses pembuatannya kita bikin bumbu nasi mandhi nya terlebih dahulu, itu kita harus menumbuk bawang putih, bawang bombai dan berbagai macam bumbu arab, lalu semua bumbu ditumis terlebih dahulu kemudian dijadikan kaldu, setelah kita mengaron beras hingga setengah matang dengan memakai bumbu kaldu tadi, lalu didiamkan, baru setelah itu dikukus hingga matang”.

Nasi matang kemudian dicetak kedalam bungusan dan dihidangkan bersama lauk pendamping lainnya. Satu nampan “toamul barokah” berisi nasi, lauk berupa ayam, tongkol, kerupuk, buah dan air mineral, semuanya sebanyak 4 porsi.
Penjamuan makanan kepada jamaah Maulid dan Silaturahmi Akbar tersebut dilakukan tidak lain adalah untuk menghormati dan memuliakan “Tamu Rasulullah”, juga sebagai wujud kegembiraan pada bulan kelahiran Baginda Nabi Saw ini. Keberkahan lain yang muncul dari adanya penjamuan makan ini adalah terjalinnya silaturahmi antar jamaah, yang mulanya tidak saling mengenal menjadi saling mengenal, tercipta rasa persaudaraan antar jamaah, rasa persaudaraan bahwa semua jamaah yang hadir adalah sama-sama pecinta dan perindu Rasulullah, yang dikemudian hari akan kembali dikumpulkan bersama Baginda Nabi Saw. Aamiin.
Tags: Buya Yahya, LPD Al-Bahjah, Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah
Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah sudut yang hening namun penuh makna, tepatnya di Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 Cirebon, berdirilah sebuah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah segala kesibukan dan dinamika kehidupan, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Dari terbitnya fajar hingga... selengkapnya
Hijrah Cahaya Tahun Baru Hijriah terbit seperti fajar keemasan, Menghadirkan harapan dalam tiap getar jiwa yang lapang. Hijrah... selengkapnya
Berikut link jadwal imsakiyah Ramadan 1447 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1447 H. Bagi sahabat yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kali manusia pandai mengucapkan kata-kata manis kepada Allah. Kita merasa dekat saat membutuhkan pertolongan-Nya, rajin berdoa ketika... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa, bulan ini diagungkan oleh Allah Swt Yang Maha Tinggi. Allah Swt... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Komunikasi harus senantiasa dilakukan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Karena tidak sedikit permasalahan berawal dari buruknya komunikasi... selengkapnya
Stasiun Tak ada pelukan Juga cium pipi Tanda perpisahan Hanya kepal tangan bersentuh Dengan tatap mata luruh :... selengkapnya
Hati-Hati Ada Gaji Buta di antara Kita Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya
Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000
Saat ini belum tersedia komentar.