Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Diposting pada 4 Oktober 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.280 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Menjamu makan tamu adalah hal biasa, namun bagaimana jika yang dijamu jumlahnya mencapai puluhan ribu orang? Ya, itulah yang dilakukan oleh Panitia Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah saat puncak acara kemarin. Sebanyak kurang lebih 12.000 nampan yang berisi masing-masing 4 porsi nasi beserta lauk pendampingnya, atau kurang lebih 48.000 porsi makan disajikan untuk para jamaah yang merupakan “Tamu Rasulullah”.

Nampan-nampan berisi “toamul barokah” atau makanan berkah tersebut disajikan pada penghujung acara Maulid dan Silaturahmi Akbar, tepatnya ketika doa bersama telah dilaksanakan. Buya Yahya sendiri yang mempersilahkan jamaah untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan tersebut. Buya berulangkali berpesan kepada jamaah untuk menghabiskan seluruh makanan yang ada didalam nampan, hingga tidak tersisa satu butir nasi pun, karena khawatir nasi yang tersisa tersebut justru yang terdapat berkahnya.

“Namanya toamul barokah, makanan berkah, sabar sedikit karena panitia harus membagikan kurang lebih 12.000 nampan. Tolong jangan tinggalkan sebutir nasi pun di nampan, karena khawatir yang anda tinggal adalah justru adalah berkahnya, jadi tolong dihabiskan yang bersih ya, gayanya orang muslim kalau makan bersih, gayanya orang sombong di sisakan. Jadi ingat, tidak boleh ada satu butir nasi pun yang tertinggal”.

Pendistribusian makanan barokah tersebut dilakukan oleh ratusan panitia yang merupakan gabungan santri Al- Bahjah beserta relawan, nampan berisi makanan tersebut dibagikan kepada jamaah secara estafet yang telah membentuk firqoh berisi 4 orang per firqohnya. Para jamaah dengan lahap menyantap hidangan tersebut, bahkan tidak sedikit yang membungkusnya ke rumah dengan harapan ingin mendapat keberkahannya.

Namun ada sebuah pertanyaan, bagaimana makanan sebanyak tersebut dibuat?

Menurut Ustadz Muhammad Nasir, selaku kordinator konsumsi Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, proses pembuatan makanan tersebut melibatkan lebih dari 100 orang dengan dua orang juru masak utama dan sisanya adalah panitia dan relawan. Proses memasak dilakukan pada malam hari dari ba’da isya sampai dengan 08.00 WIB keesokan pagi nya, atau memakan waktu kurang lebih 12 jam.

“Dari kokinya itu ada 2 orang, tapi dari pejuang tim kuningan ada 100-an lah yang membantu”. Ujarnya

Proses pembuatan nasi untuk 12.000 nampan tersebut menghabiskan sebanyak 80 karung beras dan menggunakan 16 tungku api dalam proses memasaknya. Sementara, tahapan pembuatan nasi mandhi ini adalah pertama menghaluskan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang bombai, dan bumbu-rempah arab, setelah itu bumbu ditumis hingga matang untuk dijadikan kaldu yang akan menjadi air rebusan beras. Beras dimasak dengan teknik aron menggunakan kaldu tersebut hingga setengah matang, kemudian didiamkan dan dikukus hingga matang.

“Untuk beras ada 80 karung yang dimasak menggnakan tungku zaman dulu, jumlahnya sekitar 16 tungku. Untuk proses pembuatannya kita bikin bumbu nasi mandhi nya terlebih dahulu, itu kita harus menumbuk bawang putih, bawang bombai dan berbagai macam bumbu arab, lalu semua bumbu ditumis terlebih dahulu kemudian dijadikan kaldu, setelah kita mengaron beras hingga setengah matang dengan memakai bumbu kaldu tadi, lalu didiamkan, baru setelah itu dikukus hingga matang”.

Nasi matang kemudian dicetak kedalam bungusan dan dihidangkan bersama lauk pendamping lainnya. Satu nampan “toamul barokah” berisi nasi, lauk berupa ayam, tongkol, kerupuk, buah dan air mineral, semuanya sebanyak 4 porsi.

Penjamuan makanan kepada jamaah Maulid dan Silaturahmi Akbar tersebut dilakukan tidak lain adalah untuk menghormati dan memuliakan “Tamu Rasulullah”, juga sebagai wujud kegembiraan pada bulan kelahiran Baginda Nabi Saw ini. Keberkahan lain yang muncul dari adanya penjamuan makan ini adalah terjalinnya silaturahmi antar jamaah, yang mulanya tidak saling mengenal menjadi saling mengenal, tercipta rasa persaudaraan antar jamaah, rasa persaudaraan bahwa semua jamaah yang hadir adalah sama-sama pecinta dan perindu Rasulullah, yang dikemudian hari akan kembali dikumpulkan bersama Baginda Nabi Saw. Aamiin.

Tags: , ,

Bagikan ke

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Menenun Cahaya Qur’ani di Tanah Cirebon: Jejak Langkah Pendidikan Formal Al-Bahjah
1 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah sudut yang hening namun penuh makna, tepatnya di Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 Cirebon, berdirilah sebuah... selengkapnya

5 Keutamaan Menunaikan Shalat Tepat Waktu
7 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah segala kesibukan dan dinamika kehidupan, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Dari terbitnya fajar hingga... selengkapnya

Puisi-Puisi Faizatulatifah (2): Hijrah yang Hijrah
12 Juli 2025

  Hijrah Cahaya   Tahun Baru Hijriah terbit seperti fajar keemasan, Menghadirkan harapan dalam tiap getar jiwa yang lapang. Hijrah... selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 dan Bacaan Muraqqi Tarawih
18 Februari 2026

Berikut link jadwal imsakiyah Ramadan 1447 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1447 H. Bagi sahabat yang... selengkapnya

Melihat Ujian dan Musibah sebagai Jalan Pulang
14 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kali manusia pandai mengucapkan kata-kata manis kepada Allah. Kita merasa dekat saat membutuhkan pertolongan-Nya, rajin berdoa ketika... selengkapnya

Memang Boleh Sedekah dengan Harta Haram?
29 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya

Hati-Hati, Jangan Sampai Menjadi Bagian dari 3 Orang yang Celaka
1 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa, bulan ini diagungkan oleh Allah Swt Yang Maha Tinggi. Allah Swt... selengkapnya

Cara Menyikapi Suami yang Diduga Selingkuh
24 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Komunikasi harus senantiasa dilakukan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Karena tidak sedikit permasalahan berawal dari buruknya komunikasi... selengkapnya

Puisi-Puisi Seruni Unie
23 Maret 2024

Stasiun   Tak ada pelukan Juga cium pipi Tanda perpisahan   Hanya kepal tangan bersentuh Dengan tatap mata luruh :... selengkapnya

Hati-Hati Ada Gaji Buta di Antara Kita
25 Maret 2021

Hati-Hati Ada Gaji Buta di antara Kita Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: