Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Hari Arafah: Momentum Koreksi Diri, Panjatan Doa, dan Pengharapan

Hari Arafah: Momentum Koreksi Diri, Panjatan Doa, dan Pengharapan

Diposting pada 5 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 410 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Definisi dan penamaan Hari Arafah beberapa ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama mengatakan Arafah diambil dari kata i’tiraf yang artinya pengetahuan. Pendapat lainnya mengatakan bahwa Arafah berarti harum karena Arafah diambil dari kata Arafa. Hari Arafah juga merupakan puncak ibadah haji sebelum hari raya Iduladha. Pada tanggal 9 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 05 Juni 2025 M ini, jamaah haji melaksanakan ibadah wukufnya di Arafah.

Hari Arafah adalah momentum panggilan jiwa untuk kembali kepada-Nya, tempat di mana doa dan harapan bertemu dalam keheningan yang suci. Di sinilah kita belajar arti kerendahan hati dan pengharapan tanpa batas. Di padang Arafah, setiap doa adalah cahaya yang menembus gelapnya kesulitan, setiap sujud adalah pengakuan akan kebesaran Sang Pencipta.

Hari Arafah bukan hanya tentang menunggu fajar Iduladha, tapi tentang menyucikan jiwa, menebar kasih, dan menguatkan iman dalam keikhlasan yang tulus. Sebuah panggung terbesar pengorbanan dan pengampunan, di mana setiap insan berdiri sejajar, memohon ampunan dan rahmat tanpa membedakan.

Doa di Hari Arafah adalah bahasa hati yang paling murni. Doa yang tidak hanya memohon, tetapi juga bersyukur dan berjanji untuk berubah. Doa yang menggetarkan jiwa, mengalirkan energi positif, dan menyalakan cahaya harapan dalam kegelapan. Doa yang mengajarkan kita untuk selalu rendah hati, sabar, dan penuh kasih.

Selain hanya berdiam diri (wukuf) di tempat yang bernama Arafah, pada Hari Arafah juga merupakan puncak dari harapan para jamaah haji. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ  تعالى تطوَّل أي تفضل عَلَى أَهْلِ عَرَفَاتٍ يُبَاهِي بهم الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلاَئِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِيئَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِي بَيْنَهُمْ .) رواه أبو يعلى(

Artinya:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman: ‘Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan do’a mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka.’” (HR. Abu Ya’la)

Seperti debu di padang Arafah yang terangkat oleh angin, biarkan segala dosa dan kesalahan kita terbang pergi, digantikan oleh harapan dan tekad baru, mengajarkan kita bahwa kekuatan terbesar adalah ketundukan, dan kepatuhan. keindahan sejati adalah ketulusan dalam berdoa dan bertobat.

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan doa yang sungguh-sungguh.

Hari Arafah mengajarkan kita bahwa harapan dan doa adalah kekuatan yang mampu mengubah hidup. Dengan hati yang tulus dan jiwa yang bersih, mari kita sambut hari ini dengan penuh syukur dan semangat baru. Semoga setiap doa yang kita panjatkan menjadi cahaya yang menerangi jalan kita, membawa kedamaian dan kebahagiaan yang abadi.

Doa yang dipanjatkan di hari ini adalah cahaya yang menerangi jalan kita, mengajarkan kita untuk selalu rendah hati, sabar, dan penuh kasih. Semoga setiap doa yang kita panjatkan menjadi kekuatan yang menginspirasi langkah kita ke depan, membawa kedamaian dan kebahagiaan yang abadi. Semoga di Hari Arafah ini, setiap doa kita diangkat oleh Allah, setiap langkah kita diberkahi, dan setiap niat kita diterima dengan penuh rahmat. Mari kita jadikan Hari Arafah sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menyebarkan kasih sayang kepada sesama, karena dari harapan dan doa yang tulus, lahir kekuatan yang mampu mengubah dunia.

 

Penulis: Faizatullatifah, S.Pd.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Hari Arafah: Momentum Koreksi Diri, Panjatan Doa, dan Pengharapan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Mencium Tangan Guru: Tradisi Hormat atau Tanda Pengkultusan?
21 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mencium tangan guru merupakan sebuah tradisi yang masuk ke dalam bab tabarruk. Tabarruk sendiri berarti mengambil berkah... selengkapnya

Mukernas ke-3 Al-Bahjah, Buya Yahya: Evaluasi untuk Mencipta Inovasi
17 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap organisasi selalu membutuhkan regenerasi demi keberlanjutan jalannya roda keorganisasian. Itulah yang juga dilakukan oleh Lembaga... selengkapnya

Cara Mengoreksi Diri Sendiri ala Imam Al-Ghazali
6 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap persoalan yang menimpa kita, sering kali merupakan akibat dari apa yang telah kita perbuatan sendiri. Kegundahan... selengkapnya

Teks Khutbah Iduladha 1446 H/2025 M
3 Juni 2025

Jadikanlah Iduladha saat ini adalah untuk memulai dengan sungguh-sungguh berjuang dan berkorban dengan apa pun yang kita miliki untuk meruntuhkan... selengkapnya

Puncak Acara Maulid Nabi Muhammad dan Silaturahmi Akbar 1444 H, Puluhan Ribu “Tamu Rasulullah” Padati Al-Bahjah Cirebon
2 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari ini merupakan puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang bertajuk Maulid dan Silaturahmi Akbar... selengkapnya

Seruan Kemanusiaan untuk Palestina
21 Oktober 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sejak 7 Oktober 2023, perang Palestina-Israel kian memanas. Hingga Jum’at  (27/10), serangan Israel terhadap Palestina telah... selengkapnya

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban: Jangan Biarkan Berlalu Sia-Sia
13 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan... selengkapnya

Jangan Seperti Ayam yang Mati di Lumbung Padi
25 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Lingkungan yang baik dan nyaman merupakan tempat yang diidamkan oleh setiap orang. Apalagi di tempat tersebut sambil melakukan... selengkapnya

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita
14 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah... selengkapnya

Jangan Menjadi Kufur Karena Satu Nikmat yang Terlepas
27 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita sejenak menepi dari hiruk-pikuk dunia dan merenung: mengapa di zaman yang serba instan ini, justru kesehatan... selengkapnya

Hari Arafah: Momentum Koreksi Diri, Panjatan Doa, dan Pengharapan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: