Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Diposting pada 22 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 574 kali / Kategori:

Ketika Allah Cemburu Kepada Ciptaan-Nya

 

Di kesepian malam yang memanggil rindu

Langit menunduk menyaksikan kisah manusia yang lupa akan malu

Membawa hati menjauh dari Cahaya Ilahi yang terang

 

Pernahkah engkau tahu

Bahwa Allah juga bisa cemburu

Bukan seperti cemburunya manusia pada hati yang dikhianati

Melainkan cemburu Sang Maha Suci pada kehormatan yang dikhianati

Pada batas-batas yang dilanggar

Pada jiwa yang asyik menari di pelukan dosa tanpa gentar

 

Maka ketika tirai-tirai adab disingkap tanpa malu

Ketika mata dan hati menari dalam kemungkaran yang terang-terangan

Di situlah langit bersaksi atas kecemburuan Tuhanmu

Ia tidak buta, tidak tuli, tidak bisu.

 

Karena cinta-Nya amat suci

Dan cemburu-Nya bukan benci

Tapi panggilan agar manusia kembali

Pada batas, pada malu dan pada iman yang sejati

 

Bukanlah tubuh yang dituntut sempurna

Melainkan jiwa yang dijaga dari dosa

Bukanlah cinta yang dilarang

Melainkan cinta yang dibingkai dalam ridho dan ampunan-Nya

 

Wahai jiwa

Jika engkau mencintai-Nya, jangan biarkan dia cemburu padamu

Tundukkan pandanganmu, sucikan hatimu

Jaga dirimu, bukan hanya dari murka-Nya

Tapi juga dari luka yang mengiris rahmat-Nya

 

Karena ketika Allah cemburu

Itu bukan karena lemah

Melainkan karena cinta-Nya tak ingin kau jatuh dalam gelap

 

Maka Nikmat Tuhanmu yang Mana Lagi yang Engkau Dustakan?

 

Di langit tinggi menjulang tak bertiang,

Bulan bersinar, mentari pun terang,

Embun pagi jatuh perlahan,

Mengidupkan bumi menyapa kehidupan.

Di dada berdegup jiwa penuh makna,

 

Tanpa henti tanpa kita minta,

Udara masuk keluar nan bebas,

Tanpa biaya tanpa batas.

 

Samudera luas membentang, gunung-gunung menjulang,

Segalanya tunduk pada Tuhan yang kuasa,

Buah-buahan ranum hujan yang turun,

Rezeki mengalir meski lidah tak bersyukur.

 

Kita berdosa, Dia Maha Mengampuni,

Kita lupa, Dia tetap memberi,

Dalam gelap, Dia beri cahaya,

Dalam jatuh, Dia ulurkan cinta.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau dustakan?

 

Ketika setiap hela napas adalah karunia,

Setiap detik hidup adalah anugerah,

Setiap dosa kesalahan ada magfiroh,

Dan setiap ujian pun penuh hikmah.

 

Sujudlah wahai insan yang fana,

Sebelum waktu menutup mata,

Sebab semua kembali pada-Nya,

Sang Maha Pengasih yang tak berhenti memberi cinta.

 

Munajat Cinta di Sepertiga Malam

 

Dalam sunyi yang remang dan lembut berbalut,

Kala dunia tertidur lelap, hatiku bangkit termagut,

Sepertiga malam waktu paling syahdu nan suci,

Kuketik rindu pada sajadah sepi.

 

Bulan menggantung bagai lentera harapan,

Bintang bersaksi atas do’a yang dipanjatkan,

Tetesan air mata membasahi sajadah,

Mengalirkan cinta dalam ikhlas yang nyata.

 

Tuhanku, di ruang ini tiada yang tahu,

Selain engkau dan bisikan hatiku yang pilu,

Segala keluh, kesah, syukur, dan cobaan,

Terlukis dalam sujud dengan penuh harapan.

 

Kuraih langit tanpa tiang,

Kucium bumi dengan hati yang tenang,

Cinta ini tak sebatas kata,

Ia meresap, mengakar dalam tiap hela napas yang ada.

 

Tiada bunga, tiada pelita

Namun malam ini terasa paling indah adanya,

Karena kau mendengar dan itu cukup,

Untuk membuat jiwa ini tak lagi meredup.

 

Kusandarkan luka pada rahmat-Mu yang luas

Tak satu pun duka yang tak kau balas,

Dalam diam, cinta ini terus berseru,

Mengetuk langit dengan rindu nan syahdu

 

Wahai cahaya di atas segala gelap,

Izinkan cinta ini megalir tanpa sebab,

Munajatku bukan sekadar pinta,

Ia adalah bukti bawa hati ini butuh cahaya-Mu selamanya.

 

Oleh: Solahudin Al Ayyubi, S.Sos.

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Islam Melarang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)
20 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu masalah sosial yang terus menghantui masyarakat kita. Baru-baru ini,... selengkapnya

Yayasan Aliqa Jalin Silaturahim dengan Penerbit Pustaka Al-Bahjah
6 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selasa, 16 Dzulhijjah 1444 H bertepatan dengan 4 Juli 2023 rombongan dari Yayasan Aliqa yakni Owner... selengkapnya

Tren War Takjil dengan Nonis: Gambaran Keharmonisan di Bulan Ramadan
24 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah gemerlap bulan Ramadan, saat suasana kota terasa penuh kehangatan dan kebersamaan, pemandangan yang lazim terlihat... selengkapnya

Medan Juang Islam
11 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini, kita tengah berada di bulan Agustus. Bulan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan... selengkapnya

(Cerpen) Biarkan Aku Pergi
24 Januari 2026

AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya

Telah Dibuka Kesempatan Emas Menjadi Pejuang Rasulullah!
1 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah kembali membuka kesempatan dan peluang kepada anda untuk berjuang bersama kami dalam menebarkan risalah dakwah Rasulullah Saw. Pustaka... selengkapnya

Sambut Malam Puncak Harlah ke-13 Al-Bahjah, Perbaharui Semangat Menuju Kejayaan Umat
20 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari ini tepat 13 tahun yang lalu pada tanggal 23 Muharram 1431 H, Lembaga Pengembangan Dakwah... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)
15 Oktober 2025

(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya

(Cerpen) Cahaya Santri, Warisan Sunan Gunung Jati
13 September 2025

LANGGAR tua itu berdiri di ujung kampung, sederhana dan hampir lapuk dimakan waktu. Namun setiap sore, suara ayat suci selalu... selengkapnya

Pilih Menikah atau Mencari Ilmu?
11 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saat ini, banyak penyimpangan remaja yang disebabkan oleh tontonan anak muda yang semakin liar. Berkomunikasi dengan lawan... selengkapnya

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: