● online
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- Buku Aqidah - Hadits Jibril....
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- النجاح في تكملة المفتاح....
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita....
Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Lalu muncul pertanyaan, apakah aktivitas duniawi seperti bermain media sosial dapat mengurangi pahala ibadah? Selama bermain medsos tersebut tidak melalaikan dari kewajiban dan tidak mengandung unsur haram, maka pada dasarnya diperbolehkan dan tidak mengurangi pahala puasanya selagi niat atau tujuannya baik. Rasulullah Salallahu ‘Alahi Wassalam bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan seseorang yang membuka media sosial dan ditujukan untuk mendapatkan ilmu, motivasi ibadah, atau dakwah, maka itu bisa bernilai pahala. Namun jika isinya maksiat atau membuat lalai dari ibadah wajib, maka bisa mengurangi kualitas pahala, bahkan bisa menjadi dosa. Oleh karena itu, terdapat rambu-rambu dalam menggunakan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Seorang Muslim hendaknya mampu memilih dan memilah konten yang dikonsumsi. Jangan sampai niat awal mencari kebaikan justru berubah menjadi kebiasaan melihat hal-hal yang melalaikan, membuka aurat, atau menghabiskan waktu tanpa manfaat. Karena waktu di bulan Ramadan adalah waktu yang sangat berharga dan setiap detiknya memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah.
Para ulama menjelaskan bahwa sesuatu yang mubah (boleh) bisa berubah hukumnya tergantung dampaknya. Jika media sosial membuat seseorang lalai dari shalat, mengurangi waktu membaca Al-Qur’an, membuat hati jauh dari dzikir, dan bahkan menyengaja membuka pintu maksiat, maka hal tersebut bisa mengurangi kualitas pahala puasa, walaupun puasanya tetap sah selama tidak melakukan hal yang membatalkan puasa secara syariat. Sebaliknya, jika media sosial digunakan untuk mendengar kajian agama, mendapat motivasi ibadah, menguatkan keimanan, maka hal tersebut justru bisa menjadi tambahan pahala, karena termasuk dalam menuntut ilmu dan mengingat Allah.
Pada bulan Ramadan, para ulama menganjurkan konsep tartibul aulawiyat (mendahulukan yang lebih utama), yaitu menjadikan ibadah pokok sebagai prioritas utama. Sedangkan hiburan atau aktivitas tambahan ditempatkan setelah kewajiban dan amalan utama terpenuhi. Cara praktis agar tetap aman menggunakan media sosial di Ramadan antara lain:
- Niatkan untuk kebaikan dan ilmu.
- Batasi waktu penggunaan.
- Langsung skip konten yang tidak bermanfaat.
- Follow akun dakwah yang jelas dan terpercaya.
- Perbanyak waktu dengan ibadah utama dibanding scrolling.
Kesimpulannya, membuka media sosial tidak otomatis mengurangi pahala puasa. Yang memengaruhi adalah niat, isi konten, serta dampaknya terhadap ibadah kita. Jika digunakan untuk kebaikan, bisa bernilai pahala. Jika digunakan untuk hal yang melalaikan, bisa mengurangi kualitas pahala bahkan bisa menjadi dosa. Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, jadikan aktivitas dunia sebagai jalan menuju kebaikan akhirat. Maka bijaklah dalam menggunakan media sosial, ambil manfaatnya, dan tinggalkan yang tidak berguna.
Referensi: Youtube Al-Bahjah TV
Penulis: Solahudin Al Ayyubi, S.Sos.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?
Ketertiban dan Keamanan “Kecil di mata kita, tapi kalau sudah dinisbatkan kepada Nabi Muhammad akan menjadi besar” PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mengantuk adalah sifat manusia yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa kantuk ini bisa disebabkan oleh berbagai... selengkapnya
Stasiun Tak ada pelukan Juga cium pipi Tanda perpisahan Hanya kepal tangan bersentuh Dengan tatap mata luruh :... selengkapnya
Sering kali kita mendengar anjuran untuk membaca surah Al-Waqi’ah setelah Asar. Sebenarnya, apakah ini diperbolehkan dalam Islam? Mari simak penjelasannya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjelang hari raya, sering kita jumpai praktik penukaran uang baru di tempat-tempat tertentu. Banyak orang menukarkan uang dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era digital seperti sekarang, semua orang dimanjakan oleh akses teknologi yang sangat mudah. Tinggal klik seseorang bisa... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dikisahkan ada seorang sahabat bernama Mush’ab bin Umair. Pada suatu waktu, ia dipilih oleh Rasulullah untuk melakukan tugas... selengkapnya
Lima Tiang Ada lima tiang Tiang itu berdiri kokoh Kokoh karena selalu dijaga Dijaga dan dilestarikan Tiang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim apapun keadaannya. Siapapun yang... selengkapnya
Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000
Saat ini belum tersedia komentar.