Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pahala Puasa Hilang karena Ngabuburit yang Salah Kaprah

Pahala Puasa Hilang karena Ngabuburit yang Salah Kaprah

Diposting pada 10 Maret 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 235 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ngabuburit telah menjadi tradisi yang sudah melekat di masyarakat Indonesia dan keberadaannya hanya ada di bulan Ramadan. Ngabuburit merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk aktivitas pada sore hari dalam rangka menunggu waktu berbuka puasa. Pada dasarnya hukum ngabuburit adalah mubah (boleh) karena jika dikerjakan tidak dapat pahala dan tidak jika tidak dikerjakan tidak mendapat dosa.

Tujuan awal ngabuburit adalah untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan hal-hal positif seperti tadarus Al-Qur’an, membaca buku, belajar ilmu agama, berolahraga, dan kegiatan positif lainnya. Akan tetapi realita yang terjadi saat ini tidak semua aktivitas ngabuburit bernilai positif. Justru sebaliknya, ngabuburit bergesar menjadi aktivitas yang tidak bermanfaat atau mengarah ke arah negatif yang mungkin saja berdampak pada kualitas puasa bahkan menghabiskan pahala puasa. Oleh karena itu, mari introspeksi diri, apakah aktivitas ngabuburit kita bernilai ibadah yang memberikan manfaat atau justru mudarat?

Terdapat lima hal yang dapat mengikis pahala puasa kita, sehingga yang tersisa hanyalah lapar dan haus saja. Di antara lima hal tersebut ialah:

  1. gibah atau membicarakan orang lain,
  2. mengadu domba,
  3. berbohong,
  4. melihat lawan jenis dengan syahwat (cuci mata), dan
  5. memberikan sumpah palsu.

Hakikat puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi lebih dari itu kita juga harus menjaga pandangan, lisan, perilaku, serta hati. Jadikan bulan Ramadan sebagai waktu untuk berbenah diri, agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa dengan menjalankan segala perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya. Dengan berpuasa kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, belajar mengendalikan diri, dan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk meraih pengampunan dosa dan pahala dari-Nya. Maka, jangan ngabuburit tanpa ada tujuan yang jelas dan tidak bermanfaat seperti berikut.

  1. Ngabuburit di Lingkungan yang Tidak Baik

Berkumpul dengan teman-teman di waktu sore hari merupakan hal yang sangat mengasyikkan. Akan tetapi perlu kita sadari bahwa terkadang aktivitas tersebut bisa menjadi negatif apabila kita berkumpul dengan teman-teman yang mengajak pada kelalaian. Hal ini sering terjadi di kalangan anak-anak muda yaitu dengan cara berkeliling kota dengan menggunakan sepeda motor, nongkrong di pinggir-pinggir jalan yang ramai, bercampur antara lelaki dan perempuan, dan terkadang menjadi ajang untuk catcalling atau melihat lawan jenis dengan hawa nafsu (cuci mata). Tentunya hal ini bukan hanya tidak memiliki manfaat akan tetapi merugikan diri sendiri dan orang lain.

  1. Ngabuburit dengan Scroll Media Sosial

Scroll media sosial di waktu senggang memang candu, tetapi kita perlu waspada, karena tak semua isi dari media sosial layak kita tonton. Dewasa ini orang-orang yang membuka aurat bukan hanya ditemukan di jalan-jalan saja, tetapi ada juga dalam genggaman kita yaitu gadget. Kita dengan mudah dapat mengakses media sosial yang berisi postingan atau konten yang tidak menutup aurat dengan sempurna. Bahkan ketika kita tidak mencarinya, ia muncul begitu saja di beranda media sosial kita. Oleh karenanya ketika berpuasa kurangilah penggunaan gadget agar mata kita tetap terjaga dan pahala puasa kita tetap utuh.

  1. Ngabuburit dan Bukber yang Melalaikan Shalat

Ketika memasuki bulan Ramadan kita sering menjumpai rumah makan dan kafe dipenuhi oleh anak-anak muda yang sedang melakukan buka bersama atau bukber. Namun, ngabuburit dengan cara jalan-jalan atau nongkrong di kafe dengan teman-teman terkadang membuat kita terlalu asyik sehingga lupa akan waktu. Tak sedikit dari kita ketika adzan berkumandang yang diingat hanyalah berbuka puasa saja, tetapi lupa melaksanakan kewajiban utamanya yaitu shalat Maghrib. Terlalu asik berbincang-bincang dengan teman sehingga tidak sadar waktu Isya sudah tiba dan melalaikan shalat Maghrib yang suara adzannya mereka tunggu sedari sore.

Dalam melaksanakan ibadah puasa tentunya kita mengharapkan pahala untuk bekal amal ketika kelak telah tiada. Apalagi di bulan Ramadan yang setiap pahalanya akan dilipatgandakan. Rugilah mereka yang menyia-nyiakan kesempatan ini. Ramadan adalah kesempatan terbatas yang tidak semua orang dapatkan kembali, karena hanya datang satu tahun sekali. Oleh karenanya jaga puasa kita agar pahalanya tetap utuh, jangan karena ngabuburit pahala puasa kita hilang.

Gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk beribadah, termasuk ketika ngabuburit di sore hari. Lebih baik kita gunakan waktu ngabuburit dengan hal-hal positif, seperti tadarus Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, mengikuti kajian ilmu, membantu orang tua menyiapkan menu berbuka atau isi dengan bersedekah takjil kepada sesama. Selain itu kita juga bisa memanfaatkan waktu ngabuburit untuk muhasabah diri merenungi apa saja yang telah kita lakukan selama hidup di dunia ini, dengan demikian kita bisa sadar dan mulai memperbaiki diri di bulan Ramadan ini.

Ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi merupakan kesempatan untuk meraih pahala. Karena setiap detik di bulan Ramadan sangatlah berharga, setiap pahala akan berlipat ganda. Oleh karenanya jangan sia-siakan kesempatan ini, mari kita rubah kebiasaan buruk kita dari ngabuburit yang sia-sia menjadi ngabuburit yang penuh dengan pahala. Semoga Ramadan tahun ini dapat menjadi momentum bagi kita agar berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Pahala Puasa Hilang karena Ngabuburit yang Salah Kaprah

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Sterilisasi Kucing, Bolehkah dalam Islam?
4 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa yang tidak mengenal kucing? Hewan yang satu ini terkenal menggemaskan dan menjadi salah satu hewan favorit... selengkapnya

Bulan Suro Adalah Bulan Keramat, Benarkah?
18 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada sebagian masyarakat indonesia, terdapat sebuah keyakinan bahwa bulan Suro atau Muharram adalah bulan keramat. Pada... selengkapnya

Keutamaan dan Kesunnahan dalam Berbuka Puasa di Bulan Suci Ramadhan
8 April 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ketika sedang berpuasa, khususnya di bulan suci Ramadhan, hal yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam adalah waktu... selengkapnya

Ramadan Segera Tiba, Bagaimana yang Masih Memiliki Utang Puasa? Begini Jawaban Buya Yahya
26 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan adalah bulan suci yang dinantikan oleh setiap Muslim. Namun, bagaimana jika ada orang, terutama para wanita... selengkapnya

Mensyukuri Nikmat Ramadan
6 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya

Ayo Belajar Shalat
29 Maret 2024

Judul Buku      : Silsilah Fiqih Praktis Shalat Penulis             : Buya Yahya Penerbit           : Pustaka Al-Bahjah Tebal Buku      : 156 Halaman... selengkapnya

Hukum Memasang Kanopi Rumah yang Menjorok ke Tanah Milik Fasilitas Umum
16 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sekitaran kompleks perumahan, sering kita jumpai rumah yang di beberapa bagiannya berbatasan langsung dengan selokan kecil atau... selengkapnya

Tanpa Akhlak, Peradaban Islam Bisa Apa?
13 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin meletakkan akhlak sebagai fondasi utama peradaban. Akhlak bukan hanya pelengkap ajaran agama, melainkan... selengkapnya

Menjadi Muslimah Modern dengan Syar’i
22 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman terus berubah saban detik. Kini, kita berada pada zaman digital yang memungkinkan setiap orang terhubung hanya dengan... selengkapnya

Ramadan dan Kesempatan yang Tak Terulang
5 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar kita selalu bergegas menyambut rahmat dan ampunan-Nya. Termasuk tatkala kita bertemu dengan... selengkapnya

Pahala Puasa Hilang karena Ngabuburit yang Salah Kaprah

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: