Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Salah Kaprah Berbuka Puasa dengan yang Manis-Manis

Salah Kaprah Berbuka Puasa dengan yang Manis-Manis

Diposting pada 18 Maret 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.611 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berbuka puasa bukan hanya prosesi melepas dahaga dan haus, tapi juga merupakan salah satu ibadah yang memiliki tata cara dan tatakrama sekaligus berbuah pahala. Oleh karena itu, sayang sekali jika kita mengabaikan tata caranya hingga kehilangan keutamaannya. Padahal kita berada di bulan paling mulia di mana segala amal kebaikan dibalas berlipat-lipat, yang sunah dibalas dengan ganjaran amalan wajib dan apa lagi yang wajib dibalas berkali-kali ganjaran yang wajib.

Setelah memahami pentingnya tata cara berbuka puasa, sekarang mari kita ulas ungkapan yang cukup populer, yakni, ‘Berbukalah dengan yang manis-manis’. Ungkapan seperti ini mungkin tidak asing di telinga kita. Sebenarnya, pernyataan ini tidaklah salah tapi bisa menjadi salah kaprah jika dipahami apa adanya.

Secara literal, ‘Berbuka dengan yang manis-manis’ artinya menu yang digunakan untuk mengawali berbuka itu berasal dari yang manis. Bisa saja berupa makanan dan minuman yang terbuat dari gula dan bahan yang mengandung gula. Seperti kue yang manis, kolak, es teh manis, es doger, es kelapa, dan olahan-olahan gula lainnya. Bisa juga berupa buah-buahan yang manis, seperti madu dan susu. Mencakup semua yang serba manis. Namun, yang dianjurkan dan diajarkan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam tidak seumum itu. Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam mengajarkan, apa saja yang diprioritaskan masuk ke perut saat mengawali berbuka beserta urutannya. Oleh karena itu, ungkapan, ‘Berbukalah dengan yang manis-manis’ tidak serta merta yang penting manis.

Terlebih lagi, membiasakan memakan makanan olahan gula secara berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. Sedangkan puasa merupakan momen untuk menyehatkan tubuh. Maka mari kita mulai selektif dalam memilih menu takjil saat berbuka.

Menu Takjil yang Diajarkan Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam

Pada dasarnya tidak ada larangan berbuka dengan menu takjil apa saja selagi itu halal. Apakah Anda mengawali berbuka dengan semangkuk kolak, segelas es campur, atau dengan secangkir kopi pun boleh-boleh saja. Tetapi mengejar kesempurnaan tidaklah cukup dengan sekadar halal dan boleh. Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam mengajarkan apa yang sebaiknya diprioritaskan untuk pertama kali masuk ke dalam perut setelah menahan lapar dan dahaga sekian lamanya.

Sebuah hadis menerangkan anjuran Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam ketika berbuka.

عن النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلى تَمْرٍ، فَإِنْ لَمْ يَجدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ فَإِنَّه طَهُورٌ (روَاهُ أَبو دَاودَ والترمذي، وقالَ: حديثٌ حَسَنٌ صحيحٌ)

“Diriwayatkan dari Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam beliau bersabda, ‘Jika salah satu dari kalian berbuka maka hendaknya berbuka dengan kurma, jika tidak menemukan kurma maka hendaknya berbuka dengan air karena sesungguhnya air adalah suci dan menyucikan.’”

Ada juga hadis lainnya yang menerangkan hal serupa.

كانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيراتٌ، فإِنْ لمْ تَكُنْ تُميراتٌ حَسَا حَسَواتٍ مِنْ ماءٍ (رواه أَبو داود والترمذي، وَقالَ: حديثٌ حسنٌ)

“Baginda Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam berbuka sebelum melakukan shalat (Magrib) dengan kurma-kurma segar (ruthab), jika tidak menemukan maka dengan kurma, jika tidak menemukan kurma maka dengan air.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan beliau berkata bahwa ini hadis hasan)

Dari hadis-hadis di atas kita bisa menyimpulkan, bahwa Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam mendahulukan kurma ketika berbuka, baik itu kurma segar (ruthab) atau kurma kering biasa. Jika keduanya tidak ada, maka dengan air putih. Ruthab adalah kurma matang dan basah, sedangkan tamr adalah kurma kering biasa yang sering kita temui.

Dengan demikian urutan prioritas ketika membatalkan puasa sebagai berikut.

  1. Dengan kurma segar (ruthab), ini yang paling utama dan diutamakan
  2. Dengan kurma biasa, ini sangat utama setelah tidak ada ruthab.
  3. Dengan air putih, sangat utama setelah tidak ada kurma.

Ketika Tidak Ada Kurma dan Air Putih

Sekilas, mendahulukan kurma seolah sama dengan mendahulukan berbuka dengan yang manis-manis. Kurma memang manis dan mengandung kalori yang mampu mengisi ulang energi orang yang sudah berpuasa, layaknya gula. Akan tetapi, yang ditekankan adalah nilai kesunahannya.

Ketika tidak ada kurma dan air putih, sebagian ulama tetap mengajarkan urutan yang sebaiknya diprioritaskan agar tidak ketinggalan keutamaan berbuka puasa. Sebagian ulama menambahkan urutan berbuka puasa ketika tidak ada kurma dan air sebagai berikut.

  1. Kurma segar (ruthab), disebutkan juga bahwa air zamzam setara dengan ruthab untuk berbuka.
  2. Kurma kering (tamr)
  3. Kurma muda yang belum matang
  4. Air putih
  5. Makanan dan minuman manis yang tidak diolah dengan api
  6. Makanan dan minuman manis yang diolah dengan api

Makanan dan minuman manis yang tidak dimasak dengan api itu seperti madu, susu, anggur, mangga, dan buah-buahan manis lainnya. Jika tidak ada juga, baru dengan makanan dan minuman manis yang dimasak dengan api.

Tetap Perhatikan Etika Makan dan Minum Saat Berbuka!

Ingat, berbuka puasa tetaplah makan dan minum yang etikanya diajarkan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebisa mungkin jangan sampai kita melalaikannya hanya karena terburu-buru ketika berbuka puasa. Kesunahan dan etika saat makan dan minum di antaranya: membaca basmalah, mencuci tangan terlebih dahulu, dengan tangan kanan, sambil duduk, tidak berlebih-lebihan, tidak makan dan minum sambil berdiri, tidak bernapas dalam wadah ketika minum, menutup mulut ketika mengunyah, tidak mengambil makanan yang jauh dari jangkauan, mengambil makanan dari pinggir (bukan dari tengah), dan mengakhiri dengan doa dan hamdalah.

Khusus untuk minum, cara yang dicontohkan Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam ialah dengan dijeda sebanyak tiga kali. Setelah membaca basmalah, minum air sebanyak dua atau tiga tegukan tanpa mengambil dan mengeluarkan napas, lalu lepaskan gelas dari mulut sebagai jeda. Lakukan ini berulang sampai tiga kali dan akhiri dengan hamdalah.

Jadi, apakah perlu, ‘Berbuka dengan yang manis-manis’? Jawabannya adalah tetap perlu, tapi sesuatu yang manis tersebut diutamakan adalah kurma. Bukan sembarang makanan dan minuman yang manis. Ini semua demi keutamaan berbuka puasa yang diajarkan Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Semoga kita semua termasuk bagian dari orang yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam sebagai orang berpuasa orang berpuasa, yaitu mendapatkan kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin.

 

Referensi: Ceramah Buya Yahya dan sumber lainnya

 

Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Salah Kaprah Berbuka Puasa dengan yang Manis-Manis

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Penerimaan Terbuka Tulisan
28 Februari 2024

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Siapa di antara Sahabat Pustaka yang gemar menulis? Ada informasi menarik dari Pustaka Al-Bahjah Kami membuka kesempatan... selengkapnya

Menjadi Muslim Moderat di Era Society 5.0
23 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjadi Muslim moderat berarti menjalankan pemahaman agama dengan Rahmatan Lil Alamin, menolak segala bentuk ekstrimisme atau kekerasan, serta... selengkapnya

Resolusi 2024: Sambung Diri dengan Rasul
10 Januari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sesungguhnya setiap bergulirnya waktu adalah saat yang tepat untuk bersanding dengan Rasulullah Saw. Setiap orang hendaknya... selengkapnya

(Teks Khutbah Jumat) Kemuliaan dan Amalan Bulan Muharrom
18 Juni 2026

Oleh: Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah) Bulan Muharrom adalah salah satu dari empat bulan mulia yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Amalan... selengkapnya

Do’a Akhir Tahun Hijriah dan Do’a Awal Tahun Hijriah
18 Juli 2023

DO’A AKHIR TAHUN HIJRIAH & DO’A AWAL TAHUN HIJRIAH Semoga di tahun yang baru ini, kita semua selalu diberikan keberkahan... selengkapnya

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan
13 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan.  Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget,... selengkapnya

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama Bukan sebagai Sumber Perpecahan, Melainkan Kekayaan Intelektual yang Harus Dihargai
13 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama karya Buya Yahya merupakan sebuah karya yang sangat menarik dan penuh makna,... selengkapnya

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?
4 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Menjamu makan tamu adalah hal biasa, namun bagaimana jika yang dijamu jumlahnya mencapai puluhan ribu orang?... selengkapnya

Coklat, Langit, dan Tauhid (Sebuah Cerpen)
18 Mei 2024

Cahaya matahari masuk ke sela-sela ruang kamarku. Aku menggeliat malas, tubuhku terasa sakit di beberapa bagian. Kejadian semalam seperti mimpi.... selengkapnya

Bolehkah Syair dan Berpuisi dalam Islam? Begini Penjelasan Buya Yahya
27 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Syair atau puisi merupakan untaian kata-kata yang dibuat seseorang dan berisi ungkapan isi hati, pikiran, atau perasaan... selengkapnya

Salah Kaprah Berbuka Puasa dengan yang Manis-Manis

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: