Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Jangan Tunggu Susah Dulu Baru Shalat

Jangan Tunggu Susah Dulu Baru Shalat

Diposting pada 11 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 17 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagian dari kita sering kali menunda shalat atau bahkan berani meninggalkan shalat lima waktu. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya karena kesibukan duniawi yang dianggap lebih penting daripada urusan akhirat. Akan tetapi, apabila kita sedang berada dalam keterpurukan dan membutuhkan pertolongan Allah, kita cenderung akan rajin shalat. Tidak hanya shalat fardi, bahkan yang sunah pun kita tunaikan.

Secara etimologi shalat berasal dari bahasa Arab, yaitu “Asholah” yang artinya doa. Sementara secara terminologi (istilah), shalat adalah suatu perbuatan dan ucapan yang dimuai dengan takbir, dan diakhiri dengan gerakan dan bacaan salam dengan syarat-syarat serta rukun-rukun dan yang telah ditentukan.

Awal mulanya perintah shalat fardu diwajibkan sebanyak lima puluh rakaat dalam sehari. Akan tetapi, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam meminta keringanan kepada Allah sehingga akhirnya dikurangi menjadi lima waktu saja. Hal ini tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu:

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: ‘Shalat diwajibkan kepadaku pada malam Isra’ sebanyak 50 kali. Aku terus kembali kepada Rabb-Ku hingga Allah menjadikannya lima waktu namun pahalanya tetap seperti lima puluh shalat.’

Sebagai umat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam, hendaknya kita bersyukur karena diberikan keringanan dan kemudahan dalam melaksanakan ibadah yang satu ini namun pahalanya tetap sama seperti lima puluh shalat. Bayangkan apabila Allah tidak memberikan kita keringanan? Lima rakaat saja sudah masih susah apalagi lima puluh. Padahal shalat adalah tiang agama.

Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

رَأْسُ الأَمْرِلإسْلاَمُ  وَعَمُوْدُهُ سَنَامِهِ الجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ

“Inti segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak tertingginya adalah jihad di jalan Allah.”

Ada pepatah mengenai shalat. Pepatah ini dapat dijadikan sebagai motivasi agar para santri semangat dan istiqamah dalam melaksanakan shalat:

“مَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ فـقَدْ هَدَمَ دِيْنَهُ”

“Siapa yang meninggalkan shalat maka ia meruntuhkan agamanya”

“مَنْ أَقَامَ الصَّلاَةَ فَقَدْ أَقَامَ الدِّيْنَ”

“Siapa yang menegakkan shalat maka agamanya tegak.”

Selain itu, apabila kita membaca Al-Qur’an, ada sebuah ayat yang sangat menarik yang membahas tentang manfaat shalat ini, yaitu surah Al Ankabut ayat 45:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ ٤٥ ( العنكبوت/29: 45)

“Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Mari kita garis bawahi kata “Mencegah perbuatan keji dan mungkar”. Bahwa ternyata shalat bukan hanya sekadar penggugur kewajiban, melainkan memiliki makna yang sangat dalam sesuai dengan ayat di atas. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mencegah adalah suatu proses, cara atau tindakan untuk menahan sesuatu agar tidak terjadi.
  2. Perbuatan keji atau fahsya’ dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai perbuatan keji.
  3. Sedangkan menurut Ahmad Fauzan dalam jurnalnya mengatakan bahwa, secara etimologi atau secara bahasa, kata fahsya’ berasal dari kata fahusya, yafusyu, fahasyatan, usyan, fahisy, fahisyan.
  4. Kata fahsya’ dan kata bentukannya diartikan sebagai sesuatu yang al-qabih (amat kotor, sangat buruk, amat menjijikan, dan amat hina). Hal ini dikutip dari Kitab Al-Mu’jam Al Wasit.
  5. Sedangkan pengertian menurut terminologi (istilah), keji adalah sesuatu yang melampaui batas dalam keburukan, baik perbuatan ataupun ucapan, dan tak hanya melanggar norma agama, tetapi juga adat istiadat di masyarakat. misalnya zina, homoseksual, dan lain-lain.
  6. Perbuatan mungkar dalam pengertian lafadz al-mungkar secara bahasa merupakan bentuk kata nakara yang berarti sulit, ingkar, samar. Munkar adalah sesuatu yang harus diingkari dan dihindari karena tidak dikenal.
  7. Secara istilah al-munkar artinya semua perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah, termasuk perbuatan, kesombongan, dan perbuatan mengingkari ayat Allah secara lisan ataupun secara hati.

Apabila kita mengkaji ayat ini lebih dalam, dapat disimpulkan bahwa shalat merupakan amalan yang sangat istimewa dan memiliki keutamaan yang amat besar. Hal ini karena dapat menjauhkan kita dari berbagai perbuatan yang buruk atau dengan kata lain “maksiat” dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, orang yang senantiasa menjaga shalat kelak akan dipanggil oleh malaikat di akhirat melalui Babusshalah (pintu khusus bagi orang yang rajin shalat).

Orang yang senantiasa menjaga shalatnya laksana orang yang mandi di sungai. Hal ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667).

Mari kita menjaga lima waktu dan tingkatkan segala amalan agar menjadi hamba yang beriman dan bertakwa serta mendapatkan kesempatan masuk surga melalui pintu Babusshalah. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

 

Referensi:

Cegah. (2026). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diakses pada 11 Juli 2026 dari KBBI Daring.

Fauza, A. (2018). Makna Fahsya’ dalam Al-Qur’an (Kajian Ayat-Ayat Fahsya’ dalam A-Qur’an. Jurnal Al-Bayan. Vol. 3 No. 1

Abduh, T. (2026, Juli 10). Orang yang Rutin Shalat 5 Waktu Ibarat Orang yang Mandi di Sungai. Rumaysho.com.

 

Penulis: Ainun Mubin Misbah N.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Jangan Tunggu Susah Dulu Baru Shalat

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu
6 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Melalui Nabi Muhammad... selengkapnya

Hati-Hati Tukar Uang Jelang Lebaran
17 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Lebaran sering kali menjadi momen yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Pada waktu inilah banyak orang yang... selengkapnya

Sering Dilupakan Orang, Buya Yahya Beberkan Hikmah Puasa Ramadan
25 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tak terasa saat ini kita sudah memasuki hampir setengah dari bulan Ramadan. Semoga Allah Swt menerima amalan-amalan... selengkapnya

Hari Kedua Bazar-Expo Maulid, Ada Seminar Parenting dan Sharing Cinta di Al-Bahjah
30 September 2022

Pustaka-Al-Bahjah, Cirebon – Bazar-Expo yang diselenggarakan sebagai rangkaian kemeriahan menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw telah memasuki hari kedua, Jumat, 30... selengkapnya

Tafsir Alam: Ketika Alam Tak Lagi Diam
16 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini telah terjadi berbagai bencana yang terjadi di negeri ini, terutama longsor dan banjir. Menurut berbagai sumber... selengkapnya

Sinergi Pejuang Al-Bahjah Menyambut Maulid Akbar Nabi Muhammad Saw 1444 H
29 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dalam rangka memaksimalkan penyelenggaraan maulid akbar Nabi Muhammad Saw yang akan diselenggarakan pada Ahad, 6 Rabiul... selengkapnya

Salman Al-Farisi: Pengembara, Pencari Kebenaran, Budak, hingga Inisiator dalam Perang Khandak
31 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang berasal dari luar negara Arab, tepatnya dari negara Persia. Beliaulah yang mengusulkan... selengkapnya

Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan
18 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Allah Swt telah menciptakan hamba-Nya dengan berpasang-pasangan, laki-laki berpasangan dengan perempuan dalam sebuah ikatan halal pernikahan.... selengkapnya

Solusi Buya Yahya untuk Mengurangi Kasus Kekerasan dan Pelecehan pada Wanita
10 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada era sekarang ini, banyak sekali kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum wanita, dimulai dari pemerkosaan,... selengkapnya

Gemerlap Harlah Al-Bahjah: Bersinergi untuk Negeri, Bermanfaat untuk Ummat
3 September 2021

Gemerlap Harlah Al-Bahjah: Bersinergi untuk Negeri, Bermanfaat untuk Ummat   PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Tidak terasa tahun ini Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah... selengkapnya

Jangan Tunggu Susah Dulu Baru Shalat

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: