● online
Puisi-Puisi Seruni Unie

Stasiun
Tak ada pelukan
Juga cium pipi
Tanda perpisahan
Hanya kepal tangan bersentuh
Dengan tatap mata luruh
: sehat-sehat ya
Kalimatmu menimpali
Seiring lengking kereta meninggi
Langkah-langkah bergegas
Datang dan pergi
Menenteng cemas juga mimpi-mimpi
Solo, 2024
Matematika
Bila nol koma disebut decimal
maka tak perlu bertanya
seper berapa doa dituliskan
di lembar pertemuan
sebab dalam pecahan
perempuan serupa penyebut
perlu dikalikan takdir
untuk menemukan jawaban akhir
Pada luas perjalanan
kesendirian adalah diameter
dari rasa sungsang yang melingkari tubuh
menjelma bilangan ganjil
Solo, 2024
Kutukan Mpu Gandring
Singhasari menulis kesaktianmu
Dengan rumusan :
Kau tumbal pertama
Sekaligus menagih tujuh turunan
Demi menggenapi kedigjayaan
Tunggul Ametung
Kebo Ijo
dan Ken Arok sendiri, pemesan keji yang tak tahu diri
Bukan kata matur nuwun yang diucap, tapi ujung keris yang ditancap
Hanya karena betis Ken Dedes tersingkap
Lalu semesta murka
Mengizinkan :
Ki Pengalasan
Anusapati dan
Tohjaya
Melengkapi keampuhan, yang kini raib hilang
Solo, 2023
Griptha Suatu Ketika
1/
Maaf Gusti, di kota ini lagi-lagi puber menghampiri
Di antara keriput diksi
Rindu adalah fatwa, menempeli dinding
Menjelma serial striping
Meminta sekeping perhatian, agar syahdu malam tertinggal di kening
2/
Kemudian ingin kutikam, tatapan lurus dari wajahmu yang tirus
Siang itu di meja makan
Sebab hendak kukekalkan pada tangga darurat, perihal pertemuan sesaat
Sebelum pikun mencegat
3/
Di lobby, kemudaan beranjak pergi
Tapi hasrat tak henti menari
Justru diam-diam berdoa:
semoga ada perjumpaan berikutnya
meski sementara
Kudus, 2019
Sebelum April
Dengan harap masih bundar, subuh masih ingin kudirikan
Di purnama ke empat, sebelum hengkang tahun kabisat
Meski hangat kopi tak sanggup mengembalikan mimpi ibu
Tentang kembar mayang di depan pintu
pula jadah wajik awalan menu
Masih ingin kunikmati wudhu
Tak peduli angka-angka menjelma debu
Solo, 2023
Kabari ya Kalau Sudah Sampai
Aku menyiapkan lambaian tangan
Sebelum jarak menjauh
sebab waktu tak benar-benar kompromi
bagi sebuah janji
Kita tak pernah tahu
Apa yang terjadi di kelokan
Benarkah itu sesuai arah tuju
Sedang di rangsel
Bekal hanya cukup untuk hari ini
Sementara buat esok
Kita tak sungguh memyiapkan diri
Kabari ya kalau sudah sampai
Biar aku tenang di sepertiga malam
Dan menemui pagi penuh riang
Lantaran ntaran
Di antara wangi sholawatan
Solo, 2024
BU : Dijual Teddy Bear dan Kenangannya
Lengkap dengan gerimis sebagai intro
Romansa mellow
juga pita hitam pertanda beda iman
Dijamin terawat
Silakan bila berminat
0895 xxx
Harga sadis tapi kwalitas borjuis
Yuk marii
Sebelum harga beras terus meninggi
Solo, 2024
Penulis:
Seruni Unie, penikmat puisi asal Solo. Sejumlah karyanya pernah meramaikan media. Adalah Jawapos, Republika, Media Indonesia, Basa-basi, dan lain-lain. Juga termaktub di 80an antologi bersama.
Tags: Puisi, Seruni Unie
Puisi-Puisi Seruni Unie
PADA suatu hari, Hutan Alamara tidak lagi memantulkan ketenangan yang dulu menjadi jiwanya. Sungai yang pernah berkilau bagai kaca kini... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini, kita tengah berada di bulan Agustus. Bulan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Khusyuk adalah ruh dari shalat. Ia bukan sekadar posisi tubuh atau ekspresi wajah, tetapi keadaan hati yang fokus,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – “Buku adalah jendela dunia.” Ungkapan tersebut sering kali menjadi kata motivasi bagi seseorang agar selalu membaca... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Judi atau yang dikenal sebagai maisir dalam konteks Islam, merupakan aktivitas yang dilarang keras karena dampaknya yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sudah menjadi keharusan untuk kita tidak usah mencari-cari kekurangan dan aib orang lain. Namun sekeras apa pun usaha... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan, tidak ada manusia yang tidak mendapatkan musibah atau ujian. Baik musibah yang besar maupun kecil.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini media sosial dihebohkan oleh kejadian seorang perempuan yang memiliki dua orang suami. Mereka tinggal... selengkapnya
Hanya Engkau Sandaranku Hati terkoyak sunyi tanpa suara, Menadah luka dalam pelukan doa, Diamku adalah lautan sabar yang dalam,... selengkapnya
Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000
Saat ini belum tersedia komentar.